JawaPos.com – Saat memikirkan Harry Potter, peran dari Profesor Albus Dumbledore pasti menjadi salah satu icon dari serial tersebut.
Kepala Sekolah Sihir dari Hogwarts ini membantu mengajarkan Harry dan teman-temannya pada dunia sihir.
Sepanjang tujuh buku Harry Potter, Albus Dumbledore menjadi salah satu karakter paling kompleks dalam serial ini.
Para pembaca mengetahui banyak rahasia tentang masa lalu Dumbledore, namun beberapa kisah masih diselimuti kerahasiaan.
Novel-novel ini membuktikan bahwa tidak dibatasi hanya pada sebuah tulisan saja, namun juga dibuktikan dengan sebuah seri film yang telah diproduksi.
Tantangan terbesar dari serial novel ini adalah menemukan tiga aktor yang dapat tumbuh dan berkembang selama sepuluh tahun produksi.
Namun, memerankan Dumbledore sama pentingnya. Film ini membutuhkan karakter mentor yang menonjol yang bisa lembut dan kuat.
Aktor legendaris Irlandia, Richard Harris berperan dalam film Harry Potter and the Sorcerer's Stone karya Christopher Columbus, namun secara tragis Richard meninggal dunia setelah The Chamber of Secrets selesai dibuat.
Perannya kemudian digantikan di film berikutnya oleh aktor Irlandia terkenal lainnya, Michael Gambon yang meninggal pada 2023, setelah meninggalkan adegan yang begitu memorial pada Harry Potter dengan perannya sebagai Kepala Sekolah Hogwarts.
Serial prequel dari Harry Potter, Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald memutuskan untuk menampilkan versi yang lebih muda dari Dumbledore yang diperankan oleh aktor Jude Law.
Namun, tampaknya perjalanan Dumbledore di layar kaca mungkin telah terhenti dikarenakan performa yang kurang baik dari film ketiga Fantastic Beasts di box office yang membuat Warner Brothers ragu untuk melanjutkan serial untuk menuju bab keempat dan kelima.
Baca Juga: Bongkar Chat Karyawaan Fuji Telat Digaji, Akun Instagram Ini Tak Takut, Gas Terus
Masing-masing aktor hebat ini menunjukkan sisi yang berbeda dari perannya sebagai Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore. Berikut ini adalah ketiga aktor yang menjadi Dumbledore.
Michael Gambon
Michael Gambon benar-benar mewujudkan peran Dumbledore. Selama lima kali kehadirannya, Gambon memberikan akting yang kompleks dalam karakter tersebut, dengan menunjukkan bagaimana hubungannya dengan Harry berubah seiring berjalannya waktu.
Harry Potter dengan seiring berjalannya waktu menyadari bahwa kepala sekolahnya telah merencanakan banyak hal bertahun-tahun sebelumnya, dan menyembunyikan banyak masa lalunya dari setiap karakter di Harry Potter.
Michael membuat perannya di Half-Blood Prince menjadi sangat emosional. Dia juga membawakan adegan Dumbledore paling ikonik menjadi sangat epik. Pertarungannya dengan Lord Voldemort (Ralph Fiennes) dalam The Order of the Phoenix sangat mendebarkan.
Albus menunjukkan awal kisah hubungannya dengan Voldemort dimulai dalam kilas balik The Half-Blood Prince. Momen-momen terakhir Michael sebagai karakter dalam The Deathly Hallows - Bagian 2, saat Harry melihat Dumbledore di alam baka versi Dunia Sihir begitu sempurna.
Momen tersebut menjadi paling melodramatis atau membingungkan jika tidak menangkap makna dari novelnya, tapi Michael menampilkannya dengan sangat memukau di serial ini.
Michael Gambon juga menunjukkan sisi yang lebih manusiawi dari Dumbledore dengan menyesali hal-hal di masa lalunya, percakapannya dengan Severus Snape (Alan Rickman) memberikan pemahaman tentang hubungan antara keduanya yang membuat keseluruhan serial ini menjadi lebih menarik.
Jude Law
Baca Juga: Tiba-Tiba Kolaborasi! Aespa, Ive dan G-idle Kejutkan Penggemar Saat Rilis Teaser Berjudul ‘Nobody’
Para penggemar sangat antusias dengan munculnya Dumbledore dalam serial Fantastic Beasts, karena buku-buku Harry Potter mengisyaratkan latar belakang hubungan antara Dumbledore dan penyihir jahat Gellert Grindelwald. Rowling mengungkapkan bahwa hubungan itu romantis.
Namun, Jude Law hanya diberi sedikit peran yang menimbulkan kekecewaan bagi penggemar mengingat betapa gencarnya promosi atas kemunculannya dalam film ini.
Penulisan ulang dari sejarah keluarga Dumbledore dalam film ini menjadi kurang berhasil karena adegan Law yang sangat kurang.
Beruntungnya, Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore memperbaiki setiap aspek dari film pendahulunya.
Mads Mikkelsen menjadi pilihan tepat untuk memerankan tokoh antagonis, dan film ini juga berfokus pada hubungan kedua tokoh tersebut.
Law menunjukkan lebih banyak emosional dan karisma dalam diri Dumbledore.
Meskipun masih ada rasa penasaran terhadap perannya di serial ini, Law menunjukan keunikan masa muda Dumbledore yang berbeda.
Kita dapat melihat beberapa keceriaan yang sama seperti dalam serial Harry Potter di film Fantastic Beasts, seperti Dumbledore yang menghadiahkan tongkat sihir kepada muggle atau yang bisa disebut orang yang tidak memiliki keahlian sihir, yakni Jacob Kowalski (Dan Fogler) dan memberinya kata-kata inspirasi untuk menunjukkan keberanian dalam menghadapi kejahatan.
Serial Fantastic Beasts mengalami perubahan besar dari awal rilisnya, cerita awal dari serial ini hanya berisi petualangan penyihir dengan monster konyol miliknya yang berlatar Dunia Sihir, namun berubah menjadi jelas bahwa serial ini digunakan untuk menampilkan cerita latar belakang dari "Perang Sihir" untuk pertama kalinya.
Richard Harris
Kematian Richard Harris merupakan sebuah kesedihan bagi dunia perfilman mengingat betapa aktifnya dia di tahun-tahun terakhirnya.
Harris telah menampilkan peran-peran ikonik seperti Raja Arthur dalam film musikal Camelot pada tahun 1967 dan "English Bob" dalam film barat kesayangan Clint Eastwood "Unforgiven".
Harris sangat cocok dengan perannya di dua film pertama Harry Potter. Peran Dumbledore di film tersebut menjadi sosok yang hangat dan mengayomi.
Harris membantu membuat adegan-adegan pembuka menjadi menarik, namun tetap menciptakan karakter yang kompleks tanpa mengisyaratkan mengenai kegelapan yang nantinya akan terungkap.
Harris hanya memberikan sedikit sentuhan pada peran tersebut untuk membantu mendefinisikan kepribadian Dumbledore yang unik. Harris berhasil menampilkan sosok pemimpin yang bijaksana.
Meskipun The Chamber of Secrets dianggap sebagai salah satu adaptasi yang kurang, namun Harris memberikan sebuah dialog terbaik dalam film ini "Bukan kemampuan kita yang menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, melainkan pilihan kita.".
Meskipun karakter Albus dibebani dengan rahasia gelap yang mengganggunya, tetapi dia masih mampu memberikan energi positif bagi sekitarnya dan menawarkan Harry berupa bimbingan yang diperlukan untuk mempersiapkan kejadian yang akan dialami Harry.