← Beranda

12 Rekomendasi Anime Bertema Artificial Intelligence yang Ramalkan Nasib Manusia di Tengah Gempuran Kecerdasan Buatan di Masa Depan

Erie DewanggaRabu, 25 September 2024 | 04.18 WIB
12 rekomendasi anime tentang artificial intelegence atau kecerdasan buatan. (myanimelist)

 

 

JawaPos.com —  Tahukah kamu, meskipun artificial intelligence baru saja menarik perhatian masyarakat dunia akhir-akhir ini, tapi ternyata anime dan manga bertema kecerdasan buatan telah ada bahkan sejak tahun 1970-an, lho!

Beberapa isu pelik di dalam perdebatan tentang kecerdasan buatan saat ini, seperti di mana tempat artificial intelligence dalam masyarakat, bagaimana etika dan moral terkait penciptaan serta penggunaannya, kapan AI bisa dianggap sebagai makhluk berakal, bahkan sampai dengan hukum-hukum yang mengatur mereka (seperti yang diatur dalam tiga hukum robotika-nya Isaac Asimov), semuanya telah dieksplorasi secara terperinci dalam media seperti anime dan manga!

Artificial Intelligence yang muncul dalam anime dan manga mencakup definisi teknologi yang lebih luas daripada yang kita ketahui secara umum. Pada beberapa anime dan manga, kecerdasan buatan tidak hanya mencakup program perangkat lunak seperti ChatGPT, tetapi juga penggunaan AI sebagai komponen dalam entitas teknologi yang lebih besar dan lebih kompleks seperti robot dan android.

Gagasan umum yang dibahas dalam anime bertema AI biasanya berkisar di seputar kehidupan manusia yang didukung oleh kecerdasan buatan beserta dampak-dampaknya, dan biasanya menyoroti dilema serta bias etika saat artificial intelegence berfungsi di dunia nyata.

Meskipun beberapa sistem tersebut belum menjadi kenyataan saat ini, tetapi penggambaran AI dalam anime dan manga sangat akurat di beberapa judul yang ada. Meskipun pahlawan super, alien, dan entitas supernatural lain dalam media-media hiburan masih tetap imajiner, tapi kecerdasan buatan dalam anime dan manga dapat menjadi bukti konsep yang diperlukan untuk menunjukkan pro-kontra masyarakat AI di masa depan.

Buat kamu yang penasaran tentang masa depan yang futuristik serta ingin tahu bagaimana hubungan manusia dengan AI, yuk, simak 12 rekomendasi anime bertema kecerdasan buatan yang coba ramalkan masa depan manusia di tengah gempuran artificial intelligence yang disarikan dari berbagai sumber berikut ini!

  1. Ghost in The Shell

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan melalui aplikasi Prime Video ini bercerita tentang Mayor Motoko Kusanagi dari Seksi 9 yang mempelopori kasus yang melibatkan seorang peretas misterius yang dikenal hanya sebagai "Dalang," yang meninggalkan jejak korban dengan ingatannya telah dilucuti.

Saat Motoko mengikuti jejak penjahat misterius itu, pihak-pihak lain mulai terlibat, memaksanya untuk menghadapi sifat kasus yang sangat rumit. Merenungkan berbagai pertanyaan filosofis, seperti makna hidupnya sendiri, Motoko segera menyadari bahwa orang yang akan memberikan jawaban-jawaban itu tidak lain adalah Sang Dalang sendiri.

Serial anime yang terdiri dari beberapa judul ini mengajakmu untuk mempertanyakan isu-isu seperti: identitas kemanusiaan ketika batas antara ‘manusia’ dengan ‘mesin’ sangat tipis; implikasi filosofis dari mesin yang menjadi makhluk berakal dan pertimbangan etis tentang hak dan keberadaan mereka; serta dilema etika penggunaan AI dalam penegakan hukum dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu, melansir situs datasciencedojo, serial ini juga mengangkat persoalan tentang pengawasan, privasi, dan tanggung jawab moral mereka yang mengendalikan teknologi canggih.

  1. Psycho-Pass

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan di aplikasi Crunchyroll, Prime Video, dan Hulu ini bercerita tentang keadilan dan penegakannya yang telah berubah pada abad ke-22 dengan mana Jepang memberlakukan Sistem Sibyl untuk mencegah kejahatan.

Narasi utama anime ini mengikuti operasi yang dilakukan oleh Akane Tsunemori dan Shinya Kougami bersama Divisi Investigasi Kriminal Biro Keamanan Publik, sebuah divisi yang ditugaskan untuk menangkap orang-orang yang dianggap sebagai penjahat laten oleh Sistem Sibyl. Namun, Akane sering kali menghadapi dilema moral dan etika tentang keadilan serta kehendak bebas dalam tugas-tugasnya dikarenakan ia mengetahui bahwa Sistem Sibyl tidak sesempurna yang diasumsikan. Dengan semua yang diketahuinya berubah, Akane bergulat dengan pertanyaan tentang apa sebenarnya keadilan itu, dan apakah keadilan dapat ditegakkan melalui penggunaan sistem yang mungkin sudah korup sedari awal?

Mengutip situs datasciencedojo, serial anime ini menawarkan gambaran yang menarik sekaligus menakutkan tentang penegakan hukum di masa depan bilamana diserahkan kepada kecerdasan buatan. Sehingga, dengan menonton serial anime ini kamu akan diajak untuk melihat dampak dari kebergantungan manusia terhadap AI dalam penegakan hukum serta kontrol masyarakat sekaligus mengeksplorasi ambiguitas moral kita dan merenungkan kembali tema-tema yang berkenaan dengan kebebasan berpendapat serta kontrol sosial.

  1. Serial Experiment Lain

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime jadul yang bisa kamu saksikan di aplikasi Crunchyroll dan Prime Video ini bercerita tentang Lain Iwakura, seorang gadis 14 tahun yang canggung dan tertutup, yang tiba-tiba menerima email spam dari teman sekelasnya yang baru saja bunuh diri. Lain yang tidak memiliki keinginan atau pengalaman untuk bersentuhan dengan teknologi, ketika membuka email tersebut pun langsung tersedot ke dalam Wired, sebuah dunia virtual dari jaringan komunikasi yang mirip dengan internet.

Kehidupan Lain berubah drastis saat ia mulai didatangi beragam misteri satu per satu. Dengan batas-batas antara dunia nyata dan dunia maya yang kian kabur, Lain pun semakin tenggelam ke dalam peristiwa-peristiwa yang lebih surealis di mana identitas, kesadaran, dan persepsi adalah konsep-konsep yang mengambil makna baru!

Buat kamu yang penasaran dengan sejauh mana teknologi dapat mempengaruhi manusia, menonton anime ini adalah pilihan yang tepat, sebab kamu akan diajak berdebat tentang kesadaran serta identitas dan juga batas-batas realitas fisik dan digital. Menengok isu di dalam serial ini yang aktual dengan masa sekarang, mengutip situs movieweb, maka tak mengherankan kalau anime ini disebut telah melampaui zamannya karena isu-isu yang dihadapinya relevan dengan apa yang kita hadapi saat ini.

  1. Ergo Proxy

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime berlatar dunia paska-apokaliptik yang bisa kamu saksikan di aplikasi Crunchyroll, Prime Video, dan Hulu ini bercerita tentang Kota Kubah Romdo, tempat peradaban manusia terakhir di bumi sebab ribuan tahun yang lalu bencana ekologi global menghancurkan planet ini. Untuk mempercepat pemulihan, para ilmuwan menciptakan "AutoReivs," robot mirip manusia guna membantu kehidupan sehari-harinya. Namun, AutoReivs mulai terjangkit Virus “Cogito" yang memberi mereka kesadaran.

Re-l Mayer, cucu dari penguasa Romdo, ditugaskan untuk menyelidiki fenomena ini bersama rekan AutoReiv-nya, Iggy. Di saat yang sama, Vincent Law juga menghadapi kejadian yang surealis berkenaan dengan AutoReiv bernama Pino. Keempat tokoh utama kemudian berjuang menyelidiki misteri Romdo. Namun, penyelidikan itu dengan cepat berubah menjadi konspirasi saat mereka dihadapkan pada dosa-dosa tergelap umat manusia.

Mengutip situs datasciencedojo, serial ini memuat isu-isu terkait identitas dan tujuan dari diciptakannya AI serta dinamika koeksistensi antara manusia dengan artificial intelegence ketika para kecerdasan buatan yang telah terpapar virus Cogito mendapat kehendaknya sendiri. Dikarenakan  alasan tersebutlah, menurut situs movieweb, anime suram ini tidak hanya mengupas isu terkait kecerdasan buatan, tapi juga menyentuh isu-isu tentang kemanusiaan dan teknologi serta hubungan di antara keduanya.

  1. Pluto

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang mengadaptasi karya Naoki Urasawa yang hanya bisa kamu saksikan di aplikasi Netflix ini bercerita tentang Gesicht, seorang android dan detektif dari Europol, yang ditugaskan untuk menemukan pembunuh Montblanc, seorang robot veteran perang. Meskipun diduga hanya robot yang dapat melakukan kejahatan ini, tapi pembunuhan seorang aktivis hak robot menimbulkan keraguan terhadap identitas si penjahat. Memang, di luar insiden yang terjadi delapan tahun lalu, robot telah diprogram agar tidak dapat membunuh manusia. Namun, kurangnya bukti di tempat kejadian perkara dan kesamaan modus operandi membuat Gesicht menduga bahwa kedua pembunuh itu mungkin makhluk yang sama—baik manusia maupun robot.

Tak lama kemudian, robot veteran perang elit lainnya secara misterius terbunuh. Bertekad untuk menghentikan pembunuh itu agar tidak menghabisi nyawa kelima veteran yang tersisa, Gesicht meminta bantuan Atom, android canggih yang menyerupai anak manusia. Duo ini sekarang harus memburu dalang pembunuhan berantai ini sebelum jatuh korban berikutnya sembari berusaha agar jangan sampai tatanan masyarakat mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi karena ulah si penjahat!

Mengutip situs movieweb, anime yang memuat tema yang cukup membuat otak melintir ini tak ubahnya teka-teki nan berlapis-lapis yang perlahan-lahan menyusun dirinya sendiri. Pun serial ini, melansir situs datasciencedojo, akan membawamu pada eksplorasi yang dalam tentang artificial intelegence beserta implikasinya dan isu-isu faktual seperti biasnya pandangan yang memicu ketidakadilan sampai dengan etika dan moral terkait penciptaan dan penggunaan kecerdasan buatan.

  1. Vivy: Fluorite Eye’s Song

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan di kanal Crunchyroll serta aplikasi Prime Video ini bercerita tentang sebuah masa ketika AI telah menjadi bagian integral dari manusia. Vivy, artificial intelegence otonom pertama, yang bertugas menyebarkan kebahagiaan melalui suaranya. Di sebuah taman hiburan tempat ia hampir tidak pernah mendapatkan penonton yang layak, Vivy berusaha untuk mencurahkan isi hatinya melalui performanya di atas panggung. Terikat untuk mengulanginya hari demi hari sampai sesosok kecerdasan buatan canggih dari masa depan muncul dan meminta bantuannya untuk menghentikan perang. Tanpa diberi waktu untuk memproses wahyu yang membalikkan dunianya, Vivy terlempar ke dalam perjalanan selama seabad untuk menghindari kehancuran.

Melalui serial ini, kamu akan diajak untuk merenungi lagi isu-isu tentang identitas dan tujuan artificial intelegence serta hubungan antara manusia dengan kecerdasan buatan. Namun, mengutip situs movieweb dan datasciencedojo, isu yang paling menarik dari anime ini adalah terkait konsekuensi dari komunikasi antarsistem kecerdasan buatan yang saling terhubung ternyata dapat menimbulkan hasil yang tak terduga

“Vivy: Fluorite Eye’s Song” menonjol sebagai serial yang memukau secara visual dan menggugah pikiranmu untuk mengeksplorasi dampak potensial AI pada masyarakat. Serial ini memikat penonton dengan kedalaman emosional dan menimbulkan pertanyaan pedih tentang masa depan AI dan peran manusia dalam membentuknya.

  1. NieR:Automata Ver1.1a

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan di kanal Crunchyroll serta aplikasi Netflix, Bstation, dan Prime Video ini bercerita tentang dunia pasca-apokaliptik yang dikuasai oleh Machine Life-forms buatan alien, umat manusia bersiap untuk perlawanan terakhirnya. Terpaksa mundur ke Bulan demi keselamatan, manusia menaruh harapan mereka pada sekelompok android buatan mereka yang dikenal sebagai prajurit YoRHa. Dipimpin oleh android tempur serba guna YoRHa No. 2 Tipe B, atau disebut "2B," kelompok tersebut akan berjuang merebut kembali kendali Bumi dari tangan penjajah.

Saat perang melawan mesin berkecamuk, YoRHa perlahan mulai melihat serpihan kebenaran pertama yang mendasari konflik brutal tersebut. Menghadapi kenyataan pahit di hadapannya, prajurit yang tak tergoyahkan 2B mulai mempertanyakan keberadaannya dan seberapa besar pengorbanan yang harus ia lakukan demi kemanusiaan!

Android dan robot bukanlah hal baru bagi penggemar sains-fiksi, dan hadirnya plot di mana mereka lepas kendali bisa muncul sebab rasa takut manusia akan kemajuan ilmiah yang terlalu cepat. Mungkin kalian tahu bahwa formula narasi semacam ini masih relevan sampai sekarang, mengingat kecepatan perkembangan teknologi telah meningkat sangat pesat. Namun, penceritaan serial anime ini memberikan sentuhan orisinalitas di mana para android atau robot ini mendapat kemampuan untuk berevolusi yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kepekaan emosi yang melampaui pemrograman destruktif mereka.

  1. Plastic Memories

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan di Crunchyroll dan Hulu ini bercerita tentang Tsukasa Mizugaki yang berhasil mendapatkan pekerjaan di Sion Artificial Intelligence Corporation yang bertanggung jawab atas penciptaan "Giftias,” sebuah android super canggih yang hampir tidak dapat dibedakan dari manusia. Namun, tidak seperti manusia, Giftia memiliki rentang hidup maksimum sekitar sembilan tahun empat bulan. Terminal Service One, stasiun tempat Tsukasa ditugaskan, bertanggung jawab untuk mengumpulkan Giftia yang telah melewati tanggal kedaluwarsa, sebelum mereka kehilangan ingatan dan menjadi agresif. Di sana ia dipasangkan dengan Giftia bernama Isla yang menarik hatinya.

Namun, jarum jam terus berjalan, dan Tsukasa harus berdamai dengan perasaannya terhadap Isla sebelum waktunya habis. Tidak peduli seberapa besar seseorang menginginkannya, tidak ada yang bertahan selamanya.

Mengutip situs movieweb, Plastic Memories mencoba untuk mengajak kita merenungi lagi hubungan antara AI dengan manusia serta konsep melankolis yang diimbangi dengan momen-momen kegembiraan serta wawasan yang bijaksana tentang implikasi penggunaan kecerdasan buatan terhadap kehidupan mereka.

  1. Carole & Tuesday

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan di Netflix ini bercerita tentang 50 tahun sejak umat manusia bermigrasi ke Mars yang telah mengalami terraformasi, tempat mereka hidup dengan nyaman berkat kemajuan artificial intelligence. Carole tinggal di kota metropolitan Alba City, bekerja paruh waktu di siang hari dan bermain keyboard di malam hari; sementara Tuesday melarikan diri dari Hershell City demi melepaskan diri dari cengkeraman keluarganya agar bisa menekuni musik dengan gitar akustiknya.

Setelah pertemuan yang menentukan, keduanya memutuskan untuk tampil bersama. Berhadapan dengan para penyanyi AI yang mendominasi dunia musik, keduanya percaya bahwa bersama-sama mereka dapat menyampaikan perasaan mereka melalui lagu-lagu mereka. Akankah kerja keras dan keberuntungan cukup bagi duo ini untuk menciptakan keajaiban terbesar yang pernah ada di Mars?

Mengutip situs movieweb, Carole & Tuesday menghadirkan kesegaran pada kisah-kisah musikal berbalut teknologi tentang dua gadis yang belajar untuk tumbuh dan unggul dalam hal yang mereka sukai. Tak ketinggalan, serial ini juga menyentuh isu-isu seperti media sosial, kompetisi, dan kerja keras meraih mimpi!

  1. ATRI: My Dear Moments

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan di Crunchyroll dan aplikasi Bstation ini bercerita tentang Ikaruga Natsuki yang kembali dengan rasa kecewa dan mendapati rumahnya tertelan laut. Ditinggal tanpa keluarga, yang dimilikinya hanyalah kapal selam dan setumpuk utang. Memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepadanya oleh penagih utang yang mencurigakan, Catherine, ia pun berlayar untuk mencari reruntuhan laboratorium neneknya yang tenggelam. Namun, yang mereka temukan bukanlah kekayaan atau permata, tetapi seorang gadis yang tertidur di dalam peti di dasar laut bernama Atri.

Atri adalah robot dengan kecerdasan buatan, tetapi penampilannya serta kekayaan emosinya akan menipu siapapun hingga mengira dia adalah manusia. Sebagai rasa terima kasih karena telah diselamatkan, dia bersumpah untuk menjadi kaki untuk Natsuki sampai pemuda itu kembali bahagia.

Menonton anime yang kental dengan nuansa musim panas ini akan membuatmu merenungkan arti dari emosi, terlebih yang terkait dengan kecerdasan buatan: mungkinkah mereka memiliki dan memahami emosi seperti manusia?

  1. Sing a Bit of Harmony

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan di Crunchyroll dan aplikasi Prime Video ini bercerita tentang Satomi Amano, putri dari manajer proyek yang telah merevolusi teknologi AI. Namun, karena kedudukannya, gadis itu terisolasi dari teman-teman sekelasnya. Pada suatu hari, saat bersiap untuk sekolah, Satomi menemukan usulan yang menarik dari ibunya: sebuah artificial intelligence akan membuktikan apakah robot dapat hidup berdampingan dengan manusia. Penasaran dengan bagaimana ibunya akan memulai proyek tersebut, Satomi pun berangkat ke sekolah, tetapi yang berdiri di depan kelas tidak lain adalah kecerdasan buatan itu sendiri!

Sebagai subjek penelitian, Shion Ashimori ditugaskan untuk menyesuaikan diri seperti gadis remaja normal tanpa mengungkap identitas aslinya. Namun, Shion memiliki tujuan lain dalam pikirannya—untuk membuat Satomi bahagia. Dengan bakatnya dalam bernyanyi, Shion berusaha untuk menciptakan melodi yang harmonis yang tidak hanya menghubungkannya dengan teman-teman barunya tetapi juga menghilangkan ketidakhamonisan dalam hati Satomi.

Menonton serial ini, kamu akan dibawa untuk menghayati lagi perkara identitas dan batas-batas antara artificial intelligence dengan manusia.

  1. The Gene of AI

Mengutip dari situs MyAnimeList, anime yang bisa kamu saksikan melalui aplikasi Bstation, iQIYI, serta kanal YouTube Muse Asia ini bercerita tentang suatu masa di mana 10 persen dari populasi akan terdiri dari Humanoid—mesin dengan fungsi canggih dan kecerdasan buatan yang menyerupai kepribadian manusia—yang mudah dikenali dari pupil matanya yang menyamping. Pasien-pasien khusus ini juga memerlukan dokter khusus. Pada siang hari, Dr. Hikaru Sudou menjalankan klinik medis untuk Humanoid; pada malam hari, dengan nama panggilan Moggadeet, ia melakukan prosedur ilegal dan mengumpulkan informasi tentang ibunya yang hilang.

Hikaru menemui pasien dengan berbagai masalah yang unik, seperti seorang Humanoid yang berjuang dengan pertanyaan apakah ia dan sumber data cadangannya adalah orang yang sama, seorang Humanoid remaja yang tidak dapat meningkatkan kemampuan atletiknya, dan bahkan boneka beruang robot dengan ingatan dari banyak pemilik. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi dunia, pertanyaan-pertanyaan baru dan lebih kompleks seputar manusia pun muncul. Dengan setiap kemajuan baru, semakin sulit untuk mendefinisikan apa yang benar-benar membuat seseorang menjadi manusia atau Humanoid.

Mengutip situs movieweb, The Gene of AI adalah anime sederhana yang tidak hanya menampilkan kecerdasan buatan dalam sudut pandang yang positif, tetapi juga mengeksplorasi ada-tidaknya regulasi dalam masyarakat. Dengan menyoroti berbagai cara artificial intelligence yang dapat mengalami malfungsi, serial ini mencoba untuk membangkitkan perhatian kita terhadap risiko yang dibawa oleh kecerdasan buatan. Namun, pada saat yang sama, aspek sains dalam anime ini yang penuh pertimbangan mencoba menggambarkan koeksistensi AI-manusia dengan cara yang pahit-manis, relevan, membuka mata, dan membangkitkan semangat.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti