JawaPos.com - Drama Tiongkok Fangs of Fortune baru saja tayang perdana di platform iQIYI pada tanggal 26 Oktober 2024. Serial ini menghadirkan dua aktor ternama, Hou Minghou dan Chen Duling sebagai pemeran utama. Kehadiran Fangs of Fortune semakin menegaskan betapa produktifnya Guo Jingming sebagai sutradara serial TV.
Usai sukses lewat karyanya dalam serial My Journey to You yang dirilis setahun yang lalu, Guo Jingming kini kembali dengan karya terbarunya dalam bentuk Fangs of Fortune, hanya setahun setelah proyek sebelumnya.
Keputusan Guo guna terus berkarya dengan cepat menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan cerita-cerita yang menarik dan penuh inovasi di dunia hiburan Tiongkok. Mengutip mydramalist.com dan beberapa sumber lain, berikut ini beberapa fakta tentang drama Tiongkok Fangs of Fortune.
1. Neo Hou menjadi raja iblis
Dalam drama Tiongkok Fangs of Fortune, Neo Hou memerankan karakter Zhu Yan yang ternyata merupakan seorang raja iblis yang punya peran sangat penting dalam alur cerita. Zhu Yan yang memiliki kekuatan dan ambisi besar, menyamar sebagai seorang pria bernama Zhao Yuan Zhou, seorang yang tampaknya biasa dan tidak mencurigakan.
Dalam penyamarannya, Zhu Yan mengklaim diri sebagai seseorang yang ingin menyerah dan bekerja sama dengan pihak kekaisaran. Lebih dari itu, dia mengusulkan untuk membantu istana kekaisaran dalam upaya membentuk sebuah biro pemburu iblis, yang bertujuan menanggulangi kekacauan yang disebabkan oleh kekuatan iblis di dunia tersebut.
Taktik licik Zhu Yan dalam menyusup ke dalam kekaisaran dengan berpura-pura menyerah ini menunjukkan betapa liciknya karakter ini yang terus berupaya dalam mencapai tujuannya meski harus menyembunyikan identitas aslinya.
2. Karakter tiga dimensi hingga alur yang menarik
Drama Tiongkok Fangs of Fortune akhirnya dirilis baru-baru ini dan langsung memperoleh sambutan hangat dari para penonton. Setelah tayang, drama ini berhasil menarik perhatian luas dan menyapu berbagai platform media sosial utama, mendapat pujian atas berbagai aspeknya yang menonjol.
Dalam karya terbarunya, terlihat perubahan besar. Estetika visual yang biasanya mencolok kini disederhanakan, dan penampilan fisik aktor juga lebih minim dibandingkan standar sebelumnya, dengan semakin sedikit karakter pria dan wanita dengan pengalaman yang tidak perlu diragukan.
3. Disutradarai oleh Guo Jingming
Serial Tiongkok Fangs of Fortune disutradarai oleh Guo Jingming yang telah dikenal luas berkat kesuksesannya dalam menggarap berbagai karya besar seperti Ying Yang Master: Dream of Eternity.
Drama Fangs of Fortune menjanjikan kualitas cerita dan tampilan visual yang memukau. Sebagai seorang sutradara yang telah menciptakan banyak film dan drama populer, tak mengherankan jika drama ini tampil dengan nuansa yang sangat megah dan memikat.
4. Bertabur bintang
Drama Tiongkok Fangs of Fortune tidak hanya menarik dengan ceritanya, tetapi juga bertabur bintang yang memukau. Selain pemeran utama Hou Minghao dan Chen Duling, drama ini juga dibintangi oleh Tian Jia Rui dan Cheng Xiao.
Neo Hou memerankan Zhu Yan, raja iblis yang menyamar sebagai Zhao Yuan Zhou dan mengklaim ingin menyerah guna membantu kekaisaran membentuk biro pemburu iblis. Chen Duling berperan sebagai Wen Xiao yang bergabung dengan biro pemburu iblis bersama teman masa kecilnya dan konsul biro tersebut.
Cheng Xiao adalah sebagai Pei Sijing, penembak jitu dari Divisi Anti-Iblis. Dia banyak pujian atas penampilannya yang cantik, karakter dingin tetapi berhati hangat, serta aksi memanahnya yang berenergi tinggi. Kemudian ada Tian Jiarui yang merupakan seorang artis berbakat di bawah asuhan Guo Jingming.
5. Perpaduan tema dan elemen yang menyegarkan
Fangs of Fortune berhasil mencuri perhatian para penggemar drama Tiongkok dengan menyuguhkan kisah fantasi yang dipenuhi intrik dan visual yang memukau. Di tengah persaingan ketat dalam dunia hiburan modern, drama ini tampil sebagai angin segar, menawarkan plot yang kuat, karakter-karakter yang kompleks, dan kualitas produksi yang sangat solid.
Dengan memadukan elemen fantasi, romansa, dan intrik politik, drama ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memprovokasi pemikiran, membuat penonton terlibat dalam setiap lapisan ceritanya.
6. Kisah tentang penangkapan iblis
Mereka membentuk sebuah tim pemburu iblis untuk menghadapi makhluk iblis yang tercatat dalam The Classic of Mountains and Seas. Saat mereka menyelidiki berbagai kasus, mereka perlahan-lahan mulai mengungkap kebenaran pahit yang tersembunyi di balik tindakan jahat yang dilakukan oleh makhluk-makhluk iblis tersebut.
Dihadapkan pada tanggung jawab besar dan kehilangan orang terkasih, mereka harus menghadapi kenyataan pahit. Dalam situasi sulit ini, muncul pertanyaan, yakni mampukah persahabatan tim pemburu iblis dan cinta antara pemimpin binatang iblis serta sang dewi mengatasi dilema yang menghimpit?
***