JawaPos.com – 10 Things I Hate About You merupakan film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 1999.
Film ini dibintangi oleh aktor bernama Health Ladger dan Julia Stiles, Joseph Gordon-Levit dan Larisa Oleynik.
10 Things I Hate About You diadaptasi dari penampilan teater berjudul The Taming of the Shrew karya William Shakespeare.
Dikutip dari IMDb, 10 Things I Hate About You menceritakan kisah seorang gadis bernama Kat Strardford (Julia Stiles) dan adiknya Bianca Strardford (Larisa Oleynik).
Sinopsis
Kisah dimulai saat ayah mereka melarang anak-anaknya berpacaran. Namun, Bianca tidak dapat menerima hal tersebut. Sebaliknya Kat merasa lega ayahnya menerapkan peraturan itu.
Menurut Kat berpacaran hanyalab membuang waktu, Kat juga tidak suka menjadi gadis yang harus kemana-mana mengikuti kemauan pacarnya jika berpacaran.
Mengetahui hal ayah Kat dan Bianca membuat peraturan baru dimana Bianca boleh berpacaran jika Kat telah memiliki pacar.
Bianca merasa kesal akan peraturan baru yang dibuat oleh ayahnya. Bianca mengetahui sifat asli kakaknya kalau Kat tidak akan mau berpacaran, Hal ini menjadikan Bianca makin sulit untuk bisa punya pacar.
Disatu satu ada murid baru bernama Cameron James (Joseph Gordon-Levit) yang naksir terhadap Bianca .Cameron berusaha mendekati Bianca namun Bianca menjelaskan kalau dia tidak dapat berpacaran jika kakaknya tidak memiliki pacar.
Hal tersebut membuat Cameron untuk menyusun rencana dengan mencarikan Kat seorang laki-laki agar bisa berpacaran dengannya.Hingga akhirnya Cameron menemukan sosok laki-laki bernama Patrick Verona (Health Ladger).
Cameron melakukan kesepakatan dengan Patrick agar bisa mendekati Kat. Dengan begitu Cameron bisa mendekati Bianca dan berpacaran dengannya. Kat dan Patrick semakin dekat satu sama lain dan mereka saling memendam perasaan.
Suatu ketika di sekolah mereka mengadakan pesta dansa. Patrick mengajak Kat. Namun Kat enggan untuk datang dalam acara pesta dansa tersebut. Bianca sangat ingin pergi ke Pesta Dansa bersama Cameron, Hingga akhirnya dia membujuk Kat agar bersedia pergi.
Merasa tidak enak dengan adiknya, Kat akhirnya datang dalam pesta dansa tersebut. Dia menemui Patrick dan mereka berdua bersenang-senang bersama.
Namun, kebahagiaan mereka harus sirna setalah Kat mengetahui bahwa Patrick mendekatinya karena sebuah kesepakatan yang dilakukannya dengan Cameron.
Diakhir cerita Kat merasa kehilangan Patrick, hingga membuatnya mengungkapkan sebuah puisi yang ditujukan kepada Patrick.
Dengan lantang Kat langsung membacakan puisinya di dalam kelas dengan disaksikan semua temannya. Puisi tersebut berisikan sepuluh hal yang dia benci dari Patrick diantaranya
1. Aku benci caramu saat berbicara padaku
2. Aku benci caramu saat memandangku
3. Aku benci caramu saat membaca pikiranku
4. Aku membencimu hingga membuatku muak
5. Aku membencimu karena yang kamu katakan selalu benar
6. Aku membencimu jika kamu berbohong
7. Aku membencimu saat kamu membuatku tertawa.
8. Aku membencimu saat membuatku menangis
9. Aku membencimu saat kamu tak ada
10. Aku sangat membencimu karena aku tak bisa benci padamu.
11. 10 Things I Hate About You: Komedi Romantis Modern ala Shakespeare
Review
Kesuksesan film ini terletak pada dialognya yang cerdas, penampilan yang karismatik, dan perpaduan sempurna antara humor dan hati.
Julia Stiles bersinar sebagai Kat yang galak dan mandiri, menyampaikan dialog yang mudah diingat yang telah menjadi ikon.
Penggambaran Heath Ledger tentang Patrick Verona yang menawan dan disalahpahami sama mengesankannya.
Pemeran pendukung, termasuk Joseph Gordon-Levitt dan Larisa Oleynik, juga berkontribusi pada daya tarik film secara keseluruhan.
Meskipun premis film ini berakar pada tradisi Shakespeare, film ini terasa segar dan relevan.
Karakter-karakternya relevan, dan tema-tema cinta, persahabatan, dan pencarian jati diri beresonansi dengan penonton dari segala usia.
Musik latarnya, yang menampilkan lagu-lagu dari Letters to Cleo, menambah daya tarik nostalgia film ini.
Secara keseluruhan, 10 Things I Hate About You adalah film klasik abadi yang terus menghibur dan menginspirasi.
Naskahnya yang cerdas, pemeran yang berbakat, dan cerita yang mengharukan menjadikannya film yang wajib ditonton bagi para penggemar komedi romantis.