← Beranda

Review Film India ‘Saiyaara' yang Hadirkan Kisah Cinta Penuh Haru

Risma Azzah FatinRabu, 23 Juli 2025 | 03.53 WIB
Film Saiyaara. (Instagram @yrf)

JawaPos.com – Pendatang baru Ahaan Panday dan Aneet Padda mencuri perhatian dalam film Saiyaara, karya terbaru sutradara Mohit Suri.

Dilansir dari laman The Hollywood Reporter India pada Selasa (22/7), Film ini menandai kembalinya Suri ke gaya khasnya yang emosional dan musikal, sekaligus menjadi proyek perdananya bersama studio besar Yash Raj Films (YRF).

Yash Raj Films (YRF) Dikenal sebagai pencipta film-film bernuansa sadboi, Suri menghidupkan kembali genre romansa melodramatik yang lama terlupakan melalui sentuhan musikal yang kuat.

Baca Juga: Berjudul New Recruit: The Movie, Jeongyeon TWICE akan Main Film untuk Pertama Kalinya?

Mohit Suri mengakui bahwa kekuatan utama film-filmnya terletak pada musiknya. Penonton lebih sering mengingat lagu-lagu dari filmnya dibandingkan alurnya. Dalam Saiyaara, hal tersebut terasa sangat nyata.

Lagu-lagu dalam film ini tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan berfungsi sebagai narasi emosional yang menyatukan kisah cinta Krish dan Vaani, dua jiwa seni yang saling menyembuhkan, namun dikejar waktu akibat penyakit Alzheimer.

Film berdurasi 156 menit ini membawa penonton ke dalam kisah cinta penuh kehilangan antara Krish Kapoor, seorang vokalis yang intens, dan Vaani Batra, penulis lagu yang sensitif.

Baca Juga: 7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Nonton Film Sejarah Menurut Psikologi

Keduanya dipertemukan oleh musik, namun diuji oleh memori yang perlahan memudar. Alih-alih menjadi pahlawan yang mendominasi, karakter Krish justru berkembang menjadi kekasih yang belajar tunduk dan berkorban.

Transformasi Krish dari sosok egois menjadi pengasuh yang peka menjungkirbalikkan dinamika klise film cinta Bollywood.

Ketika Vaani didiagnosis Alzheimer, fokus narasi bergeser. Penonton tak lagi menyaksikan kisah cinta yang menuntut penyelamatan, melainkan kisah cinta yang memilih bertahan dan hadir dalam ketidaksempurnaan.

Lagu-lagu, seperti judul utama “Saiyaara”, menjadi jembatan antara masa lalu dan harapan masa depan.

Penampilan Ahaan Panday terbilang mengesankan untuk ukuran debut. Ia membawa kesegaran pada arketipe lelaki rumit yang biasanya tampil hiper-maskulin.

Sosok Krish ditampilkan labil, egois, tapi juga sangat manusiawi. Aneet Padda sebagai Vaani juga memerankan peran dengan emosi yang subtil namun kuat, menjadikan karakternya bukan sekadar pelengkap, tetapi pusat narasi emosional film.

Meski beberapa bagian skenario terkesan dramatis dan klise, seperti kembalinya mantan pacar Vaani, namun pendekatan film terhadap Alzheimer terasa tulus dan membumi.

Montase visual dan sinematik Mohit Suri, termasuk momen konser yang dipenuhi simbol dan siluet, memberikan pengalaman emosional yang sinematis sekaligus personal bagi penonton.

Bagi sebagian penonton, Saiyaara bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang untuk menemukan kembali perasaan yang lama terkubur.

Film ini mengingatkan kembali pada era ketika musik, cinta, dan kehilangan diramu menjadi satu, tanpa malu-malu mengajak penonton untuk menangis.

Suri, melalui Saiyaara, menghadirkan kembali seni merasakan yang telah lama hilang dari bioskop arus utama.

‘Saiyaara' saat ini masih tayang di Bioskop India sekaligus cetak rekor sebagai film India yang hadirkan para Aktor pendatang baru dengan pendapatan tinggi dan diharapkan mampu menembus box office di hari-hari berikutnya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho