JawaPos.com – Film ‘Dua Garis Biru’ merupakan film garapan sutradara Ginatri S. Noer yang diproduksi oleh Kharisma StarVision Plus dan sempat tayang di bioskop pada 2019.
Film ‘Dua Garis Biru’ yang dibintangi oleh Adhisty Zara dan Angga Yunanda ini pun telah meraih berbagai penghargaan, seperti dalam Penghargaan Piala IMAA 2020 memenangkan kategori Film Favorit, Pemeran Pasangan Terfavorit, Pemeran Utama Pria Terfavorit, Pemeran Utama Wanita Terfavorit, dan Pemeran Wanita Pendukung Terfavorit.
Tak hanya itu, film ini juga meraih penghargaan di skala internasional pada Golden Gate International Film Festival dengan kategori Winner Best Foreign Film, Winner Actor Female, dan Winner Best Director.
Setelah sekian lama, akun Instagram resmi Film ‘Dua Garis Biru’ tampak menunjukkan aktivitasnya kembali dengan mengganti nama dan profilnya menjadi ‘Dua Hati Biru’ pada awal tahun 2024. Namun, belum ada postingan terbaru dari akun tersebut.
Pergantian nama akun Instagram itu pun menimbulkan pertanyaan netizen di media sosial X akan kelanjutan sekuel kisah Bima dan Zara.
“Keknya lulus kuliah dari luar negeri, si cewek pulang kampung dan lanjut berumahtangga beneran terus bakal ngebahas isu" konflik rumahtangga usia muda.. seru kayaknya mengingat DGB diawali dgn lumayan bagus.. nunggu ahhh,” tulis akun X @lllllllita.
Namun, akun X @HabisNontonFilm mengabarkan jika Adhisty Zara yang berperan sebagai Dara dalam Film ‘Dua Garis Biru’ tidak ikut dalam proyek film ini.
“DUA HATI BIRU lagi syuting (dari Desember lalu). Sekuel DUA GARIS BIRU ini disutradarai Gina S. Noer & Dinna Jasanti. Adhisty Zara gak lagi ikut di project ini. Sementara ada lead cast baru, Nurra Datau, putri Sha Ine Febriyanti, yg terlibat. Cast lainnya: Angga Yunanda, Cut Mini, Maisha Kanna, Lulu Tobing, Arswendy Bening Swara, dan Shakira Jasmine,” tulis akun tersebut.
Film ‘Dua Garis Biru’ sebelumnya setelah tayang juga diangkat menjadi novel dengan judul yang sama yang ditulis oleh Lucia Priandarini.
Novel ini ditulis berdasarkan skenario film tentang kisah dua anak SMA ini.
Dalam film ini diceritakan Bima dan Dara termabuk asmara hingga bergaul melampaui batas yang berakibat pada Zara yang mengalami kehamilan.
Bima berusaha meyakinkan untuk bertanggung jawab atas akibat tersebut.
Sementara, Dara yang dikenal sebagai seorang siswa yang berprestasi mengalami persoalannya terkait rencana pendidikannya untuk melanjutkan ke luar negeri.
Hingga akhirnya Bima dan Dara menikah dan melahirkan anak mereka.
Namun, Bima lah yang merawat anak mereka, Dara tetap melanjutkan menggapai mimpinya untuk kuliah ke luar negeri.
Mengutip JawaPos.com, sang Sutradara, Gina, mengatakan, film ‘Dua Garis Biru’ memang dibuat untuk menimbulkan perbedaan pendapat.
“Saya harap ini bisa menjadi bahan diskusi. Saya tidak berharap orang akan melihat akhir film ini sebagai solusi terbaik. Ini hanya satu di antara banyak kemungkinan,’’ ucapnya.
Selain itu, film ini juga diharapkan juga memberikan penekanan terkait pentingnya edukasi seks kepada remaja yang disampaikan melalui konflik yang seimbang antara remaja dan keluarganya yang menunjukkan jika hal tersebut bukanlah tabu tetapi diperlukan.
Menurutnya film ini pun dapat dinikmati oleh remaja maupun dewasa yang telah menjadi orang tua dan memiliki anak.
Baginya film ini dapat menunjukkan persoalan dari sudut pandang remaja dan insight tentang bagaimana keluarga menyikapi persoalan kehamilan di luar pernikahan.