alexametrics

Tahun Baru

Oleh LEAK KUSTIYO*
1 Januari 2019, 11:05:07 WIB

JawaPos.com – Apa yang baru? Rencana baru. Strategi baru. Target baru. Impian baru. Model yang baru. Harga-harga baru. Pernyataan baru. Tol baru. Bandara baru. Perjalanan baru. Komitmen dan sikap baru. Selalu ada yang baru!

Pemimpin Baru

Bisa presiden yang kemarin terpilih lagi. Atau benar-benar capres baru yang memenangi kontestasi sebagai presiden RI.

Kita akan pastikan 17 April nanti. Siapa pun yang akan keluar sebagai peraih suara terbanyak, kita berharap segera ada nuansa dan kegairahan ekonomi baru. Masa tunggu keputusan-keputusan bisnis segera berlalu.

Mafia Baru

Diakah Don Vito Corleone dan Salvatore Tessio, tokoh dalam film The Godfather yang lihai dan tenang itu? Bukan! Dia adalah Mbah Putih dan anggota Komite Eksekutif PSSI yang sedang menjalani pemeriksaan di Bareskrim karena diduga berada di balik pengaturan skor sepak bola.

Perang Baru

Tiongkok bebas memperdagangkan baja dan aluminiumnya ke Amerika. Tapi, Donald Trump juga bebas menaikkan tarif impornya. Pelatuk peperangan era baru di bidang dagang. Industri baja kita ikut tersambar peluru perang dagang baja Tiongkok-Amerika.

Perspektif Baru

Kita masih yakin bumi bulat-bundar. Tapi, kita mulai ragu: tanah tempat kita berpijak dan mendirikan gedung, membangun jalan beraspal, ini apakah benar-benar solid, keras, ataukah labil adanya? Atau malah likuid bagian bawahnya, cuma terlihat keras pada lapisan atasnya. Hikmah likuefaksi di Donggala, kita menjadi tidak mudah percaya hanya dengan melihat permukaan.

Tsunami Baru

Gunung Anak Krakatau sudah mulai gede. Tanpa sirene dan tanda-tanda apa pun, tahu-tahu sudah bisa bikin gulungan ombak yang begitu besarnya. Sebanyak 430 lebih meninggal terkena gulungan ombak Selat Sunda.

Lagu Baru

Makan daging anj*ng

dan sayur kooool….

Sayur kooool… Sayur kooool…

Makan daging anj*ng dengan sayur kol

Di atas adalah cuplikan syair lagu dari daerah Batak yang sebenarnya sudah cukup lama, tapi baru viral setelah dinyanyikan anak-anak lewat kanal YouTube. Setelah begitu populernya, para penyanyi dangdut koplo kini mengganti kata daging anj*ng dalam lirik lagu tersebut dengan daging kambing. Makan daging kambing dengan sayur koool… Maksudnya agar lebih nyaman di telinga dan tidak mengganggu perasaan banyak orang.

Mengawali Hari Baru

Sudah menjadi rutinitas, setiap pagi setelah bangun tidur pelanggan Jawa Pos selalu baca koran. Membuka halaman demi halaman, tak terkecuali mengamati halaman iklan dukacita. “Oh, saya tak ada di antaranya.”

Bersyukur.. Berarti masih diberi hidup dan umur panjang. Mandi, sarapan, kerja, kerja, kerja…

Koran dan Hidup Baru

Banyak koran mati karena pengelolanya yakin benar bahwa print media sudah saatnya mati. Mati oleh medsos, mati karena online, mati lantaran bersaing dengan berita gratis. Kalah dengan hoax. Sudah sekian banyak surat kabar bangkrut karena keyakinannya sendiri yang pesimistis.

Keyakinan seperti itu pertama-tama menyerang saraf dan sendi-sendi jurnalisme: integritas jurnalis melemah, reportase dijalankan tanpa etik dan etos memadai. Hasil kerja reportase dicetak tanpa angle menarik. Tanpa desain yang apik. Tanpa sentuhan fotografi yang tidak lebih baik daripada foto-foto selfie.

Koran yang sukses dan tetap eksis jumlahnya terus berkurang. Koran yang teguh keyakinannya selalu dikelola dengan kepercayaan bahwa jurnalisme yang baik akan selamanya disenangi masyarakat. Jurnalisme yang baik pula -sekarang- menuntut daya tarik baru yang lebih detail dibanding era-era sebelumnya.

Setelah sepuluh tahun lebih diuji untuk hidup di tengah lautan media online dan media sosial, dan Jawa Pos tetap menempati urutan pertama sebagai koran dengan pembaca terbanyak di Indonesia, 2019 terasa seperti sebuah hidup baru. Bersama pembaca yang begitu setia, kami tidak pernah kehilangan kendali kepercayaan diri.

Terima kasih kepada seluruh pembaca. Mari raih sukses bersama. Selamat tahun baru! 

*) Direktur Utama Jawa Pos Koran

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*)

Tahun Baru