alexametrics

HUT Bhayangkara ke-74, Polri Siap Benahi Internal Institusi

1 Juli 2020, 12:03:00 WIB

JawaPos.com – Bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada Rabu (1/7), Polri berbenah secara internal. Terlebih saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Tantangan baru terus bermunculan seiring perkembangan zaman.

Selain fokus pada penegakan hukum dan menjaga Kamtibmas, Polri juga saat ini berada di garis depan dalam upaya melakukan pemutusan mata rantai penularan Covid-19. Sehingga tantangan yang dihadapi anggota Polri semakin kompleks.

“Pandemi Covid-19 menghadirkan banyak tantangan baru yang kompleks bagi polisi. Sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, polisi harus selalu berada di garda terdepan. Polisi kadang juga diminta berhadapan dan membantu pasien Covid-19,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Polri selama ini turut serta mendisiplinkan protokol kesehatan, mencegah masyarakat berkerumun, dan memastikan keamanan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 agar tak ditolak masyarakat. Ada juga kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 yang harus ditangani.

Kondisi itu yang membuat Maklumat Kapolri Nomor MAK/2/III/2020 yang diterbitkan pada 19 Maret 2020, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Krona atau Covid-19 diterbitkan. Berkat aturan tersebut, protokol kesehatan bisa diterapkan efektif kepada masyarakat.

Meski Maklumat Kapolri itu sudah dicabut, Polri tetap memperhatikan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 sesuai kebijakan pemerintah. “Berbagai gerak cepat anggota Polri dalam menjalankan instruksi maupun Maklumat Kapolri untuk mengawal bansos, BLT, mengecek situasi masyarakat yang terdampak, persediaan beras, dan sebagainya,” imbuh Argo.

Lebih lanjut, Argo mengatakan Polri tetap menyadari perlunya pembenahan internal sebagaimana semangat Promoter (Profesional, Modern, dan Tepercaya), yang digagas sejak kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian.

Pada era teknologi seperti sekarang, gerak-gerik sekecil apapun akan terendus oleh publik. Sebab itu, dalam program unggulan Kapolri Jenderal Idham Azis, salah satu yang diperkuat adalah pemantapan manajemen media. Mengingat, saat ini informasi juga memengaruhi soal pemeliharaan kemamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

“Di tubuh Polri, kebijakan ini hadir sebagai sebuah kesadaran dari tingkat Mabes Polri sampai level terbawah, setiap anggota harus sadar dirinya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan persepsi publik terhadap Polri secara keseluruhan,” ungkap Argo.

Seiring berjalannya waktu, Polri mendapatkan tingkat kepuasan publik yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu diketahui berdasarkan sejumlah survei yang dilakukan lembaga survei. Salah satu lembaga survei pada 2014 mengeluarkan hasil kepuasaan publik kepada Polri sebesar 46,7 persen, lalu bertambah 51,2 persen pada 2015, dan meningkat menjadi 63,2 persen setahun kemudian.

Selanjutnya pada 2017 juga meningkat menjadi 70,2 persen dan menjadi 82,9 persen pada Juni 2018. Dari angka tersebut, Polri sadar belum menjadi lembaga yang sempurna. Butuh pembenahan internal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan tantangan yang makin kompleks, saat ini tak ada pilihan bagi Polri selain harus semakin responsif dalam melayani masyarakat, lebih terbuka, transparan, dan tampil lebih muda, dan humanis,” pungkas Argo.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads