← Beranda

Expend4bles: Film Bertabur Bintang yang Membosankan dan Berantakan

Banu AdikaraJumat, 22 September 2023 | 19.22 WIB
Film Expendables 4 atau Expend4bles.

JawaPos.com - Banyaknya nama-nama besar dalam sebuah film memang tidak bisa menjamin bagus atau tidaknya sebuah karya. Tidak sedikit film yang dihiasi bintang-bintang ternama justru berakhir mengecewakan.

Franchise The Expendables adalah contoh yang bagus untuk menunjukkan bahwa banyaknya aktor/aktris besar dalam sebuah film tidak selamanya berbanding lurus dengan kualitasnya.

Setelah hadir dalam tiga film terdahulu di tahun 2010, 2012 dan 2014, The Expendables memasuki sekuel berikutnya yang diberi judul Expend4bles.

Disutradarai Scott Waugh, film laga ini kembali dibintangi oleh Sylvester Stallone, Jason Statham, Dolph Lundgren, Randy Couture, serta sejumlah nama baru yang belum pernah muncul di seri pendahulunya, termasuk aktor dan pesilat Indonesia, Iko Uwais.

Expend4bles mengisahkan tentang petualangan terbaru The Expendables, para tentara bayaran yang dipimpin Barney Ross (Stallone), ke Libya untuk memburu sekelompok pembunuh bayaran yang mencuri sebuah hulu ledak nuklir untuk diserahkan ke sosok misterius bernama Ocelot.

Ocelot sendiri merupakan penjahat yang sudah lama diburu oleh Barney, namun ia gagal menuntaskan misinya tersebut.

Dalam misi berbahaya tersebut, Barney Ross tewas setelah pesawat yang ia piloti ditembak jatuh oleh salah satu pembunuh bernama Rahmat (Iko Uwais). Kematian Barney pun membuat kepemimpinan The Expendables berpindah ke bahu Lee Christmas (Statham).

Bersama dua tokoh veteran Gunner Jensen (Lundgren) dan Toll Road (Couture) serta dibantu para anggota baru yang terdiri dari Easy Day (50 Cent), Lash (Levy Tran), Decha (Tony Jaa), Gina (Megan Fox) dan Galan (Jacob Scipio), Christmas pun bergerak memburu Rahmat dan komplotannya sembari mengungkap identitas Ocelot yang sesungguhnya.

Sejujurnya, hampir tidak ada yang bisa dipuji dari Expend4bles. Film ini begitu berantakan dan membosankan, bahkan jauh lebih buruk ketimbang tiga film pendahulunya yang, sebetulnya, sudah cukup amburadul.

Plot cerita yang kelewat sederhana, tertebak dan penulisan skrip yang terkesan sangat malas menjadi nilai minus utama dalam Expend4bles.

Kekurangan di atas, dalam kasus beberapa film lain, sesungguhnya bisa sedikit termaafkan jika aktor-aktor yang berkecimpung di dalamnya bisa menghadirkan dialog yang menarik serta chemistry yang kuat satu sama lain.

Sayangnya, hal itu juga tidak terjadi di Expend4bles. Percakapan yang terjadi di sepanjang film betul-betul tidak menarik sama sekali. Sejumlah jokes yang dilempar pun hanya berakhir menjadi celetukan garing yang membuat dahi berkerut.

Dengan segala kekurangan tersebut, maka satu-satunya harapan untuk 'menyelamatkan' film ini tentu saja dari adegan action yang semestinya menjadi nilai jual utama sebuah film yang dijejali oleh nama-nama yang biasa malang melintang di genre baku hantam dan baku tembak.

Namun, sutradara Scott Waugh lagi-lagi gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Teruntuk penonton Indonesia, hal yang paling mengecewakan jelas adalah porsi pertarungan Iko Uwais melawan Jason Statham yang sangat sebentar.

Padahal, ini adalah adegan yang sangat ditunggu mengingat kedua aktor tersebut terkenal karena kemampuan mereka dalam bela diri. Apalagi, Iko Uwais merupakan antagonis utama di film ini.

Secara keseluruhan, sulit untuk menyebut Expend4bles sebagai sebuah film yang patut ditonton. Pada akhirnya, sesuai dengan makna dari 'expendable' yang, jika diterjemahkan secara bebas, berarti 'bisa dibuang', maka Expend4bles sepertinya layak untuk 'dibuang' dari daftar film yang patut Anda tonton di tahun ini.

EDITOR: Banu Adikara