JawaPos.com – Season kelima Stranger Things kembali membuka misteri terbesar Hawkins melalui empat episode awal Vol. 1.
Berbagai kilas balik, pengungkapan baru, serta koneksi lama dari musim sebelumnya menjadi fondasi utama alur cerita.
Berikut 10 alur cerita terdahulu yang perlu diketahui untuk memahami perkembangan cerita season kelima sekaligus menjadi season terakhir, seperti dilansir dari laman Deadline pada Kamis (27/11).
Baca Juga: Cerita di Balik Stranger Things Season 5, Ross Duffer Janjikan Episode Super Gila
- Hilangnya Will Byers dan Koneksi Langsung Pertama dengan Vecna
Season kelima dibuka dengan kilas balik yang memperlihatkan apa yang dialami Will di Upside Down. Adegan itu menegaskan bahwa hilangnya Will sejak 6 November 1983 terkait langsung dengan Vecna. Kilas balik tersebut menunjukkan bagaimana Will akhirnya tertangkap dan dibawa ke sarang Vecna.
- Gerbang Upside Down Pertama Kali Terbuka karena Eksperimen Eleven
Season ini kembali menegaskan bahwa Eleven membuka gerbang pertama secara tidak sengaja saat uji coba di Hawkins Lab. Tindakan itu membuat Demogorgon memasuki Hawkins dan memicu rangkaian peristiwa utama serial. Pembekuan waktu di Upside Down pada hari Will hilang menjadi bukti penting hubungan tersebut.
Baca Juga: Netflix Ungkap Judul Episode Serial Stranger Things Season 5
- Hawkins Kini Dikendalikan Militer dan Menghadapi Krisis Besar
Kota Hawkins berada dalam karantina militer setelah empat gerbang besar terbuka pada akhir musim keempat. Kehadiran awan abu dari Upside Down menambah tingkat kewaspadaan penduduk kota. Area pertemuan gerbang kini dijadikan Zona Kontrol Akses Militer dengan pengamanan ketat.
- Rasa Duka Dustin dan Stigma Klub Hellfire Masih Membekas
Dustin masih berduka atas kematian Eddie Munson yang tewas di Upside Down. Klub Hellfire tetap dicap sebagai organisasi pemuja setan oleh warga Hawkins. Tuduhan tersebut membuat Dustin menjadi satu-satunya anggota aktif yang masih berani menyebut namanya.
- Api Masih Menjadi Kelemahan Utama Makhluk Upside Down
Season kelima mengingatkan kembali bahwa panas dan api mampu melemahkan makhluk Upside Down. Strategi tersebut telah digunakan dalam beberapa musim, termasuk saat Joyce “mengusir” Mind Flayer dari tubuh Will. Ketidaksukaan makhluk-makhluk itu terhadap panas tetap relevan bagi strategi perlawanan akhir.
- Eleven Kembali Menggunakan Deprivasi Sensorik untuk Melacak Musuh
Kemampuan Eleven untuk memasuki Void kembali menjadi alat intelijen utama kelompok Hawkins. Namun, ia gagal menemukan Vecna, sehingga sebagian karakter meyakini bahwa musuh itu telah mati. Tidak ditemukannya Vecna melalui Void menjadi indikasi bahwa ia menyembunyikan diri lebih dalam.
- Henry Creel Terungkap Menjadi Mr. Whatsit dalam Pikiran Holly
Episode kedua mengungkap bahwa teman imajiner Holly sebenarnya adalah Henry Creel. Pengungkapan ini memperkuat fakta bahwa Henry, 001, dan Vecna merupakan sosok yang sama. Kehadiran Henry di pikiran Holly menunjukkan bahwa ia masih aktif memengaruhi targetnya secara psikis.
- Max Masih Koma dan Terjebak dalam Alam Pikiran Vecna
Max belum bangun sejak Eleven memulihkan detak jantungnya pada akhir musim keempat. Kondisi koma itu membuat Lucas terus menjaga dan memutarkan lagu “Running Up That Hill” di ruang rawatnya. Musim kelima menjelaskan bahwa Max berada dalam lanskap pikiran Vecna bersama Holly.
- Vecna Tetap Memata-matai Calon Korban melalui Hubungan Psikis
Vecna memiliki kemampuan melihat melalui mata targetnya, sebagaimana Mind Flayer dahulu memata-matai lewat tubuh Will. Hal ini memaksa kelompok Hawkins menyembunyikan lokasi Derek Turnbow untuk mencegah Vecna membaca rencana mereka. Mekanisme ini kembali mengulang pola kendali psikis Mind Flayer dari musim kedua.
- Kekuatan Will Byers Mulai Bangkit dan Diduga Berbeda dari Eleven
Vol. 1 memperlihatkan kilas balik masa kecil Will yang memicu munculnya kekuatannya. Teori bahwa Will memiliki kemampuan bawaan seperti penyihir semakin menguat melalui petunjuk visual dan dialog. Serial menegaskan bahwa kekuatan Will berbeda dari telekinesis Eleven dan memiliki peran besar pada akhir cerita.