alexametrics

Kondisi Rest Area di Sepanjang Tol Trans-Jawa pada Musim Mudik

Simpul Kemacetan saat Buka Puasa
1 Juni 2019, 14:39:56 WIB

JawaPos.com – Salah satu fasilitas vital di jalur tol trans-Jawa adalah rest area. Terutama menjelang buka puasa, hampir seluruh rest area penuh. Pantauan tim Jawa Pos, sebagian rest area tak mampu menampung kendaraan pemudik saat magrib.

Menjelang magrib, Rini Suryati bersama suami dan dua anak mereka yang akan mudik ke Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, sudah berada di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Warga Parung, Bogor, itu pun mulai mencari rest area. Antrean di rest area km 130 cukup padat. Bahkan meluber hingga ke jalan tol.

Rini dan keluarganya baru bisa masuk rest area setelah isya. Me­reka sekadar membatalkan puasa di mobil. “Akhirnya dapat di rest area km 166,” katanya kepada tim Jawa Pos kemarin.

Infografis Rest Area Tol Trans-Jawa (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Rest area km 166 salah satu favorit para pemudik. Lokasinya yang berdekatan dengan Gunung Ciremai membuat udara di area itu sejuk. Fasilitasnya juga lengkap. Ada masjid, SPBU, ATM center, dan toilet. Di area The Plaza, banyak pilihan restoran. Karena nyaman, banyak pemudik yang berlama-lama di rest area itu.

Sebelumnya, sudah diprediksi rest area tidak cukup saat arus mudik. Karena itu, pemerintah menyarankan masyarakat keluar tol untuk beristirahat. Namun, tampaknya tidak banyak pemudik yang mengikuti imbauan tersebut. Menurut pengamatan tim Jawa Pos yang memantau arus mudik dengan Isuzu MU-X, rest area mulai dipadati pada pukul 17.15. Kepadatan mulai berkurang pada pukul 18.30. Mencari tempat parkir di waktu itu dipastikan sulit. Akibatnya, antrean meluber. Bahkan, ada yang nekat berhenti di bahu jalan.

Selain lahan yang kurang luas, jarak antar-rest area terlampau jauh. Misalnya di area tol Pejagan-Pemalang setelah Brebes Barat. Rest area pertama berada di km 252, Brebes. Rest area selanjutnya 40 km berikutnya. Akibatnya, saat waktu buka puasa, banyak kendaraan yang berhenti di bahu jalan. Kondisi itu membuat arus kendaraan terhambat.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyatakan sudah menduga bahwa rest area akan menjadi sumber kemacetan di tol. “Tidak bijak memaksa BUJT (badan usaha jalan tol, Red) untuk menambah rest area baru yang hanya digunakan selama dua minggu. Investasinya cukup mahal,” katanya. Dia menyarankan imbauan keluar tol untuk beristirahat lebih diintensifkan lagi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kemarin mengunjungi tol Cikopo. Dalam kunjungan itu, Budi mengakui belum bisa mengendalikan rest area. “Oleh karenanya, manajemen rest area melakukan kombinasi dan menganjurkan pemudik untuk mampir ke kota-kota yang ada di sepanjang pantura,” tutur dia.

Sistem One Way Dipersingkat

Sistem satu arah (one way) diberlakukan di Km 70 Tol Cikampek sampai Km 263 Pejagan-Pemalang. Gerbang Tol Cikampek Utama pun dibuka seluruhnya mengarah ke Palimanan. (RAKA DENNY/JAWA POS)

Prediksi bahwa arus mudik akan mencapai puncak pada H-5 atau Jumat (31/5) tampaknya meleset. Volume lalu lintas tidak sepadat hari sebelumnya. Karena arus kendaraan lancar, Korlantas Polri dan Jasa Marga mengakhiri sistem one way jauh lebih awal, yakni pukul 19.25 WIB.

Meski demikian, Jumat pagi sempat terjadi kepadatan sehingga Korlantas mengubah waktu penerapan sistem one way atau satu arah di tol Cikampek-Brebes dua jam lebih awal, yakni sejak pukul 07.20 WIB dari km 70 gerbang tol Cikampek Utama sampai km 263 Brebes Barat.

Pemberlakuan itu diputuskan dengan memastikan bahwa lajur sebaliknya (arah Jakarta) telah steril. Dengan demikian, tidak ada pengguna jalan yang terjebak dalam perjalanan ke Jakarta. Korlantas memutuskan untuk menggeser jam pemberlakuan one way secara permanen. Untuk hari ini, Sabtu (1/6), one way yang awalnya dimulai pukul 08.00 dipercepat dua jam sehingga menjadi pukul 06.00. Pemberlakuan one way itu akan berakhir pukul 19.00 atau 20.00. “Karena jumlah kendaraan dari pagi hari hingga sore hari lebih banyak,” urai Kabag Ops Korlantas Polri Kombespol Benyamin.

Dua hari terakhir, Kamis (30/5) dan Jumat (31/5), sudah 200 ribu kendaraan melewati tol. Bila ditambah dengan beberapa hari sebelumnya, kendaraan yang melintas dari arah Jakarta telah mencapai lebih dari 400 ribu unit. Menurut Benyamin, kepadatan kemarin tidak terlalu besar. “Paling mengular hanya 300 meter,” ujarnya.

AVP Corporate Communication Jasa Marga Irra Susiyanti menyatakan, rekayasa lalu lintas dengan sistem one way menuju timur yang telah berlangsung selama dua hari berturut-turut relatif masih sesuai dengan rencana. “Kombinasi rekayasa lalu lintas one way dan contraflow pada periode mudik Lebaran 2019 dinilai sangat efektif, baik itu untuk mengurai kepadatan di lajur maupun antrean di gerbang tol,” jelas Irra.

Empat Tewas di Pantura

ARUS MUDIK DI PANTURA: Jalur Pantura Kota Tegal dipadati kendaraan dari arah Jakarta. (Jawa Pos Group)

Arus mudik di jalur pantura memakan korban jiwa. Kemarin mobil Toyota Avanza nopol B 111 SZA yang mengangkut empat penumpang terbakar di jalan raya pantura Desa Tanjungrasakaler, Patokbeusi, Subang. Sebelumnya mobil tersebut pecah ban dan menabrak dua sepeda motor.

Menurut Kapolsek Patokbeusi Kompol H. Sarjono, empat orang tewas seketika dalam kecelakaan tersebut. Mereka adalah 2 penumpang Avanza dan 2 pengendara sepeda motor. Dua anak yang ada di minibus selamat.

Awalnya minibus yang melaju dari arah Cirebon mengalami pecah ban. Setelah itu selip, menabrak pembatas jalan, dan memutar balik ke jalur berlawanan. Dua sepeda motor dari arah yang sama tertabrak. “Setelah itu mobil terbakar,” ucap Sarjono.

Jalur Jatim Masih Lancar

Kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran belum terasa di wilayah Jawa Timur (Jatim). Lalu lintas kendaraan di jalan utama maupun tol masih lancar. Meski demikian, Polda Jatim tetap melakukan antisipasi.

Di pintu tol Warugunung, arus lalu lintas masih sangat lancar. Kendaraan yang menuju Surabaya maupun sebaliknya belum banyak. Wadirlantas Polda Jatim AKBP Muhammad Aldian mengatakan, sebagian pemudik memang sudah pulang ke kampung halaman Kamis (30/5). Sebab, sebagian instansi libur sejak hari itu. Namun, masih ada yang memilih untuk mudik hari ini. Puncak mudik diprediksi terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran.

Aldian mengatakan, ada peningkatan frekuensi kendaraan yang melintas, khususnya di tol Solo-Ngawi sampai Warugunung, Surabaya. Namun, hal tersebut tidak berimbas signifikan terhadap kepadatan lalu lintas di tol. Kondisinya masih terpantau lancar.

Meski demikian, antisipasi penumpukan kendaraan di gerbang tol sudah dilakukan. Di gerbang tol Warugunung, pihak Jasa Marga sudah menambah jumlah gate. Yang awalnya hanya 10 pintu gerbang menjadi 15 pintu gerbang. Ada lima gerbang tambahan yang disiapkan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim juga membatasi truk pengangkut barang. Kepala Dishub Jatim Fattah Jasin mengatakan, pembatasan itu diberlakukan mulai Kamis (30/5) hingga Minggu (2/6). Juga pada 8-10 Juni. “Itu dilarang melintas, terutama truk bersumbu tiga ke atas.”

Jika ada truk yang nekat melintas, polisi akan menindak. Pihak dishub juga akan mendampingi. Ada beberapa angkutan barang yang masih diperbolehkan untuk melintas. Terutama yang mengangkut sembako, air minum dalam kemasan, susu, minyak, dan gas.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lyn/puj/adi/ygi/man/bin/tau/c10/c11/tom)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua