
The East./Instagram De Oost
JawaPos.com - Film De Oost atau The East sangat menarik ditonton di momen perayaan HUT RI ke-76 yang jatuh pada bulan ini. Film tersebut bisa menguatkan kita akan nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme. Bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh gratis, melainkan melalui serangkaian perjuangan panjang diperjuangkan dengan darah dan air mata.
Film The East memang tidak menceritakan bagaimana kisah perjuangan para pendiri bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Film arahan sutradara Jim Taihuttu ini lebih menceritakan dari perspektif tentara Belanda.
Film ini mengambil latar belakang tahun 1946 ketika Indonesia sudah mendeklarasikan kemerdekaan. Tentara Belanda masih tetap datang ke bumi pertiwi. Seorang tentara Belanda bernama Johan (Martijn Lakemeier) bersama tim menjalankan operasi mencari kelompok pembangkang yang disebutnya sebagai teroris.
Karakter Johan diperkenalkan sebagai tentara Belanda yang punya hati nurani. Hal ini diungkap secara soft dalam berbagai adegan dalam film berdurasi 2 jam lebih. Sosoknya yang punya empati dan berperikemanusiaan salah satunya ditunjukkan lewat pembicaraannya dengan Gita,seorang perempuan miskin yang melakukan pekerjaan sebagai pekerja seks. Kasihan padanya dan juga anaknya yang masih kecil, ia pun memberikan uang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu minggu ke depan.
Dalam sejumlah kesempatan ekspresinya tampak tidak tega saat melihat orang-orang pribumi dibunuh. Hal itu memuncak saat Kapten Angkatan Darat Raymond Westerling, pemimpin operasi kontra pemberontakan berpindah lokasi dari tanah Jawa ke Sulawesi Selatan guna melawan gerilyawan Indonesia di sana.
Johan tampak tak tega melihat rakyat jelata tak berdosa harus dibunuh oleh Raymond Westerling secara keji. Johan sempat mempertanyakan kepada sang kapten yang membunuh nama-nama orang yang ada dalam list. Padahal belum tentu mereka adalah pelaku pemberontakan. Namun Raymond Westerling seolah tidak terlalu peduli. Ia meyakini data yang ada padanya benar. Andai saja salah pun itu semacam kecelakaan.
Raymond Westerling sempat meminta Johan menembaki rakyat jelata yang sudah masuk dalam list-nya. Meski tampak tak tega, ia pun mengikuti arahan atasannya. Tapi dia tak bisa lagi melihat pembantaian dilakukan Raymond Westerling kepada salah seorang yang jelas-jelas menyebut dirinya tidak bersalah dan sengaja dikorbankan. Johan pun pasang badan membela agar ia tidak dibunuh. Tapi hal itu membuat Raymond Westerling marah. Sampai akhirnya Johan dikeluarkan dari tim serdadu dan diburu untuk dihabisi. Johan pun mati di tangan atasannya sendiri.
Film The East diperkuat oleh sejumlah nama. Mereka adalah Martijn Lakemeier, Marwan Kenzari, Jonas Smulders, Joes Brauers, Huub Smit, Jeroen Perceval, Peter Paul Muller, Jim Deddes dan yang lainnya. Artis tanah air yaitu Lukman Sardi, Putri Ayudya, Ence Bagus dan Yayu Unru juga bermain dalam film The East. Film ini juga akan ditayangkan di Mola TV mulai 7 Agustus besok.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
