alexametrics

RS Polri Sebut Ada Tiga Potongan Tubuh Teridentifikasi dari Satu DNA

1 November 2018, 21:30:56 WIB

JawaPos.com – Rumah Sakit Polri Kramatjati masih melakukan identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Total ada 56 kantong jenazah yang diterima rumah sakit itu. Puluhan kantong jenazah itu tidak sepenuhnya berisi satu korban melainkan potongan tubuh.

Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol Musyafak mengatakan pihaknya membutuhkan waktu 4 hingga 8 hari dalam melakukan identifikasi korban. Pasalnya tubuh korban yang diterima sudah tidak utuh lagi, sehingga pemeriksaan harus dilakukan dengan teliti.

“Kami bekerja dengan teliti. Proses identifikasi memakan waktu 4 sampai dengan 8 hari, tergantung jumlah kapasitas yang diperiksa. Kalau yang diperiksa banyak, berarti membutuhkan waktu yang banyak lagi,” kata Musyafak, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/11).

Ia menyampaikan hingga Kamis (1/11) siang total ada 56 kantong jenazah yang diterima. Dari jumlah tersebut berisi lebih dari 200 potongan tubuh korban. Pihaknya memeriksa satu persatu untuk melihat apakah ada kecocokan antara satu dengan yang lainnya.

“Sampai saat ini, ada 56 kantong jenazah. Dari 56 ini, ada 200 lebih potongan-potongan dan itu diperiksa semua,” jelasnya.

Musyafak mengungkapkan, dari kantong jenazah yang telah diterimanya, ada tiga potongan tubuh dari 1 DNA orang yang sama. Pihaknya masih mencari bagian lainnya yang cocok dengan DNA tersebut. Namun tetap korban belum dapat teridentifikasi.

Ia menambahkan waktu 4 hari yang dibutuhkan yakni dari proses identifikasi oleh tim dokter. Bukan 4 hari dari jatuhnya pesawat nahas tersebut. “Hitungan 4 hari dari mulai pemeriksaan, bukan dari kejadian kecelakaan,” jelasnya.

Sebagai informasi, baru satu jenazah atas nama Jannatun Cintya Dwi, 24, yang baru selesai diidentifikasi oleh pihak RS Polri Kramatjati. Jenazah sudah diserahkan kepada keluarganya secara simbolis. Korban dibawa ke kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur untuk dimakamkan.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dik/JPC)

RS Polri Sebut Ada Tiga Potongan Tubuh Teridentifikasi dari Satu DNA