← Beranda

Begini Penjelasan Akhir Film Joker 2, Folie A Deux Ungkap Plot Twist Arthur Fleck dan Motivasi Harley Quinn

Alviana Harmayani MasrifahSelasa, 8 Oktober 2024 | 17.11 WIB
Joker mewakili dirinya sendiri saat menjalani sidang di pengadilan Gotham City dengan Lee Quinzel selalu mendukungnya di Joker: Folie A Deux. (Den of Geek)

JawaPos.com – Joker: Folie A Deux memberikan ending yang mengagetkan. Film itu sekaligus memberikan penegasan bahwa perjalanan Arthur Fleck telah berakhir dengan sutradara Todd Phillips menutup pintu untuk seri ketiga Joker. (Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler film Joker: Folie A Deux!)

Joker: Folie A Deux menerima rating buruk di Rotten Tomatoes dan juga tidak diterima dengan baik para penonton. Di situs rating film dan serial televisi itu, sekuel Joker tersebut hanya mendapatkan rating 33% dan IMDb mengganjarnya dengan skor 5,3.

Ada banyak faktor yang menyebabkan jebloknya penerimaan Joker: Folie A Deux. Salah satunya adalah karena format musikalnya. Meski sudah beberapa kali disebutkan kalau sekuel itu akan berformat musikal, masih banyak penonton yang tidak bisa menerimanya.

Selain itu, ceritanya juga lebih gelap. Gangguan mental yang diderita Arthur kian mempengaruhi keputusan dan langkah yang diambilnya. Belum lagi, kebucinannya terhadap Harley Quinn punya pengaruh besar dalam kehidupannya di sekuel ini.

Joker: Folie A Deux berkisah tentang Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) yang mendekam di Penjara Rumah Sakit Jiwa Arkham. Dia ditangkap setelah menyebabkan kekacauan di Gotham City di film pertamanya. Di penjara itu, dia telah menjadi salah satu napi teladan.

Di luar penjara, Arthur dengan alter egonya, Joker, telah menjadi idola. Dengan sidang pengadilannya yang semakin mendekat, Arthur pun sibuk bolak balik untuk bertemu psikolog untuk mengetahui kondisi mentalnya. Di saat itulah, dia bertemu Lee Quinzel (Lady Gaga).

Lee menunjukkan keindahan dunia musik kepada Arthur. Lewat pertemuan dan obrolan mereka di klub musik penjara Arkham, Arthur jatuh cinta pada Lee. Di sisi lain, Lee sudah lama mengagumi sosok Joker, bukan Arthur.

Rasa cinta Arthur pada Lee begitu besar sampai dia jadi budak cinta alias bucin. Baginya, dunianya kini adalah Lee. Dia ingin Lee hadir di setiap sidang dan mendukungnya. Pada akhirnya, Arthur membuat pengakuan yang mengubah segalanya. Pengakuan itulah yang mengakhiri kisahnya. Seperti apa ending Joker: Folie A Deux ini? Simak penjelasannya berikut!

1. Pengakuan Arthur Fleck di Ruang Sidang

Sidang Arthur Fleck di Joker: Folie A Deux berfokus pada apakah Arthur secara sadar telah membunuh lima orang atau dia punya kepribadian ganda. Sementara pengacaranya bersikeras kalau Arthur punya kepribadian ganda, jaksa tidak sependapat.

Arthur lalu memecat pengacaranya dan mewakili dirinya sendiri dalam persidangan. Dia memakai personanya sebagai Joker dan mengubah sidang itu menjadi sebuah tontonan hiburan.

Pada sidang akhir, Arthur membuat pengakuan mengejutkan. Di hadapan para juri, dia mengatakan, kalau Joker tidak pernah nyata. Joker adalah Arthur dan dia selalu merupakan Arthur.

Pengakuan itu, baginya, berarti kehilangan rasa cinta Lee Quinzel. Cewek itu hanya tertarik padanya karena pengaruh dan kekacauan yang ditimbulkan Joker.

“Dia menyadari kalau semuanya itu begitu rusak, tidak akan pernah berubah, dan satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah membakar semuanya,” ungkap sutradara Joker: Folie A Deux, Todd Phillips, kepada Entertainment Weekly.

Arthur mendapatkan semacam pencerahan ketika menyaksikan bagaimana para sipir membunuh seorang anak di rumah sakit penjara. Saat itulah, dia sadar kalau memakai makeup dan melakukan apa yang dia lakukan, tidak akan mengubah apa pun.

“Dia lalu menerima fakta kalau dia selalu menjadi Arthur Fleck; dia tidak pernah menjadi apa pun yang telah dicitrakan kepadanya, ide yang diberikan warga Gotham kepadanya, yang dia wakilkan. Dia adalah ikon yang tidak disadari. Hal itu diberikan kepadanya dan dia tidak mau hidup dalam kepalsuan lagi — dia ingin menjadi siapa dirinya yang sebenarnya,” papar Todd.

Sutradara itu mengakui kalau hal yang menyedihkannya adalah dia Arthur dan tidak ada yang peduli tentang Arthur. Di film itu, Lee tidak pernah mengucapkan nama Arthur sampai dia meninggalkannya di tangga tempat Joker menari-nari di film pertama.

“Dia (Lee) sadar kalau dia ada di jalan lain, ‘Bung, kamu tidak bisa menjadi apa yang aku inginkan’,” kata Todd.

Sutradara itu juga mengonfirmasi kalau obrolan antara Lee dan Arthur memang benar-benar terjadi. Obrolan mereka bukanlah interaksi yang diimajinasikan seperti hubungan asmara palsu antara Arthur dan Sophie (Zazie Beetz) di film pertama.

2. Motif Harley Quinn

Harley Quinn diperkenalkan sebagai Lee Quinzell di Joker: Folie A Deux. Tanpa latar belakang yang jelas, dia berhasil membuat Arthur mabuk kepayang. Bahkan, Arthur tidak mengindahkan peringatan pengacaranya kalau Lee sudah berbohong kepadanya.

Lee adalah cewek red flag. Dia sangat manipulatif. Dia membuat Arthur percaya kalau dia sangat mencintainya dan takut kehilangan dirinya. Lee bahkan bisa membuat Arthur memecat pengacaranya. Namun, yang harus diperhatikan, Lee tidak pernah memanggil Arthur sebagai Arthur, tapi Joker.

Di sepanjang film, Lee berharap bisa mengeluarkan persona Joker dari Arthur. Cewek itu percaya kalau Arthur tidak mengidap kepribadian ganda seperti yang diklaim pengacara dan dokter. Dia memandang, Arthur dan Joker adalah dua orang yang sama. Bagi Lee, Joker adalah orang nyata, bukan topeng.

Mengutip Screen Rant, banyak motif Lee yang bisa menyebabkan itu semua. Dengan berbohong dan menumpuk kecenderungan kasar di dalam diri Arthur, Lee sepertinya berusaha “membangkitkan” Joker.

Cita-cita Lee untuk melakukan itu belum terungkap. Tapi, bisa jadi terkait pada kecenderungan sakit jiwanya dan ketertarikannya pada psikiatri. Dari semua itu, motif Lee di Joker 2 berakar dari cinta dan pengidolaan berlebihan.

Film pertama Joker memunculkan debat apakah tindakan Arthur benar. Joker terlihat mendapatkan banyak pengikut yang menggunakan personanya sebagai cara untuk menjustifikasi kekerasan, agresi, dan pembunuhan. Lee adalah personifikasi semua itu di Joker 2. Dia jatuh cinta pada ide itu yang menjelaskan motifnya yang ingin mengubur Arthur dan melepaskan Joker.

3. Akhir Arthur di Penjara Arkham

Di ruang sidang, Arthur menampilkan identitasnya sebagai Joker untuk mewakili dirinya sendiri. Joker sudah menjadi sosok pelarian Arthur saat menghadapi krisis. Dia mengejek hukum dan mendapatkan dukungan dari pengikutnya.

Tapi, seiring berjalannya waktu, rasa bersalah terus membebani pundak Arthur. Di akhir persidangan, Arthur membunuh persona Joker dan mengakui kalau dia bersalah di hadapan hakim serta juri. Momen inilah yang memicu kematian Arthur di akhir film.

Setelah kehilangan peluang untuk meninggalkan Penjara Arkham, Arthur terlihat sudah berdamai dengan nasibnya. Dia menonton kartun bersama rekan sesama napi dan para sipir. Dia tetap dengan tenang menonton televisi tanpa terganggu fantasinya.

Sipir lalu memanggilnya karena ada pengunjung. Tapi, sebelum Arthur menemui tamunya, pasien lain di Arkham memanggilnya. Dia mengungkapkan lelucon padanya dan menikamnya sampai mati. Ini membuat Arthur tewas seperti Murray Franklin, yang dibunuh orang asing yang terobsesi padanya dan merasa dikhianati ucapannya di televisi.

Mengutip Screen Rant, Joker selalu menjadi karakter misterius di DC Comics. Biasanya, cerita latar Joker tidak diketahui atau dibuat dari berbagai macam dusta dan dugaan.

Joker sepertinya memberikan cerita asal usul konkret penjahat itu. Tapi, Joker: Folie A Deux menghancurkannya karena ada Joker baru yang terlahir. Joker baru ini punya cerita latar berbeda, motivasi berbeda, dan pendekatan berbeda terhadap kekacauan.

Joker kedua di Folie A Deux punya Senyum Glasgow mirip Joker versi Heath Ledger. Tapi, dia adalah karakter yang benar-benar baru. Ini karena lini masa trilogi Dark Knight tidak pas dengan lini masa Joker.

4. Mengapa Harley Quinn Meninggalkan Joker?

Harley Quinn atau Lee Quinzel di Joker: Folie A Deux sadar kalau dia jatuh cinta pada Joker, bukan Arthur Fleck. Dia segera meninggalkan Arthur begitu dia membuat pengakuan di ruang sidang.

Arthur masih berharap bisa balikan dengan Lee. Dia bahkan berusaha menggaetnya lagi dengan menyanyi di telepon. Arthur bahkan menolak bantuan dari para pengikutnya demi bertemu Lee dan kabur dari Gotham bersamanya. Tapi, Lee malah pergi sendiri. Dia tahu kalau Arthur akan ditangkap dan dikirim ke penjara dengan vonis yang lebih berat.

Di sisi lain, pengikut Joker juga tak jauh berbeda dari Lee. Mereka meledakkan bom yang menghancurkan gedung pengadilan. Awalnya, bom itu dikira sebagai usaha untuk membantu Arthur kabur sebelum mendapatkan vonis mati.

Tapi, ledakan itu terjadi beberapa saat setelah Arthur tidak mau lagi menggunakan persona Joker dan mengaku kalau dia hanyalah seorang Arthur Fleck yang rapuh. Meski bom itu tidak dieksplorasi lebih jauh, apa yang terjadi setelahnya, menurut Screen Rant, membuktikan kalau pendukung Joker tidak pernah peduli dengan Arthur Fleck. Alih-alih, pendukung Joker hanya ingin sarana untuk haus darah mereka yang tidak punya tujuan.

Pasien Arkham yang membunuh Arthur juga mewakili sifat Joker dan pendukungnya yang tidak punya tujuan. Pasien ini meneladani Joker dan berharap meneruskan warisannya. Tapi, dia menganggap Arthur sebagai penghambat potensi Joker.

Dia melihat pemisahan Arthur dari persona Joker sebagai jalan tol untuk menyingkirkan Arthur dan menggantikan posisinya sebagai Joker. Arthur menghabiskan waktu lama untuk terkenal, tapi dia malah membuat orang lain dikenal. Joker sekarang hanyalah konsep.

5. Makna Sesungguhnya Joker: Folie A Deux

Joker: Folie A Deux memberikan akhir yang memuaskan bagi Arthur Fleck. Dia mendapatkan ketenaran, mempersonifikasikan amarahnya, dan membalaskan dendam pada orang yang dianggap telah mengkhianatinya. Tapi, aksi Arthur tidak bisa dibenarkan, mau seperti apa pun penggambarannya.

Mengutip Screen Rant, alih-alih melipatgandakan hasrat aneh Arthur dan membiarkannya kabur dengan bebas, Joker: Folie A Deux memugar identitas Joker-nya. Arthur tidak lagi bisa hidup tanpa menghadapi balasan atas aksinya dan dia harus mati bersama Joker.

Joker 2 ini dibuka dengan cuplikan kartun yang menggambarkan perjuangan Arthur melawan bayangannya sendiri. Bayangan itu mewakili Joker—sisi lebih gelap Joker dan rasa bersalah yang diembannya.

Sekuat apa pun Arthur melawan bayangannya, dia terlalu lemah untuk mengendalikannya. Pada akhirnya dia menderita. Lee Quinzel dan pengikut Joker gagal memahaminya. Mereka segera menyerang Arthur begitu dia menjauhkan diri dari Joker.

Seperti yang ditampilkan di kartun itu, Arthur gagal mengatasi sisi gelapnya di sepanjang Joker: Folie A Deux. Dia juga tidak bisa menikmati perdamaian sebelum Joker lain membunuhnya. Sama seperti Lee Quinzel dan pengikut Joker, penonton yang mengidolakan aksi Arthur di Joker mungkin kecewa dengan akhir Joker: Folie A Deux.

Arthur tidaklah jauh berbeda dari penjahat kejam dan anarkis seperti yang digambarkan akhir Joker. Arthur Fleck tidak pernah menjadi pembunuh berdarah dingin seperti yang ditampilkan Joker ke publik. Arthur harus berusaha keras untuk membunuh orang.

Hanya masalah waktu sampai Lee melihat Joker dan meninggalkan Arthur. Begitu juga, hanya masalah waktu sampai penggemar dan media menyukainya, menyingkirkannya, dan menggantikannya dengan Joker yang baru.

EDITOR: Edy Pramana