alexametrics

RS Polri Minta Keluarga Tak Mudah Percaya Kabar Hoax

1 November 2018, 17:11:20 WIB

JawaPos.com – Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur menggelar pertemuan dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Ari Jt-610, Kamis (1/11). Mereka membuka sesi tanya jawab dengan keluarga yang masih menunggu kepastikan korban yang masih dalam pencarian.

Pada kesempatan itu, Kepala RS Polri Brigjen Pol Musyafak didampingi oleh Direktur Operasi Lion Air I Putu Wijaya. Musyafak mengawali dengan memberikan kepastian kepada keluarga korban, bahwa informasi valid hanya yang berasal dari pihak berwenang. Sementara informasi diluar itu bisa dibilang hoax.

“Informasi ini resmi. Saya pastikan kalau ada kabar diluar informasi dari kami, merupakan kabar hoax,” ungkap Musyafak di Gedung Promoter Lantai 1, Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur Kamis (1/11).

RS Polri Minta Keluarga Tak Mudah Percaya Kabar Hoax
Infografis pesawat Lion Air jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Hal itu, terkait dengan banyaknya kabar hoax yang beredar di media sosial. Salah satunya yakni beredar video berdurasi 1 menit yang menunjukkan suasana kepanikan penumpang pesawat yang konon katanya sebelum jatuh ke perairan.

Dirinya pun meminta kepada keluarga korban agar tidak mudah percaya terhadap berita-berita yang diterima bukan dari sumber resmi. Ia memastikan akan terus memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada keluarga mengenai proses pencarian korban.

Keluarga korban diajak untuk bekerjasama dalam memberikan data-data yang diperlukan untuk proses identifikasi. Sehingga diharapkan proses bisa berjalan dengan lancar dan cepat.

“Kami memahami perasaan yang dialami bapak dan ibu semua. Mungkin ada kecemasan, strees. Dan yang terpenting, kita sama-sama membantu dalam proses. Khususnya identifikasi,” ujar Musyafak.

Sementara beberapa keluarga korban pesawat Lion Air mempertanyakan terkait nasib keluarga mereka yang menjadi korban. Apakah keluarga yang sempat menumpangi pesawat tersebut, ada kemungkinan bisa selamat atau tidak dalam kecelakaan tersebut.

“Pertanyaan ini kami tidak bisa menjawab. Itu semua kuasa Tuhan, jika ada mukjizat, kami semua tidak akan pernah tahu,” jawabnya kepada salah seorang keluarga korban.

Seorang perwakilan dari keluarga korban lain menanyakan terkait persentase korban yang dapat diidentifikasi oleh pihak RS Polri. Pasalnya koban yang ditemukan tidak dalam keadaan utuh. 

“Kami menerima beberapa body part, potongan tubuh, itu kita tidak bisa pastikan berapa orang atau berapa persen yang teridentifikasi. Karena semua itu butuh waktu dan mereka mengatre dalam proses pengidentifikasiannya,” jelasnya.

Dari pantauan JawaPos.com, beberapa kelurga korban terlihat letih menunggu kabar mengenai proses pencarian dan evakuasi korban. Bahkan sampai ada yang tertidur di sekitaran Gedung Promoter tersebut.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
RS Polri Minta Keluarga Tak Mudah Percaya Kabar Hoax