JawaPos.com – Avatar: Fire and Ash mencatatkan skor kritik terendah dalam sejarah waralaba Avatar di Rotten Tomatoes.
Meskipun mendapatkan sambutan hangat dari penonton, para kritikus menilai film ketiga ini kurang memuaskan dibanding pendahulunya.
Berikut 5 faktor utama yang menyebabkan Avatar: Fire and Ash menerima penilaian terendah dari kritikus, seperti dilansir dari laman Screen Rant pada Sabtu (20/12).
Baca Juga: Angelina Jolie Ungkap Bekas Luka Mastektomi sebagai Bentuk Edukasi Kanker Payudara
- Pengulangan Konflik dari Film Sebelumnya
Kritikus menilai Fire and Ash terlalu banyak mengulang konflik utama dari dua film sebelumnya.
Pola pertarungan antara keluarga Sully dan pihak manusia dianggap tidak menawarkan dinamika baru. Isu kolonialisme dan perebutan wilayah kembali disajikan dengan pendekatan serupa.
Hal ini membuat film terasa kurang segar secara naratif.
- Karakter Baru Dinilai Kurang Kuat dan Ikonik
Kehadiran suku Na’vi agresif yang dipimpin Varang dinilai belum memberikan dampak emosional besar. Kritikus merasa karakter antagonis ini kurang dikembangkan secara mendalam.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Desember 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Motivasi dan latar belakangnya dianggap tidak sekuat karakter dalam film sebelumnya. Akibatnya, konflik utama kehilangan ketegangan yang maksimal.
- Fokus Cerita yang Melebar dan Kurang Terarah
Fire and Ash menampilkan banyak subplot yang dinilai mengganggu alur utama. Perjalanan emosional anak-anak Jake Sully dianggap tidak tersusun secara rapi.
Beberapa adegan dinilai terlalu panjang tanpa kontribusi signifikan terhadap cerita. Hal ini membuat ritme film terasa tidak konsisten.
Baca Juga: Pete Davidson dan Elsie Hewitt Umumkan Kelahiran Putri Pertama
- Ketergantungan Berlebihan pada Visual Spektakuler
Meskipun dipuji dari sisi visual, film ini dinilai terlalu mengandalkan keindahan Pandora. Kritikus menilai aspek cerita tidak seimbang dengan kualitas teknisnya. Efek visual dianggap menutupi kelemahan naskah dan pengembangan cerita. Akibatnya, film terasa lebih sebagai tontonan visual daripada pengalaman naratif kuat.
- Kurangnya Inovasi Dibanding Film Sebelumnya
Sebagai film ketiga, Fire and Ash dinilai tidak membawa terobosan signifikan. Kritikus berharap adanya pendekatan baru dalam penceritaan maupun tema. Namun, film ini dianggap bermain aman dan mengikuti formula lama. Hal tersebut membuatnya dinilai sebagai entri paling lemah dalam franchise Avatar.