Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Juli 2023 | 22.16 WIB

Sidang Kabinet, Jokowi Singgung Ekonomi Global sampai Keamanan Papua

EVALUASI KINERJA: Presiden Jokowi memberikan arahan kepada para menteri saat sidang kabinet paripurna di Jakarta kemarin. - Image

EVALUASI KINERJA: Presiden Jokowi memberikan arahan kepada para menteri saat sidang kabinet paripurna di Jakarta kemarin.

JawaPos.com - Kemarin (3/7) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung sidang kabinet paripurna tentang laporan semester I pelaksanaan APBN 2023. Momentum itu dimanfaatkan Jokowi untuk kembali mengingatkan jajarannya agar tetap waspada terhadap dinamisnya situasi global.

Menurut laporan yang diterima Jokowi, berbagai lembaga internasional memprediksi terjadinya perlambatan ekonomi global. ”Ini juga harus betul-betul kita lihat. IMF memberikan angka 2,8 persen; World Bank 2,1 persen; dan OECD 2,6 persen,” jelasnya.

Dia juga mewanti-wanti kenaikan tingkat suku bunga global. Jika terjadi, kondisi itu berpotensi memicu inflasi global.

Jokowi mengingatkan jajarannya untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dan nasional. Mantan gubernur DKI itu mengimbau untuk dapat mengantisipasi dan memproyeksikan agar pendapatan negara tidak terganggu.

”Kalau kita lihat, penerimaan pajak tidak setinggi tahun lalu serta penerimaan kepabeanan dan PNBP juga terpengaruh karena harga komoditas yang tidak setinggi tahun lalu,” katanya. Jokowi meminta semua risiko dikelola dengan baik.

Selanjutnya, Jokowi ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tetap positif pada semester kedua. Di daerah, inflasi harus dijaga. Dia juga meminta investasi di daerah disesuaikan dengan target. Menurut dia, dua hal tersebut merupakan kunci untuk menyelamatkan ekonomi dalam negeri. ”Kemudian, untuk pangan, pastikan ketersediaan pupuk tepat sasaran. Jaga stabilitas moneter dan sektor perbankan. Ini juga sangat penting,” tegasnya.

Jokowi juga mengimbau untuk memaksimalkan realisasi belanja APBN dan APBD 2023. Belanja harus diprioritaskan pada produk dalam negeri. Dia mengingatkan agar tetap berfokus dengan hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Jokowi tidak ingin kehilangan fokus dalam energi terbarukan dan ekonomi hijau.

”Lihat dan kaji program yang dalam APBN belum berjalan, apa penyebab dan bagaimana kelanjutannya,” tutur presiden.

Untuk mengantisipasi potensi musim kemarau panjang, Jokowi menginstruksikan para menterinya memastikan pasokan air di embung dan bendungan terkelola dengan baik. Sejauh ini pemerintah membangun 5 ribu embung dan 38 bendungan.

Terakhir, Jokowi mengingatkan untuk tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan masyarakat. ”Tetap jaga stabilitas politik dan keamanan masyarakat dalam tahapan Pemilu 2024 agar pemilu berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dia juga meminta ada pengawalan penyelesaian nonyudisial pelanggaran HAM berat masa lalu. Jokowi meminta keamanan di Papua juga harus dipelihara. (lyn/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore