Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 20.40 WIB

Sinopsis Film The Golden Compass, Petualangan Lyra di Dunia yang Membelah Keyakinan

The Golden Compass, film fantasi epik dari adaptasi novel (Dok. IMDb)

JawaPos.com The Golden Compass adalah film fantasi petualangan yang dirilis pada akhir 2007 dan disutradarai oleh Chris Weitz dengan anggaran besar untuk sebuah produksi New Line Cinema.

Film ini diangkat dari novel Philip Pullman dan dijajakan sebagai adaptasi visual dari dunia paralel yang kompleks dan kaya mitologi.

Versi layar lebarnya mencoba merangkum buku pertama dari trilogi menjadi cerita yang berdurasi sinematik namun padat.

Kisah berlatar di sebuah alam semesta paralel di mana setiap manusia memiliki dæmon berupa manifestasi hewan jiwa yang selalu menyertai mereka dan di mana institusi keagamaan yang kuat bernama Magisterium memainkan peran otoriter dalam kehidupan publik.

Tokoh utama adalah Lyra Belacqua, seorang gadis yatim piatu yang tumbuh di lingkungan akademis dan terbiasa mencuri dan berbohong kecil demi bertahan.

Konflik besar muncul ketika anak-anak mulai diculik dari lingkungan mereka dan ada konspirasi ilmiah serta politik yang terlibat.

Petualangan Lyra dimulai ketika sahabat kecilnya diculik dan dia menemukan petunjuk tentang eksperimen misterius yang berlangsung di utara jauh, sehingga gadis cilik ini memutuskan melakukan perjalanan berbahaya demi menyelamatkan mereka.

Keberanian Lyra dipicu oleh rasa ingin tahu, naluri protektif terhadap teman, dan alat unik yang ia pegang yaitu alethiometer, instrumen yang dapat menunjukkan kebenaran bagi mereka yang tahu cara membacanya.

Perjalanan itu menyingkap jaringan kepentingan yang melibatkan para elit akademik, peneliti tanpa moral, dan agen-agen tersembunyi dari Magisterium.

Di sepanjang perjalanan Lyra bertemu tokoh-tokoh yang menguji loyalitas dan moralnya, termasuk wanita misterius yang karismatik Mrs. Coulter, penjelajah udara Lee Scoresby, dan beruang berzirah Iorek Byrnison yang menjadi sekutu tak terduga.

Interaksi Lyra dengan para tokoh ini menunjukkan pergeseran dari kanak-kanak yang hanya ingin tahu menjadi pemimpin kecil yang harus menimbang keputusan besar.

Ketegangan personal sering berakar pada pengkhianatan, pengorbanan, dan pilihan etis yang sulit bagi seorang anak yang tiba-tiba berada di pusat konflik dewasa.

Lyra memulai pengintaian di kampung halamannya, lalu mengikuti jejak yang membawanya ke utara, berhadapan dengan penjaga, pemburu, dan organisasi yang melakukan eksperimen pada anak-anak.

Pertemuan dengan Iorek membuka jalan bagi bentrokan besar antara kekuatan yang ingin mengeksploitasi anak-anak dan kelompok yang berusaha melindungi kebebasan individu.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore