alexametrics

Nyoman Buka Suara Soal Desain Garuda yang Dipilih Sebagai Pemenangnya

1 April 2021, 17:26:54 WIB

JawaPos.com – Desain istana negara untuk Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan menuai pro dan kontra. Seniman Nyoman Nuarta menjadi sosok dibalik desain burung Garuda yang dipilih dari hasil sayembara desain Istana yang akan dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara.

Proyek itu nantinya akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Biayanya proyek yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) itu tentu saja tidak akan sedikit.

Namun, menanggapi polemik tersebut, Nyoman mengungkapkan, alasan yang dipilih adalah burung Garuda, karena merupakan lambang Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Burung Garuda tidak hanya dikenal sebagai burung mitologis, sebagaimana telah ditemukan dalam berbagai peninggalan arkeologis dan kitab-kitab klasik, tetapi telah menjelma menjadi pemersatu bangsa.

“Sosok Garuda yang kuat, tak kenal menyerah, disiplin, penuh dedikasi, satya wacana, serta pemelihara keseimbangan dunia, benar-benar telah menjadi inspirasi seluruh bangsa,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Ia juga menjelaskan, ketika menyebut kata garuda, maka akan selalu identik dengan negara besar yang memiliki luas daratan mencapai 1.919.440 kilometer persegi serta lebih dari 17.508 pulau dengan sekitar 714 suku bangsa, yang memiliki 1.100 bahasa.

Negara besar bernama Indonesia itu, kata dia, sesungguhnya sudah dikenal sejak tahun 1850 ketika James Richardson Logan menulis dalam sebuah jurnal yang terbit di Singapura. Nama Indonesia berevolusi dari kata Indunesia, yang secara perlahan berubah menjadi Indonesia, sebagaimana yang kita kenal kini.

“Sekarang, kalau menyebut nama burung Garuda, maka itulah Indonesia, negeri dengan sejarah panjang, yang dikarunia keragaman etnis dan bahasa, serta hutan tropis dengan kekayaan vegetasi yang tak ternilai harganya,” tuturnya.

Nyoman mengungkapkan, artinya, ketika kita menyebutkan nama Garuda, maka itulah sebuah rumah besar (istana) bagi persaudaraan, persatuan, dan kerukunan hidup bersama.

Baca Juga: Bom di Katedral Makassar, JK: Kita Tidak Toleransi Segala Bentuk Teror

“Apalagi kalau kita ingat semboyan yang tertulis dalam pita yang dicengkeram hari- jari kaki Garuda, Bhineka Tunggal Ika, kita berbeda tetapi tetap menjadi satu jua,” imbuhnya.

Jadi pada posisi itu, lanjutnya, Istana Negara akan menjadi simbol pemersatu bangsa. Ia mengatasi segala perbedaan, segala silang pandang, segala keragaman adat istiadat dan prilaku, dan bahkan perbedaan kepercayaan dan agama.

“Simbol persatuan yang dilekatkan pada Garuda, dalam Istana Negara akan benar-benar ditransformasikan dan diwujudkan dalam sebentuk pola arsitektur dengan mempertimbangkan aspek- aspek estetik, nilai guna, serta manfaat bagi kemajuan dunia pariwisata Tanah Air,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Romys Binekasri





Close Ads