
Ash bersama Pikachu di Pokemon. (Reddit)
JawaPos.com – Selama 25 tahun, Ash Ketchum telah menempuh perjalanan panjang di dunia Pokémon. Ia menjelajah berbagai region, melawan puluhan Gym Leader, ikut dalam liga, dan membentuk rivalitas legendaris.
Meski akhirnya pensiun sebagai protagonis, perjalanan Ash dipenuhi momen-momen luar biasa yang membuktikan bahwa ia pantas disebut Pokémon Master. Namun, tak semua pertarungan berakhir manis—beberapa bahkan ingin ia lupakan selamanya.
Berikut lima pertarungan yang membuktikan kejayaan Ash Ketchum sebagai pelatih terbaik, dan lima lainnya yang menjadi noda dalam kariernya.
1. Ash vs Leon – Turnamen Masters Eight (Pokémon Journeys Ep. 129–132)
Inilah pertarungan puncak Ash melawan pelatih terkuat dunia, Leon. Dengan menggunakan Mega Evolution, Z-Move, dan Dynamax, Ash memberikan segalanya. Bersama Pikachu, ia berhasil mengalahkan Leon dan resmi menjadi Monarch of the World Coronation Series. Momen ini menjadi klimaks dari dua dekade perjuangan Ash, dan tak ada penutup yang lebih sempurna dari ini.
2. Ash vs Paul – Liga Lily of the Valley (Diamond & Pearl Ep. 186–188)
Pertarungan epik melawan rival berat Paul akhirnya dimenangkan Ash. Dengan Infernape sebagai kunci kemenangan, duel ini tidak hanya soal kekuatan, tapi juga pembuktian bahwa pendekatan Ash dalam melatih Pokémon dengan kasih sayang tak kalah dari gaya keras Paul. Ini adalah kemenangan emosional yang membuktikan kematangan Ash sebagai pelatih.
3. Ash vs Brandon – Battle Pyramid Ketiga (Ruby & Sapphire Ep. 189–190)
Menghadapi Brandon, kepala Battle Frontier, Ash kembali memanggil trio ikoniknya: Charizard, Bulbasaur, dan Squirtle. Setelah dua kekalahan sebelumnya, Ash akhirnya menang berkat kerja sama dan strategi solid. Kemenangan ini sangat bermakna karena Brandon dikenal mengalahkan banyak pelatih tangguh, termasuk Paul.
4. Ash vs Professor Kukui – Liga Manalo (Sun & Moon Ep. 141–144)
Meski telah jadi juara Alola, Ash harus menghadapi Kukui dalam pertarungan ekshibisi. Pertarungan ini menegaskan statusnya sebagai juara sejati, terutama karena Kukui memanggil Tapu Koko sebagai andalan terakhir. Kemenangan ini adalah penegasan bahwa Ash bukan sekadar beruntung, tapi memang pantas jadi juara.
5. Ash vs Alain – Liga Kalos (XY Ep. 130–131)
Meski kalah, pertarungan melawan Alain adalah salah satu yang paling kuat secara teknis dan emosional. Greninja milik Ash menampilkan kekuatan luar biasa lewat Battle Bond, dan meski dikalahkan Mega Charizard X, pertarungan ini membuktikan level Ash setara dengan para elite trainer.
1. Ash vs Cameron – Liga Vertress (Black & White Ep. 106–108)
Kalah dari Cameron, pelatih yang bahkan lupa membawa enam Pokémon ke pertarungan enam lawan enam, adalah noda besar. Ash sebenarnya unggul 3-1, tapi kekuatan tiba-tiba Lucario membuat semuanya berantakan. Kekalahan ini terasa tidak adil dan membuat banyak fans frustrasi.
2. Ash vs Paul – Danau Acuity (Diamond & Pearl Ep. 131–132)
Salah satu kekalahan paling menyakitkan terjadi saat Ash dikalahkan habis-habisan oleh Paul. Pertarungan ini mengguncang keyakinannya dan membuat filosofi pelatihannya dipertanyakan. Meski jadi titik balik, kekalahan ini tetap menyakitkan untuk dikenang.
3. Ash vs Wulfric (Pertama) – Gym Snowbelle (XY Ep. 120)
Menghadapi Wulfric, Ash benar-benar dipermalukan. Strategi hail dan Ice Body membuat tim Ash keok total, dan ia kehilangan kendali atas Greninja. Pertarungan ini begitu memukul mental Ash hingga ia bertengkar dengan Serena. Untungnya, ia bangkit dan menang di rematch.
4. Ash vs Ritchie – Liga Indigo (Episode 79)
Pertarungan lawan Ritchie seharusnya jadi ajang bersinar, tapi malah berakhir menyedihkan. Charizard menolak bertarung, dan Ash didiskualifikasi. Kekalahan ini lebih karena kondisi di luar kendali, tapi tetap jadi momen memalukan di awal kariernya.
5. Ash vs Elesa – Gym Nimbasa (Black & White Ep. 50)
Membawa hanya satu Pokémon ke Gym Battle? Itulah yang dilakukan Ash saat melawan Elesa, dan ia bahkan lupa soal tipe Emolga yang jelas-jelas dimiliki oleh Iris juga. Meskipun akhirnya menang, kelalaian ini bikin pertarungan terasa konyol dan membuat reputasinya tercoreng.
Perjalanan Ash Ketchum selama dua dekade di Pokémon penuh lika-liku. Dari kemenangan legendaris hingga kekalahan yang memalukan, setiap pertarungan membentuknya menjadi pelatih yang lebih kuat dan bijak. Kini saat ia pensiun sebagai karakter utama, kita tak hanya mengenangnya sebagai seorang juara, tapi juga sebagai sosok yang terus belajar dari setiap langkahnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
