alexametrics
Setelah Eksekusi Mati Tuti

Masih Ada 13 TKI Terancam Hukuman Mati, Apa Upaya BNP2TKI?

1 November 2018, 10:08:55 WIB

JawaPos.com – Tuti Tursilawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Majalengka menjadi PMI kelima yang dieksekusi mati pemerintah Arab Saudi, sepanjang 2011-2018. Catatan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sepanjang periode tersebut pemerintah Indonesia berhasil membebaskan 85 dari 103 PMI yang terancam hukuman mati.

Dari 18 yang masih terancam hukuman mati tersebut, lima di antaranya termasuk Tuti, sudah dieksekusi. Sehingga, sampai hari ini masih ada 13 PMI yang terancam hukuman mati.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, sampai saat ini pemerintah masih berupaya, salah satunya melakukan pembicaraan dengan keluarga korban (tindak pidana para PMI). Pemerintah Indonesia berharap dengan cara itu hukuman bagi para PMI ini bisa lebih ringan.

Masih Ada 13 TKI Terancam Hukuman Mati, Apa Upaya BNP2TKI?
Pemerintah Arab Saudi kembali mengeksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atas nama Tuti Tursilawaty pada Senin, (29/10). (RT)

“Satu-satunya jalan hanya dengan cara minta pengampunan kepada pihak keluarga yang ditinggal,” ujar Nusron kepada JawaPos.com, Kamis (1/11).

Nusron menjelaskan, hukuman mati di Arab Saudi terbagi dua jenis. Pertama, hukuman mati akibat pidana aammah atau pidana yang merugikan umum. Misalnya, merusak gedung atau fasilitas umum.

Kedua, hukuman mati akibat pidana khassah, misalnya pidana khusus seperti membunuh individu.

Apabila PMI terkena hukuman mati pidana aammah pemerintah masih bisa melakukan lobi-lobi dengan Arab Saudi. Tapi kalau PMI melakukan pidana khusus sehingga dikenai hukuman mati, satu-satunya jalan hanya dengan minta pengampunan kepada pihak keluarga yang ditinggal (yang dibunuh).

“Kalau belum berketetapan tetap, langkah pemerintah memberikan pendampingan hukum dengan memberikan bantuan hukum, dengan mencarikan novum baru yang menyakinkan agar membantu pihak korban,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal menuturkan, masih ada 13 warga negara Indonesia atau WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Sejak 2011 hingga 2018, ada 103 WNI yang terancam hukuman mati.

Dari jumlah tersebut, pemerintah telah berhasil membebaskan 85 WNI dari hukuman mati. Kemudian, sebanyak 5 WNI telah dieksekusi salah satunya Tuti Tursilawati pada Senin (29/10). Adapun 13 WNI lainnya masih terancam.

Menurut Iqbal, dari 13 WNI tersebut, yang mendapat hukuman berat adalah Eti binti Toyib, PMI asal Majalengka, Jawa Barat. Eti mendapat hukuman mati qisas yang satu tingkat lebih berat dari ta’zir. Artinya, kata Iqbal, yang bisa memaafkan adalah ahli waris korban.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (gwn/JPC)

Copy Editor :

Masih Ada 13 TKI Terancam Hukuman Mati, Apa Upaya BNP2TKI?