JawaPos.com - Hari Musik Nasional yang jatuh tepat pada hari ini, Senin (9/3), disambut dengan kegembiraan sekaligus kegelisahan oleh sejumlah seniman dan musisi. Pada satu sisi bangga karena ada hari untuk merayakan musik secara nasional. Namun pada sisi lain muncul kegelisahan karena permasalahan dalam dunia musik masih banyak.
Salah satunya adalah minimnya lagu untuk anak-anak. Jika dulu muncul penyanyi-penyanyi anak hebat yang menjadi kebanggaan Indonesia sampai sekarang seperti Tina Toon, Jushua Suherman, Agnez Mo, dan Sherina. Kini sudah semakin susah untuk mencari nama penyanyi anak atau penyanyi cilik. Meski beberapa tahun belakangan kita dibuat bagga oleh Naura, penyanyi anak yang kini beermetamorfosa menjadi penyanyi remaja.
Penyanyi anak kian jarang di Indonesia karena lagu-lagu anak semakin jarang diproduksi. Industri musik Tanah Air seakan semakin tidak mengakomodasi lagu-lagu anak. Hal itu diakui oleh penyanyi asal Jawa Timur, Nurbayan. Dia pun ikut miris lagu-lagu anak kian jarang terdengar. Gelisah lagu-lagu anak semakin jarang, pelantun lagu Pokoke Joget itu berkomitmen untuk membuat lagu untuk anak-anak di tahun ini.
"Iya memang (lagu anak semakin jarang).Insya Allah tahun ini saya akan bikin lagu anak- anak," ucap Nurnayan kepada JawaPos.com, Senin (9/3).
Sejak beberapa tahun belakangan Nurbayan sejatinya sudah sempat merasakan kegelisahan lagu-lagu anak mulai jarang terdengar. Di tahun lalu dia sedikitnya mengeluarkan dua lagu anak berjudul Sepeda dan Bangun Pagi.
"Terakhir bersama almarhum Mas Agung Hercules kita membuat karya anak-anak. Karena lagu anak-anak sekarang jarang," paparnya.
Nurbayan berharap media khususnya televisi bisa memberikan ruang yang proporsional akan lagu-lagu anak.
"Setiap tahun saya selalu membuat lagu anak-anak , tapi mungkin promosinya kurang. Jadi kita harapkan juga media televisi memberi wadah karya lagu anak-anak. Bukan sekedar film dan game-game," harapnya.