JawaPos.com - Ketika Bulan November berakhir, kita mulai makin sering melihat hiasan-hiasan dan pohon Natal untuk menyambut Hari Raya Natal nanti pada Bulan Desember. Pada masa tersebut, kita juga akan mendengar berbagai lagu-lagu untuk merayakan pesta tersebut.
Kebanyakan lagu-lagu yang sering kita dengar adalah lagu-lagu tradisional gereja. Namun ada pula musisi baru yang menciptakan lagu baru dengan genre lain. Tapi, tentunya lagu-lagu yang akan terus dikenang dan diingat adalah lagu-lagu tradisionalnya.
Karena perayaan Hari Natal sudah dilaksanakan sejak lebih dari dua milenium yang lalu, kita dapat menemukan banyak sekali lagu-lagu dari berbagai bahasa dan gaya menyanyi.
Salah satunya adalah “Away in a Manger”, sebuah lagu dari abad ke-19 yang penulisnya masih dipertanyakan.
Sejarah
Dilansir dari Classic FM, asal muasal dari lagu klasik ini masih belum jelas. Sampai abad ke-20, lagu “Away in a Manger” dipercaya adalah salah satu karya di kumpulan buku lagu “Luther’s Cradle Song”.
Hal tersebut dikarenakan adanya keyakinan kata-kata pilihan dalam lirik lagu ini ditulis oleh Martin Luther, pendeta asal Jerman pada abad ke-16.
Namun sejarawan membuktikan bahwa hal tersebut salah, karena dalam tulisan karya Martin Luther sendiri tidak pernah menyebutkan lagu tersebut. Selain itu, teks lagu tertua lagu ini dalam Bahasa Jerman baru dirilis pada tahun 1934.
Dilansir dari Christmas Songs and Carols, publikasi pertama lagu ini muncul di dalam buku “Christmas Carols New and Old” pada tahun 1885. Buku ini diedit oleh Henry Ramsden Bramley dan John Stainer.
Bramley dan Stainer menuliskan bahwa lagu tersebut diatribusikan kepada “James Murray”. Tapi tidak jelas apakah itu nama asli penulis atau nama samaran.
Dilansir dari Hymnology Archive, salah satu cetakan pertama teks lagu ini ditemukan di sebuah koran bernama “Protestant Churchman”. Sebuah koran yang bersirkulasi di New York, Philadelphia, dan Baltimore. Teks ini dirilis pada 24 Desember 1868, dalam sebuah cerpen berjudul “A Christmas Story. Founded on Fact” oleh penulis dengan samaran “S.H.M”.
Setelah dirilis, lagu tersebut tidak mendapatkan banyak perhatian hingga tahun 1883, di mana menjadi ulang tahun Martin Luther ke 400. Karena perayaan tersebut, banyak orang menjadi tertarik dengan kisah hidup dan karya-karya Martin Luther, termasuk lagu-lagu.
Baca Juga: The First Noel, Lagu Natal Legendaris yang Menyimpan Sejarah Panjang dari Abad ke-15
Lagu “Away in a Manger” bangkit kembali karena banyak orang mengira Luther lah penulis lagu tersebut.
Karena asal muasalnya tidak jelas, lagu ini memiliki dua versi. Satu versi lebih populer di Amerika Serikat, dan satunya lagi lebih dikenal di Inggris dan Irlandia.
Amerika Serikat lebih mengenal lagu ini sebagai “Away in a Manger”, dan Inggris serta Irlandia lebih mengenal lagu ini dengan judul “Cradle Song”.
Lirik
Away in a manger, no crib for a bed,
The little lord Jesus laid down his sweet head.
The stars in the bright sky looked down where he lay,
The little lord Jesus asleep on the hay.
The cattle are lowing, the baby awakes,
But little lord Jesus no crying he makes.
I love thee, lord Jesus! Look down from the sky,
And stay by my bedside till morning is nigh.
Be near me, lord Jesus; I ask thee to stay
Close by me forever and love me, I pray.
Bless all the dear children in thy tender care,
And fit us for heaven to live with thee there.
(*)