JawaPos.com — Memasuki musim gugur di Jepang pada bulan Oktober ini, anime-anime yang tayang pada musim panas pun mulai berakhir satu per satu. Cukup banyak judul baru yang secara tidak terduga menjadi hype di musim ini, salah satunya adalah serial Too Many Losing Heroines.
Anime yang tayang sejak bulan Juli yang dapat kamu saksikan melalui aplikasi iQIYI, Bstation/Bilibili, Prime Video, dan Crunchyroll ini hadir membawa kesegaran di tengah teriknya sinar matahari yang menyengat di musim panas.
Bergenre romcom atau komedi-romantis, serial Too Many Losing Heroines, yang merupakan adaptasi dari novel ringan karangan Amamori Takibi ini, ternyata tidaklah seperti judul-judul serial lain dengan genre yang sama.
Ketika nanti kamu memutuskan untuk menonton serial ini, buang jauh-jauh semua ekspektasi kalau kamu bakalan dapat anime dengan cerita ala FTV menye-menye yang penuh drama salah paham nan cringe dan bertebaran fanservice yang mengundang itu dari pikiranmu! Sebab kamu enggak bakalan dapat semua itu di serial komedi-romantis satu ini.
Kenapa? Penasaran apa sebabnya? Yuk, simak ulasan berikut ini!
Menyoroti Kisah Mereka yang Tersisih dari Sisi Orang-orang Terkasih
Serial anime yang digarap oleh talenta-talenta muda dari studio A-1 Picture ini, seperti judulnya, bukan berfokus pada cerita para pemenang dalam kontestasi percintaan remaja. Namun, justru menyoroti kisah cinta mereka yang mesti tersisih dari sisi orang-orang terkasihnya.
Mengutip situs MyAnimeList, ada tiga heroine (tokoh wanita) utama dalam serial komedi-romantis ini: Yanami Anna (VA: Tono Hikaru) si gadis populer dengan segala tingkahnya yang mengejutkan, Yakishio Lemon (VA: Wakayama Shion) si gadis klub atletik yang polosnya bukan main, dan Komari Chika (VA: Terasawa Momoka), si anggota klub literatur yang imut dan pemalu. Mereka bertiga adalah siswi tahun pertama dari SMA Tsuwabuki yang memiliki seragam aneh dengan dasi kupu-kupu bertumpuk empat.
Ketiganya, entah karena ada campur tangan takdir atau tidak, berbagi satu kesedihan sebab ditolak oleh gebetan masing-masing dan sama-sama menumpahkan semua perasaan sedih sebab rungkad-nya kisah cinta mereka ke orang yang sama, yaitu siswa anggota klub literatur yang biasa-biasa saja bernama Nukumizu Kazuhiko (VA: Umeda Shuuichirou) yang sebetulnya juga tidak begitu paham dengan permasalahan romansa para remaja.
Meskipun masih bertanya-tanya bagaimana dirinya bakal bereaksi jika hidupnya berubah drastis karena cinta, Nukumizu, sebagai tokoh yang tidak menonjol, tiba-tiba mendapati dirinya terlalu dekat dengan pusat perhatian ketika ia menyaksikan teman sekelasnya yang populer, Anna Yanami, ditolak oleh teman masa kecilnya di tengah restoran keluarga.
Sementara Nukumizu berharap bisa segera melupakan apa yang baru saja dilihatnya dan melanjutkan hidup seperti biasa, dengan paksa Anna menarik Nukumizu dan lantas meratapi statusnya sebagai teman masa kecil yang ditakdirkan untuk dicuri kekasihnya.
Sesaat setelah ia terpaksa berperan sebagai tempat curhat Anna, Nukumizu pun segera terjebak dalam derasnya arus drama hubungan kedua gadis lain: Lemon dan Chika. Tak punya pilihan lain dan didorong keluar dari zona nyamannya, Nukumizu pun mendapati dirinya menjadi tokoh utama dalam kehidupan mereka yang kalah dalam perebutan hati sang kekasih.
Tidak Ada Satu Tokoh pun yang Beres dalam Serial Ini
Cerita dalam serial Too Many Losing Heroines, memang berpusat pada kisah cinta trio siswi SMA Tsuwabuki, Anna, Lemon, Chika, dengan gebetan masing-masing yang berakhir kandas dan Nukumizu yang berbaik hati mendengarkan setiap keluh-kesah mereka.
Namun, ketika kamu mengamati ketiga tokoh perempuan utama di sepanjang durasi serial anime ini berlangsung, maka kamu pun akan paham kenapa mereka semua bisa kalah dari kontestasi cintanya sendiri.
Singkatnya, mereka bertiga, dan juga tokoh-tokoh lain di dalam serial ini, adalah orang-orang yang tidak beres. Namun, ‘tidak beres’ di sini bukan dalam artian yang negatif, lho, teman-teman! Sebab memang sebagaimana halnya manusia, apalagi remaja, pasti ada sisi-sisi yang memang sengaja tidak kita perlihatkan di depan orang-orang tertentu karena sisi tersebut sangat berlainan dengan kepribadian atau persona yang kita tampilkan.
Yanami Anna, si gadis berambut biru ini memang seorang siswi yang disebut-sebut populer karena cantik, imut, supel, dan mudah berbaur, tapi ternyata di balik semua itu dirinya adalah seorang tukang makan dan sangatlah tidak pandai mengatur keuangannya sendiri sehingga sering kali berhutang kepada Nukumizu.
Yakishio Lemon, si gadis berkulit kecokelatan anggota klub atletik ini memang ekstrover dan periang, tapi sesungguhnya dia adalah orang yang polosnya bukan main sampai membuat satu kelas melongo saat festival budaya.
Komari Chika, si gadis mungil berambut merah yang juga anggota klub literatur seperti Nukumizu, memang pemalu dan selalu diserang cemas ketika berbicara dengan orang-orang yang sampai membuatnya punya banyak waktu untuk meneliti rasa air dari setiap keran pancuran yang ada di sekolahnya. Meskipun demikian, Chika adalah gadis yang serius, kuat, tangguh, dan juga dewasa, yang sayangnya tidak bisa terlihat sebab kecemasan akutnya terhadap pandangan orang.
Lalu, Nukumizu Kazuhiko, si murid anggota klub literatur ini, sekilas, memang terlihat biasa-biasa saja dan acuh terhadap sekitarnya. Namun, di balik personanya yang demikian, ternyata Nukumizu adalah orang yang peduli kepada orang-orang terdekatnya. Terlihat dari bagaimana dia tetap mendengarkan setiap curhatan dari ketiga temannya bahkan sampai rela menuruti semua keinginan egois mereka seperti menguntit kencan sang Gebetan atau merencanakan kencan palsu.
Selain keempat tokoh utama, ternyata tokoh-tokoh sampingan dalam serial ini pun juga sama tidak beresnya dengan mereka. Sebut saja Konuki Sayo (VA: Saitou Chiwa) si guru pembimbing klub literatur yang ternyata doyan menguntit murid-muridnya, Shikiya Yumeko (VA: Anzai Chika) si anggota OSIS SMA Tsuwabuki yang mageran dan doyan bikin salah paham, Chihaya Asagumo (VA: Ueda Reina) pacar Mitsuki yang super posesif bahkan sampai menyisipkan pelacak ke pacarnya sendiri, atau Nukumizu Kaju (VA: Tanaka Minami) adik dari tokoh utama kita yang terindikasi bro-con parah.
Ketidakberesan tokoh-tokoh dalam serial Too Many Losing Heroines ini memang dimunculkan sebagai unsur komedi, tapi secara tidak langsung juga memotret realita di sekitar kita yang mana tidak semua orang sempurna tanpa cela; akan selalu ada hal-hal ‘tidak beres’ dari orang-orang, ‘kan?
Dengan adanya ketidakberesan tersebutlah yang menjadikan para tokoh dalam serial ini unik dan menarik, sehingga penonton diharapkan akan terus bertanya-tanya perihal kejutan-kejutan apa lagi yang akan diberikan mereka sampai akhir durasi serial ini.
Singkat, Padat, Rungkad!
Mengutip situs The Review Geek, walau hanya mendapat jatah 1 cour saja, tapi anime ini secara ajaib mendedikasikan seluruh durasinya untuk mengeksplorasi dilema dari setiap gadis, menyisipkan adegan yang membangkitkan emosi, ketegangan, dan kenangan masing-masing. Pun sepanjang 12 episode serial ini Nukumizu menemukan dirinya di selalu terseret di tengah masalah gadis-gadis ini dan melakukan yang terbaik untuk membantu mereka yang pantas mendapatkannya.
Melalui skenario yang membagi cerita menjadi tiga babak (satu babak 4 episode), Too Many Losing Heroines secara padat mengemas tema-tema seperti persahabatan, patah hati, kecemasan sosial, depresi, merelakan orang tersayang pergi ke pelukan orang, perbaikan diri, dan lain-lain. Tema-tema yang cukup dekat dengan kita, ‘kan?
Selain itu, unsur komedi yang ada dalam anime ini terasa fantastis. Anime ini menawarkan humor fisik, kering, parodi, dan jenaka yang akan membuat banyak orang tertawa terbahak-bahak tanpa henti. Menonton serial Too Many Losing Heroines, yang tak ubahnya seperti adaptasi kegagalan kisah kita semua ini, kamu tidak hanya diajak untuk menertawakan rungkad-nya kisah para tokohnya, kamu mungkin juga akan menertawakan dirimu sendiri sebab alasan yang serupa.
Betul, tidak perlu bersedih sebab patah hati, tertawakan saja kegagalan kisah cintamu sambil nonton serial Too Many Losing Heroines yang singkat, padat, dan rungkad ini!
***