alexametrics

Nasib Asuransi Penumpang yang Tak Masuk Daftar Manifes Lion Air JT 610

1 November 2018, 19:40:14 WIB

JawaPos.com – Dari ratusan manifes penumpang dan kru Lion Air registrasi PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang Senin (29/10), ada satu orang yang tak masuk dalam daftar.

Ayah dari penumpang bernama Arif Yustian yang berasal dari Bogor, Jawa Barat, itu mengaku anaknya menjadi penumpang pesawat lantaran menggantikan Krisma Wijaya, rekan kantornya PT Sky Pasific Indonesia yang ditugaskan ke Pangkal Pinang.

Lalu, bagaimana nasib asuransi Arif?

Nasib Asuransi Penumpang yang Tak Masuk Daftar Manifes Lion Air JT 610
infografis Lion Air jatuh di Perairan Karawang (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Kepala Humas Jasa Raharja M Iqbal Hasanuddin mengatakan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak maskapai. Yang jelas, Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada penumpang yang sah. Dalam Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 tentang tanggung jawab pengangkut angkutan udara, Pasal 1 ayat 7 disebutkan bahwa hak penumpang bisa diklaim melalui alat bukti berupa tiket.

Dalam beleid itu tiket adalah dokumen berbentuk cetak, melalui proses elektronik, atau bentuk lainnya, yang merupakan salah satu alat bukti adanya perjanjian angkutan udara antara penumpang dan pengangkut, dan hak penumpang untuk menggunakan pesawat udara atau diangkut dengan pesawat udara.

“Karena regulasi saat melakukan boarding sangat ketat. Kita belum dapat memastikan apakah itu terjamin atau tidak,” kata Iqbal kepada JawaPos.com, di Jakarta, Kamis (1/11).

Sementara itu, pengamat asuransi dari Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Irvan Rahardjo mengatakan, berdasarkan data, selama ini Jasa Raharja tak pernah memberikan klaim atau santunan kepada penumpang pengganti.

“Berdasarkan data selama ini tidak ada kasus Jasa Raharja penumpang pengganti. Pengalaman Jasa Raharja selama ini nama dan fisik penumpang selalu sama dengan data identitas penumpang,” jelasnya.

Dia menerangkan, ada dua jenis jaminan ganti rugi yang tersedia. Pertama, berdasarkan UU 33/1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang yang dibayarkan oleh Jasa Raharja. Kedua berdasarkan Permenhub 77/2011 santunan sebesar Rp 1,25 miliar yang ditanggung oleh pihak maskapai.

“Asuransi Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara adalah perjanjian antara pengangkut dengan konsorsium perusahaan asuransi untuk mengganti kerugian yang diderita oleh penumpang dan/atau pengirim barang serta pihak ketiga,” tulis Permenhub 77/2011 Pasal 1 ayat 19.

Namun begitu, ia menjelaskan bahwa penumpang yang tak ada dalam manifes bisa saja menerima ganti rugi namun hanya ganti rugi sukarela dari maskapai. “Mungkin bisa dimintakan ex gratia atau sukarela untuk kasus penumpang pengganti yang tidak tercantum dalam manifes,” pungkasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/uji/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Nasib Asuransi Penumpang yang Tak Masuk Daftar Manifes Lion Air JT 610