← Beranda
Film Merah Putih One for All jadi Viral Akibat Kualitas Animasinya, Ternyata Biaya Produksinya Capai Rp 6,7 Miliar, Netizen Kaget!
Nanda PrayogaMinggu, 10 Agustus 2025 | 23.23 WIB
Film animasi dalam negeri “Merah Putih One for All” . (Istimewa).

JawaPos.com - Film animasi dalam negeri “Merah Putih One for All” terus menjadi bahan perbincangan masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan kualitas animasi yang disajikan tampak jauh di bawah karya anak bangsa yang terlebih dahulu tayang.

Menariknya lagi, film animasi ini diduga menelan biaya produksi yang mencapai miliaran. Hal ini diketahui dari unggahan akun Instagram sang produser @totosoegriwo yang dikolaborasikan dengan akun instagram sang film @merahputihoneforall.

“Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga Rp 6,7 miliar rupiah seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono,” tulis unggahan tersebut seperti dilihat pada Minggu (10/8).

Dengan biaya yang besar, sejumlah netizen merasa miris dengan kualitas animasi yang dihasilkan. Seperti halnya @fifiolut*** yang membubuhkan kekesalannya lewat kolom komentar. 

“Hah 7 M hasilnya gini doang??? Sorry wae pak, aku sebagai 3D Artist malu sih kalo namaku ditaroh credit. Jujur pak, artistnya kamu bayar berapa???? wkwkwk,” ungkapnya pada kolom komentar.

Namun, terdapat pula netizen yang menyarankan untuk tidak membandingkan film ini dengan film animasi karya bangsa yang sukses besar yakni Jumbo. Hal ini dikarenakan biaya produksinya yang jauh berbeda. 

“Oke lah biaya produksi 6,7m.. jangan bandingin sama film jumbo kualitas gambarnya, jumbo itu biaya produksinya sekitar 70m loh,” ungkap @aryapradi***.

Sebagai informasi, “Merah Putih One for All” sendiri diproduksi untuk merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia. Trailernya telah dirilis di platform YouTube-nya pada Jumat (8/8). 

Film ini pun dijadwalkan mulai tayang di bioskop tiga hari sebelum hari kemerdekaan, yakni 14 Agustus 2025. Harga yang ditawarkan pada penayangan pada 17 Agustus 2025 pun menggiurkan yakni Rp 17 Ribu.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin