← Beranda

Mikasa Ackerman, Karakter Wanita Terkuat dalam Anime AOT Karena Memiliki Kisah Hidup Paling Tragis

Cahyo Yuman TripamungkasSelasa, 7 November 2023 | 13.45 WIB
Mikasa Ackerman Attack on Titan Final Season. Sumber foto: (Instagram (@acckerman_mikasa),)

JawaPos.com - Sepuluh tahun telah berlalu sejak anime Attack on Titan pertama kali menghiasi layar televisi pada tahun 2013.

Akhirnya, saat yang telah lama dinanti-nantikan pun tiba. Ending dari Attack on Titan telah tiba di depan mata kita.

Dilansir dari realsound.jp pada Senin (6/11), anime "Attack on Titan" season 4 bagian 4 diumumkan sebagai penutup dari kisah epik yang diciptakan oleh Hajime Isayama.

Bicara karakter dalam dunia Attack on Titan karakter Mikasa Ackerman adalah salah satu yang mengalami kisah paling tragis.

Dari awal hingga akhir cerita, hidup Mikasa selalu dipenuhi dengan momen-momen sedih.

1. Kehilangan Keluarganya Saat Masih Kecil

Mikasa lahir sebagai anak dari seorang ibu Asia dan ayah yang merupakan keturunan Klan Ackerman. Keluarganya hidup dengan damai di dalam Wall Maria.

Namun, nasibnya sebagai satu-satunya warga Asia menjadikannya target bagi para bandit yang mengincarnya.

Ketika Mikasa masih berusia sembilan tahun, para bandit mengambil tindakan keji dengan membunuh orang tua Mikasa dan menculiknya dengan tujuan menjualnya sebagai budak.

Namun, beruntung bagi Mikasa karena Eren Yeager muncul sebagai penyelamat.

2. Keluarga Angkatnya Pun Menjadi Korban

Baca Juga: Lagu Baru dan yang Terakhir oleh The Beatles, Now and Then Puncaki Tangga Lagu di Inggris

Setelah peristiwa tragis tersebut, Mikasa diadopsi oleh keluarga Yeager.

Namun, kebahagiaan mereka terputus ketika setahun kemudian, Colossal Titan muncul dan menghancurkan Wall Maria, memaksa para Titan murni menyerang wilayah Eren.

3. Harus Menyaksikan Teman-temannya Mati

Salah satu beban berat yang harus dipikul oleh Mikasa Ackerman adalah melihat teman-teman seperjuangannya tewas dalam pertempuran.

Banyak sekutu yang terkorban sejak bergabung dengan Survey Corps, tetapi salah satu kematian yang paling menghantui adalah kematian Sasha Blouse saat menyerang Marley.

4. Membunuh Eren dan Kehilangan Cinta Sejatinya

Mikasa akhirnya harus menghadapi momen yang paling sulit dalam hidupnya saat ia terpaksa membunuh Eren dengan tangannya sendiri untuk menghentikan Rumbling.

Keputusan itu memaksanya kehilangan semua orang yang dicintainya, termasuk Eren, yang ternyata mencintainya lebih dari sekadar keluarga.

Ironisnya, Mikasa harus merasakan rasa sakit kehilangan Eren, sementara tidak tahu bahwa Eren juga sangat mencintainya, meskipun dalam cara yang berbeda.

5. Misteri Burung Putih

Episode terakhir Attack on Titan kita melihat Mikasa kembali ke negeri Eldia.

Mikasa duduk sendirian di bawah pohon kenangan tempat Eren sering tertidur, yang juga menjadi tempat batu nisan Eren berada.

Baca Juga: Empat Bulan Sejak Debut, ZEROBASEONE Rilis EP Kedua MELTING POINT, Berbicara Soal Harapan dan Pencapaian

Saat itu, ingatannya membawanya kembali ke masa kecil ketika dia pernah membangunkan Eren di bawah pohon yang sama.

Ketika seekor burung putih muncul dari mana tidak jelas, dan dengan cekatan mengikat kembali syalnya yang biasanya dibungkus oleh Eren.

Burung tersebut kemudian terbang tinggi ke angkasa, memiliki makna "putusnya hubungan dengan masa lalu."

Burung putih itu kemungkinan adalah reinkarnasi atau alter ego Eren, menyampaikan pesan terakhir kepada Mikasa, mengatakan kepadanya untuk melanjutkan hidupnya.

EDITOR: Hanny Suwindari