alexametrics

Membaca Peluang Geng Solo Jadi Kapolri Pasca Penangkapan Djoko Tjandra

1 Agustus 2020, 15:35:33 WIB

JawaPos.com – Keberhasilan menangkap Djoko Tjandra menjadi prestasi tersendiri bagi Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Lantas apakah catatan positif itu  bisa mendongkrak keterpilihan Listyo sebagai ‘Geng Solo’ untuk masuk bursa calon Kapolri baru menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang segera memasuki masa pensiun dalam beberapa bulan ke depan?.

Menjawab itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai penangkapan Djoko Tjandra tidak mempengaruhi bursa calon Kapolri. Dia menyakini Presiden akan memilih Kapolri baru dengan pertimbangan khusus.

“IPW melihat, kasus Djoko Tjandra maupun penangkapan buronan kakap itu tidak ada kaitannya dengan bursa calon Kapolri,” kata Neta saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (1/8).

Neta menjelaskan, dalam mengangkat Kaporli baru, Presiden akan melihat situasi politik dan proyeksi di masa depan. Insting dan hak prerogatif Presiden akan sangat menentukan siapa yang akan dipilih sebagai suksesor Idham Azis.

“Namun dalam kondisi panas kasus Djoko Tjandra ditambah tertangkapnya buronan kakap itu, ada saja pihak pihak yang mengkaitkannya dengan bursa calon Kapolri. Padahal hal itu tidak ada kaitannya,” imbuhnya.

Atas dasar itu, IPW meminta semua pihak bersabar menunggu momentum penunjukan Kapolri baru. Sebab prosesnya masih panjang. IPW menilai sebelum pergantian Kapolri akan diawali dengan resuffle kabinet dan penggantian Panglima TNI.

“Semua ini dinilai IPW akan dilakukan presiden pasca new normal agar pemerintahan ke depan semakin efektif dan stabilitas keamanan kondusif,” pungkas Neta.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan, penangkapan terhadap Djoko Tjandra dilakukan di Malaysia. Proses pemulangan dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Malam ini sudah kita buktikan dengan adanya penangkapan dan sudah dijemput bapak Kabareskrim di Malaysia dan saat ini sedang dalam perjalanan,” kata Argo di Bandara Halim Perdanakusuma , Jakarta Timur, Kamis (30/7).

Sementara Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penangkapan Djoko Tjandra dilakukan oleh tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Tim berhasil mengidentifikasi keberadaan Djoko Tjandra di Malaysia.

“Kapolri mengirim surat ke polisi Diraja Malaysia untuk bersama-sama mencari. Tadi siang didapat info yang bersangkutan target bisa diketahui,” kata Listyo.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads