JawaPos.com - Kisah kelahiran Yesus Kristus selalu dikenang dan dirayakan umat Kristen setiap tanggal 25 Desember. Dalam perayaan Natal, lagu-lagu bertema kelahiran Sang Juru Selamat menjadi bagian penting dari tradisi tersebut.
Beberapa lagu bahkan sudah ada sejak ratusan tahun lalu, sementara yang lain merupakan karya baru yang terus menambah warna dalam perayaan tahunan ini.
Sebagian besar lagu Natal yang populer saat ini merupakan terjemahan atau adaptasi dari lagu berbahasa asing, seperti “Little Drummer Boy” yang diciptakan oleh Katherine Davis.
Arti dari kiasan
Sebelum mengenal lebih jauh siapa penciptanya dan menyanyikan liriknya, penting untuk memahami makna di balik istilah “penabuh drum” atau drummer boy.
Dilansir dari Classic FM, sejak era Genghis Khan pada abad ke 13 hingga peperangan di era modern, penabuh drum memiliki peran penting. Dari untuk menyemangati prajurit saat perang hingga perayaan penting.
Namun sosok “penabuh drum” baru menjadi ikon yang diromantisasi pada masa Perang Saudara Amerika Serikat (1861-1865).
Baca Juga: KATSEYE Pecahkan Rekor Baru di Billboard dan Tangga Lagu Global Lewat Lagu 'Gabriela'
Pada masa itu, mereka bertugas di medan tempur untuk menandai waktu, mengatur barisan pasukan, dan menjadi alat komunikasi melalui pola ketukan drum yang memiliki arti tertentu.
Mereka berada di garis depan tanpa senjata, menjadikan peran ini salah satu yang paling berisiko namun juga paling berani. Istilah “Drummer Boy” (anak penabuh drum) muncul karena banyak dari mereka adalah prajurit muda yang masih berusia belasan tahun, namun menunjukkan keberanian luar biasa di tengah peperangan.
Dilansir dari website Christianity, dalam lagu “Little Drummer Boy”, si bocah penabuh drum bukanlah prajurit. Ia hanya seorang anak biasa, sering dikira penggembala domba muda, yang datang mengunjungi Yesus Kristus setelah ia lahir.
Namun karena ia hanya seorang anak kecil, ia tidak memiliki apa pun yang dapat diberikan sebagai hadiah. Maka dari itu, ia memainkan drumnya untuk Yesus.
Kisah sederhana ini menjadi pengingat agar manusia selalu rendah hati dan menyadari bahwa ketika berjumpa dengan Tuhan, kita tidak membawa apa pun selain ketulusan.
Dilansir dari Dogwood Journal, banyak kisah dan dongeng yang menjabarkan hadiah-hadiah yang diberikan kepada Yesus saat masih bayi. Dari cerita-cerita tersebut juga dikisahkan orang-orang miskin akan datang dan memberikan semua yang mereka miliki kepada-Nya.
Katherine Kennicott Davis (1892-1980) dan sejarah lagu
Sang penulis Katherine Davis lahir di Missouri pada tanggal 25 Juni 1892, dan selama hidupnya telah menulis lebih dari 1000 lagu.
Sehari-harinya ia bekerja sebagai guru piano di Wellesley College dan mendapatkan gelar doktor kehormatan di Stetson College atas karyanya. Banyak paduan suara menyanyikan lagunya, dan jutaan orang mendengarkannya.
Katherine dulunya mempelajari sejarah dan menaruh minat pada lagu-lagu rakyat asal Amerika dan Eropa. Perpaduan antara lagu rakyat dan tradisional yang dinyanyikan di gereja-gereja membantunya menemukan gaya musikalnya.
Dalam pencarian inspirasi untuk lagu-lagunya, ia sering membaca buku-buku sejarah, dongeng, ayat dan legenda rakyat.
Baca Juga: LE SSERAFIM Cetak Rekor Baru di Billboard Hot 100 Lewat Lagu 'Spaghetti' Bersama j-hope BTS
Pada masa-masa selesainya Perang Dunia I dan mulainya Perang Dunia II, krisis moneter terjadi. Saat itu, banyak keluarga mengalami kesulitan ekonomi dan tak mampu membeli hadiah Natal untuk anak-anak mereka. Sebagai gantinya, mereka membuat hadiah buatan tangan atau membeli barang bekas, sebuah bentuk kasih yang sederhana namun tulus.
Kondisi inilah yang kemudian menginspirasi Davis menulis lagu “Little Drummer Boy” pada tahun 1941, awalnya berjudul “The Carol of the Drum”. Lagu ini menggambarkan seorang anak penabuh drum yang ingin mempersembahkan sesuatu kepada bayi Yesus, tetapi hanya memiliki musik dari drumnya sebagai hadiah terbaik yang bisa ia berikan.
Sayangnya, saat pertama kali dirilis, lagu tersebut kurang mendapat perhatian. Lagu-lagu bertema sentimental seperti “I’ll Be Home for Christmas” lebih populer pada masa itu karena menyentuh emosi keluarga yang menantikan kepulangan orang terkasih dari perang.
Baru pada tahun 1958, “The Carol of the Drum” menemukan momentumnya ketika Harry Simeone, seorang direktur orkestra dan paduan suara, mengaransemen ulang lagu tersebut. Ia menambahkan elemen vokal yang meniru suara drum dan mengganti judulnya menjadi “The Little Drummer Boy”.
Versi ini langsung mendapatkan sambutan hangat dan meraih kesuksesan besar. Lagu tersebut akhirnya dikenal luas di seluruh dunia, sementara Katherine Davis, yang saat itu berusia 70 tahun, baru merasakan popularitas karya yang diciptakannya dua dekade sebelumnya.
Lirik lagu
Come, they told me, pa rum pum pum pum
A newborn King to see, pa rum pum pum pum
Our finest gifts we bring, pa rum pum pum pum
To lay before the King, pa rum pum pum pum
Rum pum pum pum, rum pum pum pum.
So to honour Him, pa rum pum pum pum
When we come.
Little baby, pa rum pum pum pum
I am a poor boy too, pa rum pum pum pum
I have no gift to bring, pa rum pum pum pum
That’s fit to give a King, pa rum pum pum pum
Rum pum pum pum, rum pum pum pum.
Shall I play for you, pa rum pum pum pum
On my drum?
Mary nodded, pa rum pum pum pum
The ox and lamb kept time, pa rum pum pum pum
I played my drum for Him, pa rum pum pum pum I played my best for Him, pa rum pum pum pum
Rum pum pum pum, rum pum pum pum.
Then He smiled at me, pa rum pum pum pum,
Me and my drum
Me and my drum
Me and my drum
Me and my drum
(*)