← Beranda

Akibat Pergaulan Blues, Sisi Kritis dan Konyol Jason Ranti

Mohamad Nur AsikinSelasa, 16 Mei 2017 | 08.50 WIB
Jason Ranti saat tampil di Borneo House Kemang, Jakarta Selatan, Senin (15/5) malam. Jason Ranti saat tampil di Borneo House Kemang, Jakarta Selatan, Senin (15/5) malam.

JawaPos.com - Musisi Jason Ranti resmi merilis album solo pertamanya berjudul Akibat Pergaulan Blues. Album tersebut mulai dikerjakan dengan santai sejak akhir 2016 dan berhasil dirilis pada 15 Mei tahun ini.


Terciptanya Akibat Pergaulan Blues diinisiasi dan diproduseri oleh Junior Soemantri. Album tersebut berisi 11 lagu yang ditulis sendiri oleh Jason Ranti.


Menariknya, pria yang akrab disapa Jeje itu mengatakan bahwa album itu tercipta tanpa ada rencana yang jelas.


"Karena takdir dan pertanggungjawaban dengan sang pencipta," kata Jason Ranti kepada JawaPos.com, Senin (15/5).


Jeje mengungkapkan, album termasuk proses kreatif dibalik pembuatan materi hingga artwork dikerjakan sendiri. Lagu-lagu secara keseluruhan merupakan proses natural dirinya sebagai seorang musisi. Bahkan mengenai inspirasi albumnya, dengan berseloroh Jeje menyatakan berasal dari suatu yang tidak terduga. "Dari internet dan warung jamu, dari majalah Bobo teruatama si Rongrong dan si Bona," jelasnya.


Menariknya, pada departemen lirik Jason Ranti justru terdengar kritis. Meski bait demi bait dibuat dengan gaya bertutur yang cenderung konyol, sarkastik, tanpa melupakan segi menghibur. Jeje bercerita tentang apa yang dilihatnya di sekitar. Sisi liar imajinasinya itu menjadi poin menarik di album Akibat Pergaulan Blues. 


Lagu berjudul Bahaya Komunis dipilih menjadi single pertama untuk album Akibat Pergaulan Blues. Peluncuran single serta album itu dilaksanakan di Borneo House Kemang, Jakarta Selatan, Senin (15/5) malam. Di sana juga digelar diskusi dengan pembicara: Oomleo, Arie Dagienkz, Sir Dandy, Soleh Solihun, dan Abie Borneo. 


Sekadar informasi, dunia musik profesional Jason Ranti dimulai bersama band Stairway to Zinna. Bersama band ini dia sempat mengeluarkan album Asisi (2012) serta album kompilasi Karol’s Trip to Zinna (2013) bersama Karon n Roll, That’s Rockefeller dan Indische Party.


Namun karena kejenuhan bermain bersama band, Jeje kini memutuskan untuk bermain solo. Sempat bercita-cita jadi anggota dewan, namun kalah bersaing dengan beberapa politikus. Akhirnya Jeje pun banting setir menjadi seorang solois. (ded/JPG)

EDITOR: Mohamad Nur Asikin