
TRADISI: Mak Domu diperankan Tika Panggabean (kanan) menjalani ritual adat Sulang Sulang Pahompu.
BHEKTI Setyowibowo, dosen Ilmu Komunikasi Binus University Malang yang juga dikenal sebagai kritikus film, menyebut kebangkitan film Indonesia terjadi pada 2000-an. Saat itu Petualangan Sherina dan Ada Apa dengan Cinta merajai bioskop-bioskop tanah air. Perlahan, film dengan muatan budaya dan kearifan lokal bermunculan.
Dua tahun terakhir saja, minimal ada empat film yang fenomenal. Sebut saja Budi Pekerti, Ngeri-Ngeri Sedap, Agak Laen, dan Keluar Main 1994. Fenomenal karena apa? ’’Kalau lihat tolok ukur angka (penonton), sudah bisa dipastikan. Aspek lainnya, seberapa lama orang stay selama penayangan dan berapa lama filmnya bertahan di bioskop,’’ terangnya saat diwawancarai Jawa Pos pada Kamis (28/3).
Sebagai filmmaker, Bhekti menjelaskan bahwa kini penonton punya lebih banyak pilihan genre film. Apalagi, banyak media baru yang memberi kemudahan akses untuk menonton film. Misalnya, lewat media sosial dan layanan streaming.
Dari segi penggarapan, film-film Indonesia pun kian serius. Salah satu buktinya adalah penceritaan otentik oleh sineas daerah. Sebut saja Cahaya dari Timur.
’’Begitu di-funding oleh Bung Glenn Fredly, langsung di-rewrite salah satunya oleh M. Irfan Ramli, penulis kelahiran Ambon. Itu menjadi cara agar filmnya tidak kehilangan roh Ambon,’’ kata Bhekti.
Nilai budaya dan kearifan lokal dalam film, menurut Bhekti, harus disiapkan lewat riset mendalam. ’’Film, bagaimanapun, adalah media pemahaman, pengetahuan. Kalau dangkal di riset, justru bisa memberi pesan yang salah ke penonton. Jadi, kalau memang di praproduksi nggak beres, enggak usah dibikin,’’ tegasnya. (fam/c18/hep)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
