alexametrics

Mengenal FDR Dan VCR Black Box, Kunci Kecelakaan Pesawat

1 November 2018, 18:42:02 WIB

JawaPos.com – Proses evakuasi pesawat Lion Air JT-610 berbuah manis. Satu unit black box pesawat tersebut telah ditemukan oleh tim SAR gabungan. Dengan ini diharapkan pengungkapan tragedi nahas ini bisa semakin terang benderang.

Namun banyak yang belum mengetahui, bahwa black box terbagi dalam dua bagian. Yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Keduanya memiliki fungsi berbeda.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie mengatakan, FDR berfungsi merekam kondisi berbagai parameter dalam pesawat tersebut, atau lebih condong terhadap keadaan mesin pesawat menjelang kecelakaan terjadi.

“Itu 30 menit terakhir yang direkam. Dan itu banyak kondisi seperti kelistrikan, kondisi macam-macam ada ratusan yang direkam di sana,” kata Alvin kepada JawaPos.com, Kamis (1/11).

Sementara itu CVR berfungsi membaca situasi di dalam pesawat. Dari obrolan pilot dan co-pilot, pilot dengan kru pesawat, bahkan pilot dengan menara ATC (air traffic control).

“Cockpit Voice Recorder merekam suara-suara yang terdengar dari dalam cockpit, tidak hanya pembicaraan pilot dan co-pilot tapi juga untuk mengetahui apakah ada suara-suara lain apakah ada orang lain di cockpit dan sebagainya,” imbuhnya.

Meski demikian, Alvin menegaskan bahwa FDR dan VCR tidak bisa dijadikan pedoman tunggal mengungkap misteri jatuhnya sebuah pesawat terbang. Harus pula didukung oleh data-data lain.

“Mengungkap banyak walaupun masih dibutuhkan juga data-data lain untuk cross checking,” lanjutnya.

Data-data yang dimaksud berupa perusahaan tentang peralatan pesawat, riwayat pesawat itu sendiri, dan dokumen pilot. Selain itu puing-puing jatuhnya pesawat juga harus diteliti, meliputi bentuk pecahnya, kepingannya, bahkan jasad korban juga harus dipelajari, untuk memastikan penyebab kematiannya.

Di sisi lain, waktu untuk mengungkap detail isi FDR dan VCR rata-rata memakan waktu 1 tahun. Atau bahkan bisa lebih lama tergantung kerumitan kecelakaan pesawatnya.

“Pada umumnya 6 bulan sampai 1 tahun, bahkan ada yang lebih tergantung kerumitannya,” pungkas Alvin.

Saat ini sendiri pengungkapan FDR dan VCR sudah bisa dilakukan di Indonesia tanpa harus dibawa ke luar negeri. Beberapa pihak biasanya dilibatkan selama proses penelitian black box ini.

Mulai dari, perusahaan Boeing pembuat pesawatnya, pemerintah Amerika selaku pemberi sertifikasi pesawat, negara yang warganya menjadi korban juga memiliki hak mengikuti proses penyelidikan black box.

Dari pihak Indonesia, Kementerian Perhubungan selaku pihak pemberi sertifikasi kelayakan pesawat juga akan dilibatkan, Lion Air selaku pemilik maskapai, hingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga terlibat.

Editor : Kuswandi

Reporter : (sat/JPC)


Close Ads
Mengenal FDR Dan VCR Black Box, Kunci Kecelakaan Pesawat