alexametrics

Sandiaga: Selamat Bekerja, Pak Jokowi

1 Juli 2019, 10:51:01 WIB

JawaPos.com – Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akhirnya memberikan ucapan selamat kepada Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Itu adalah ucapan pertama mereka sejak coblosan pada 17 April lalu.

Ucapan selamat itu disampaikan Sandiaga melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

”Selamat bekerja, selamat menjalankan amanah rakyat, selamat berjuang untuk terus mencapai cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga setelah kemarin KPU menetapkan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Sandi mengatakan, perjuangan tidak berhenti sampai di sini. ”Berjuang untuk bangsa dan negara tidak harus selalu di­lakukan dari dalam struktur pemerintahan,” lanjutnya. Ikhtiar mewujudkan keadilan sosial bisa dilakukan dengan banyak cara. Yang terpilih akan memimpin di pemerintahan, sedangkan yang tidak terpilih akan berperan sebagai mitra penyeimbang untuk menjaga jalannya pemerintahan ke depan.

 

View this post on Instagram

 

Dalam setiap Pemilihan Umum pasti ada yang dipilih, ada yang belum terpilih. Kami memahami bahwa yang belum terpilih, atau yang tidak dinyatakan sebagai pemenang tentu ada rasa kecewa. Saya ingin mengajak seluruh pendukung paslon 02, dan mengajak seluruh rakyat Indonesia memaknai kekecewaan itu sebagai wujud kesungguhan dalam mencintai negara dan bangsa kita. Karena kita sungguh-sungguh ingin berperan dalam membangun dan memajukan bangsa, maka wajar saja kalau kita kecewa. Oleh sebab itu, marilah kita jaga energi positif dan niat luhur itu. Perjuangan kita tidak berhenti sampai disini. Perjuangan memajukan bangsa dan negara, tidak harus selalu dilakukan dari dalam struktur pemerintahan. Ikhtiar untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dapat dilakukan dengan banyak cara. Setelah keputusan ini, saya harap seluruh komponen bangsa harus kembali bersatu, bekerja sama bahu membahu untuk memajukan bangsa ini. Perbedaan pilihan politik tidak harus membuat kita bermusuhan. Kekecewaan pada diri kita oleh sebab apapun tidak harus membuat kita berhenti berjuang bagi kepentingan bangsa dan negara.

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on

Sejak awal Sandiaga menganggap kompetisi bukan permusuhan, apalagi perang total. Hanya, menjadi penyeimbang bukan berarti tidak ingin bersama. ”Justru karena kita ingin bersama-sama menjaga kepentingan negara,” tutur mantan Wagub DKI Jakarta itu. Apabila ada mekanisme saling cek, kontrol, dan saling mengingatkan, dia yakin pemerintahan ke depan berjalan dengan baik.

Sandiaga menambahkan, setelah ini seluruh komponen bangsa harus kembali bersatu. Bekerja sama dan bahu-membahu untuk memajukan bangsa. ”Perbedaan pilihan politik tidak harus membuat kita bermusuhan,” katanya.

Sementara itu, penetapan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden terpilih kemarin berlangsung dalam suasana hangat. Jokowi dan Ma’ruf tiba di kantor KPU pukul 15.52 tanpa didampingi istri masing-masing. Keduanya kompak mengenakan atasan putih. Mereka disambut Komisioner KPU Hasyim Asy’ari dan Sekjen KPU Arif Rahman Hakim.

Di ruang rapat pleno di aula lantai 2, Komisioner KPU Evi Novida Ginting membacakan berita acara penetapan presiden dan Wapres terpilih. Dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan KPU yang isinya menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden-wakil presiden terpilih. SK tersebut lantas diserahkan kepada Jokowi-Ma’ruf.

Sayang, Prabowo dan Sandiaga tidak hadir dalam acara itu. Sofa di samping Jokowi-Ma’ruf terlihat kosong. Momen akrab yang seharusnya menjadi milik empat tokoh itu sedikit berubah. Yang hadir mewakili Prabowo untuk menerima salinan SK adalah Kabid Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburrokhman. Setelah menerima salinan SK, dia mendatangi kursi Jokowi dan Ma’ruf. Habiburrokhman mencium tangan Ma’ruf, dilanjutkan dengan menyalami Jokowi.

Jokowi mengawali sambutannya setelah menerima SK dengan mengucapkan terima kasih kepada para pemilihnya. Pemilih Jokowi-Ma’ruf berjumlah 85.607.362 orang atau setara dengan 55,5 persen suara sah pilpres. ”Untuk melanjutkan tugas sejarah mengemban amanat pekerjaan (dari) rakyat, membawa seluruh rakyat Indonesia menuju Indonesia maju,” ucapnya.

Dia menjanjikan upaya keras untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun saat periode pertamanya bersama Wapres Jusuf Kalla. Sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar. ”Tidak bisa dibangun oleh satu orang, dua orang, atau sekelompok orang,” lanjut mantan pengusaha mebel asal Solo itu.

Jokowi mengajak semua pihak untuk ikut mengambil peran dalam memajukan bangsa. Khususnya Prabowo dan Sandiaga. Dia yakin keduanya adalah patriot yang menginginkan Indonesia semakin kuat, maju, adil, dan makmur. Jokowi mengajak seluruh rakyat untuk berhenti berselisih atas nama dukungan terhadap peserta pemilu. Dia mengakui perbedaan pilihan politik tersebut memang sempat membelah rakyat. ”Kita harus bersatu kembali menjadi Indonesia, negeri Pancasila yang mempersatukan kita semuanya,” ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, dirinya akan sangat bahagia apabila Prabowo bersedia hadir dalam momen pelantikannya pada 20 Oktober mendatang. Saat ini yang paling penting adalah melanjutkan kerja-kerja untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia. ”Besok (hari ini, Red) kita masih kerja,” katanya.

Hal serupa disampaikan kepada awak media yang menanti dia di tenda di halaman KPU. ”Jangan sampai ada lagi antartetangga tidak saling sapa, antarkawan tidak saling omong, karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” ujar ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.

Senada, Ma’ruf juga mengajak rakyat untuk berfokus pada perjalanan berikutnya. Yakni, bekerja bersama-sama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia juga mengajak masyarakat untuk kembali rukun. ”Mari kita sambung kembali tali silaturahmi sebagai sesama bangsa,” ucapnya. Sebab, banyak pekerjaan yang masih harus diselesaikan dan memerlukan kebersamaan.

Ma’ruf juga menyatakan bahwa penetapan dirinya dan Jokowi sebagai presiden dan Wapres terpilih adalah amanat dari rakyat Indonesia. ”Amanah dan tanggung jawab ini kami terima dengan rida dan ikhlas, dan kami berjanji untuk bekerja keras,” tambah mantan ketua umum MUI itu.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, penetapan tersebut merupakan perintah UU Pemilu dan turunannya. Termasuk peraturan KPU tentang tahapan, program, dan jadwal Pemilu 2019. Juga tindak lanjut SK penetapan hasil Pemilu 2019 yang diperkuat dengan putusan MK yang menolak permohonan paslon 02.

Penetapan tersebut menandai selesainya tugas KPU untuk sesi Pilpres 2019. Kini bola konstitusi telah dioper ke gedung MPR. Jokowi dan Ma’ruf akan mengucapkan sumpah/janji sebagai presiden dan Wapres di hadapan sidang paripurna MPR pada 20 Oktober mendatang. Setelah ini, KPU melanjutkan tugas menghadapi sidang sengketa hasil pileg di MK.

Komisioner KPU Ilham Saputra menuturkan, SK tersebut sekaligus merupakan usulan pelantikan presiden dan wakil presiden kepada MPR. ”Mungkin kami akan buat surat pengantar kepada MPR untuk kemudian proses pelantikannya diserahkan kepada mereka,” terangnya. Yang jelas, salah satu syarat pelantikan adalah SK KPU tentang penetapan presiden dan Wapres terpilih.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, memastikan bakal ada selebrasi setelah penetapan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemimpin terpilih. Sebab, proses pemilu, termasuk kampanye, berlangsung begitu lama. ”Tapi (selebrasi, Red) tidak berlebihan,” ucapnya. Dia mencontohkan PDIP yang tidak melakukan selebrasi meski menjadi kampiun pemilu dua kali berturut-turut. ”Justru kami melakukan evaluasi agar ke depan bisa lebih baik,” lanjut pria yang juga menjabat Sekjen PDI Perjuangan tersebut.

Wakil Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa ketidakhadiran Prabowo dan Sandiaga bukan tanpa alasan. Khususnya Prabowo. ”Karena memang ada agenda sebelumnya yang sudah ditetapkan dan tidak bisa diganti atau diubah,” terangnya tanpa mau menyebut agenda yang dimaksud. Lagi pula, secara hukum tidak ada kewajiban bagi Prabowo untuk hadir.

“Kemungkinan besar Pak Prabowo akan datang pada saat pelantikan,” tambahnya. Itu akan mengulang momen pada 2014. Menurut Hendarsam, momen pelantikan tersebut lebih sakral. Yang dia bayangkan, Prabowo akan hadir di pelantikan dan memberikan ucapan selamat secara resmi kepada Jokowi-Ma’ruf.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (byu/c19/oni)



Close Ads