Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Maret 2025 | 05.20 WIB

Dio Brando: Villain Anime yang Tak Bisa Dimaafkan

Dio Brando, villain yang hanya mementingkan diri sendiri. (cbr.com) - Image

Dio Brando, villain yang hanya mementingkan diri sendiri. (cbr.com)

JawaPos.com – Dalam anime JoJo’s Bizarre Adventure, salah satu karakter paling ikonik yang tak bisa dilupakan adalah Dio Brando. Sejak kemunculannya di Phantom Blood, pengaruh karakter ini terus terasa di sepanjang seri JoJo. Kejahatannya yang tanpa batas menjadikannya salah satu villain paling mengesankan di dunia anime.

Mengutip CBR.com, Dio Brando merupakan salah satu tokoh antagonis utama dalam seri JoJo's Bizarre Adventure, anak tunggal dari pemabuk sengsara Dario Brando. Ia lahir di era Victoria dan menumbuhkan rasa kebencian terhadap keluarga Joestar yang kaya tetapi angkuh, mulai dari George Joestar hingga putranya, Jonathan. Masa kecil Dio Brado penuh penderitaan, yang membentuknya menjadi seorang penjahat, tetapi itu tidak membuatnya mendapatkan simpati siapa pun.

Beberapa alasan dari penjahat di anime lain memiliki sisi yang bisa dipahami, tergantung bagaimana mereka ditulis, tetapi hal ini tidak berlaku kepada Dio Brando. Baik dalam Phantom Blood maupun Stardust Crusaders, ia adalah sosok yang jahat hanya karena dia jahat, membuatnya menarik untuk ditonton tetapi sama sekali tidak bisa didukung penonton.

Dio Brado tumbuh dengan sangat sedikit hal selain pakaian lusuh dan ayahnya yang pemabuk serta sakit-sakitan, Dario. Meskipun sering menyombongkan diri, Dio Brado juga pernah diintimidasi. Ia kerap membuat marah orang-orang di sekitarnya dengan keterampilan catur yang luar biasa dan sikap angkuhnya. Orang dewasa di sekitarnya pun cepat merendahkannya. Dio Brado diam-diam iri dengan kekuasaan dan status keluarga Joestar, didorong oleh rasa iri yang sama dari ayahnya. Saat Dario meninggal, Dio Brado memandang rendah ayahnya dan bahkan tidak menghormati makamnya. Ia yakin bahwa hidupnya tidak seharusnya seperti ini dan merasa bahwa dirinya berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Pada poin ini, memang Dio Brado berpotensi menjadi penjahat yang bisa kita simpati jika ia menyadari kesalahannya. Namun, ia justru semakin tenggelam dalam kejahatan. Setelah diadopsi oleh keluarga Joestar, ia langsung mulai menyiksa Jonathan Joestar dan saudara angkatnya. Ia bahkan membakar anjing milik Jonathan!

Setelah bertahun-tahun menyiksa Jonathan, Dio Brado tertangkap basah telah meracuni George Joestar dengan cara yang sama dengan meracuni ayahnya tetapi berpura-pura merasa bersalah, lalu mengenakan topeng batu Aztec dan berubah menjadi vampir. Ia pun membakar rumah Joestar, mencoba membunuh Jonathan, membunuh George, menculik Erina, dan berusaha menjadi penguasa.

Dalam Stardust Crusaders, alasan Dio Brado untuk menjadi jahat hanya karena ingin menguasai dunia. Ia merekrut banyak pengguna Stand untuk bertarung demi dirinya dan hanya memberi mereka imbalan berupa kendali pikiran melalui flesh buds.

Dio Brado tidak pernah memberi apa pun kepada orang lain. Segala sesuatu hanya tentang dirinya sendiri, mulai dari kecemburuannya terhadap keluarga Joestar hingga ambisinya menjadi raja dunia, bahkan cara bicaranya yang sering kali dapat diterjemahkan sebagai "Aku, Dio" dengan nada arogan yang hampir konyol. Ia tidak peduli dengan pengikutnya. Semua semata-mata untuk kepentingan pribadinya. Jika kejahatan Dio Brado bahkan tidak didorong oleh kepedulian terhadap orang lain, maka tidak ada sedikit pun yang membuatnya bisa dikasihani atau ditebus.

Dalam dunia penceritaan, bertindak demi orang lain biasanya dianggap setidaknya sedikit simpatik, sementara bertindak hanya untuk kepentingan pribadi sering kali menjadi jalan cepat menuju kejahatan. Dio Brado membuat segala sesuatu hanya tentang dirinya sendiri. Dalam hal ini, ia memiliki kemiripan dengan Homunculus Father dari Fullmetal Alchemist: Brotherhood. Seperti Dio Brado, Father bermula dari keadaan rendah dan bercita-cita menjadi dewa untuk melarikan diri dari ketidakberdayaannya. Ia tidak berusaha menciptakan dunia bagi orang-orang terpilih, melainkan hanya menggunakan dan mengeksploitasi mereka.

Beberapa penjahat lainnya walaupun jahat, tetapi terasa lebih simpatik dibandingkan Dio Brado. Stain, si pembunuh pahlawan, memang brutal, tetapi ia ingin menciptakan dunia di mana hanya pahlawan sejati dan tidak egois yang bisa bertahan, bukan para pemburu ketenaran seperti Mt. Lady atau Endeavor. Ia bertindak demi suatu tujuan, meskipun caranya ekstrem dan ilegal.

Bahkan, pemimpin kekaisaran Marley dalam Attack On Titan berusaha melindungi rakyatnya dari ancaman luar, dan Askeladd dari Vinland Saga membenci perang serta ingin menemukan tanah baru yang damai bagi sesama bangsa Celtic-nya.  Sementara itu, Dio Brado hanya pernah memikirkan dirinya sendiri, sampai akhir hayatnya. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore