Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Agustus 2025 | 00.13 WIB

Film Merah Putih One For All Raih 720 Penonton di Hari Pertama, Berapa Jumlah Penontonnya Sekarang?

Trailer film animasi "Merah Putih One for All". (YouTube: Historika Film).

JawaPos.com - Film animasi Merah Putih One For All ditonton sekitar 720 kali di bioskop pada hari pertama penayangannya pada Kamis (14/8). Film ini arahan sutradara Endrianto ini masih lumayan dibeli tiketnya meski sempat diwarnai pro dan kontra sebelum tayang dan dengan mempertimbangkan jumlah layar yang terbatas.

Yang mungkin menjadi tanda tanya bagi sejumlah orang, berapa jumlah penonton film animasi Merah Putih One For All sampai sekarang di hari ketiga penayangannya ? 

Ditanya hal tersebut, Sonny Pudjisasono selaku eksekutif produser mengaku belum tahu update resminya. Namun dia menduga, angka penonton dalam dua hari terakhir bisa jadi tidak jauh berbeda dengan hari pertama penayangannya.

"Ya mungkin animo penontonnya berkisar sama dengan kemarin kali ya. Karena layar terbatas cuma 10 layar doang. Alhamdulillah dapat layarnya," kata Sonny kepada JawaPos.com, Sabtu (16/8).

Menurut Sonny, film ini tidak menelan angka sebesar Rp 6,7 miliar sebagaimana santer beredar beberapa waktu belakangan. Film animasi Merah Putih bisa dibilang menelan biaya sangat rendah mengingat tim yang tergabung di dalamnya tidak dibayar.

Mereka secara suka rela menyumbangkan tenaga dan waktu untuk sebuah visi sama ingin memberikan kado untuk anak-anak di momen perayaan  80 tahun kemerdekaan RI. Yang keluar biaya justru di luar proses produksi seperti pengadaan DCP untuk dapat diputar di bioskop dan lain-lain.

"Seperti yang saya sampaikan untuk pengadaan DCP permintaan layar lainnya seperti CGV dan Cinepolis kita belum bisa memenuhinya. Karena kita tidak ada biaya," kata Sonny.

Saat disinggung soal film Merah Putih yang terus menjadi pembicaraan sejumlah pihak sampai setelah tayang di bioskop., Sonny mengaku tidak ada masalah. Dia menyebut, setiap orang punya hak untuk menyampaikan pendapat dan kebebasan menyampaikan pendapat ini dilindungi oleh UU.

"Di era demokrasi sah sah saja, itu bebas orang berbicara dan berpendapat. Yang penting film Merah Putih membangunkan kesadaran global ekosistem perfilman," katanya 

"Kalau disimak dari keberagaman komennya, mendadak komentar film Merah Putih semua, hehehe. Mungkin banyak yang mau numpang ngetop melalui film Merah Putih," imbuh Sonny.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore