alexametrics
Wawancara Khusus Dengan Pendiri Lion Air

Rusdi Kirana: Jika Ada Penalti, ya Kami Terima

1 November 2018, 10:42:05 WIB

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir pendiri Lion Air yang juga Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana berada di Jakarta. Dia sempat menemui keluarga korban. Lantas, melihat puing-puing pesawat JT 610 yang jatuh. Berikut penjelasan dia atas kejadian nahas itu saat ditemui Jawa Pos di Lion Operation Center (LOC) di Tangerang kemarin (31/10).

Apa arahan Anda untuk manajemen setelah kejadian kecelakaan ini?

Rusdi Kirana: Jika Ada Penalti, ya Kami Terima
Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugy meninjau puing-puing serpihan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang. (Raka Denny/Jawa Pos)

Sampai hari ini kita belum tahu permasalahannya apa. Kami juga evaluasi kenapa sampai terjadi kecelakaan itu. Dari sisi apa yang kita lakukan, sudah sesuai aturan. Penerbangnya itu pengalaman, maka dia ditunjuk menjadi kapten. Karena dia memang layak. Kemudian, pesawatnya juga baru.

Langkah berikutnya yang diambil oleh pihak Lion Air?

Sekarang kita fokus pasca kejadian ini. Khususnya untuk keluarga korban atau penumpang tersebut. Kemudian, untuk kita sendiri, hari ini (kemarin, Red) sudah ada audit dari Kementerian Perhubungan. Kami lihat hasilnya apa. Jika ada yang harus diperbaiki, ya diperbaiki. Jika ada penalti, ya kami terima.

Terkait surat inspeksi untuk seluruh armada Boeing 737 Max 8 dari Kemenhub, apakah mengganggu penerbangan?

Inspeksi sekarang sudah dilakukan. Tidak mengganggu penerbangan. Kan tidak semua pesawat yang diinspeksi itu dipakai. Jadi bisa giliran inspeksinya.

Otoritas Australia mengeluarkan larangan bagi warganya untuk terbang dengan menggunakan Lion Air. Respons Anda?

Itu hak mereka. Saya hargai dan hormati. Tetapi, kalau hasil auditnya nanti berkesimpulan kami tidak salah, harapannya larangan itu dicabut lagi.

Apa tanggapan Anda atas perintah menteri perhubungan untuk mencopot direktur teknik Lion Air?

Saya rasa tidak apa-apa. Dirumahkan statusnya. Sementara diganti oleh direktur lain. Keputusan ini tidak mengganggu operasional Lion Air. Perlu diketahui di atas direktur teknik ada direktur teknik grup.

Rapat dengan pihak Boeing apakah sudah dilakukan dan apa hasilnya?

Kalau tidak salah, pihak Boeing baru semalam (30/10) mendarat di Jakarta. Mereka baru datang. Kita sama-sama pelajari apa permasalahannya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wan/c10/agm)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Rusdi Kirana: Jika Ada Penalti, ya Kami Terima