alexametrics

Kemenkeu Ungkap Ini Penyebab Lulusan Baru Sulit Dapat Kerja

1 Desember 2021, 18:58:10 WIB

JawaPos.com–Sebanyak 85 persen dari total responden 7,2 juta peserta kartu prakerja belum pernah mengikuti pelatihan seumur hidupnya. Hal itu diungkapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berdasar hasil survei yang dilakukan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, lembaga pelatihan pendidikan di Indonesia saat ini masih belum mampu memberikan labor competence yang sesuai di labor market. Sehingga berpengaruh pada kualitas SDM.

Menurut dia, hal itu menyebabkan banyak lulusan lembaga pendidikan masih kesulitan untuk mencari pekerjaan. Sebab, kompetensi yang diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

”Sering para pekerja sulit mendapatkan pekerjaan karena kompetensi yang diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Febrio dalam webinar, Rabu (1/12).

Febrio mengatakan, pemerintah akan melakukan penguatan program vokasi termasuk program kartu prakerja. Yakni untuk memberikan penguatan, pelatihan yang bersifat crash program untuk menjaga pendapatan pada masa pemulihan sosial ekonomi, peningkatan linked and match dengan industri.

Dia menjelaskan, program yang diberikan dalam program kartu prakerja harus memenuhi setidaknya 1 dari 3 hal. Yakni skilling atau penambahan kemampuan, upskliling atau peningkatan kemampaun, dan reskilling atau penggantian kemampuan.

Febrio menambahkan, kebijakan pemberikan kartu juga mengarah pada kebutuhan keterampilan saat ini dan mendatang terutama dalam menghadapi era revolusi 4.0 dan teknologi digital.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini: