alexametrics

Ke Nusantara Aku Kan Kembali

23 Januari 2022, 11:35:32 WIB

Mar Kawat judul film kartun yang melakonkan boyo atau buaya. Buaya, seperti biasanya, bukanlah barang. Dia makhluk. Sebagai makhluk, sebagai ciptaan Sang Khalik, tentu bisa bicara. Bicara yang, tentu saja, kosakatanya secara kosakata buaya, bisa dicaplok dan ditelan atau dipahami sesama buaya.

AKAN tetapi, sebab hidupnya di film kartun, berenang dan melata di layar fiktif itu pula, bahan untuk tas para crazy rich emak-emak ini juga bisa ngemeng secara manusia. Bedanya, banyak manusia apalagi para pemimpinnya pura-pura bisa ngemeng kepada sesama manusia, nah buaya ini betul-betul bisa ngemeng kepada manusia. Nggak cuma akting.

Kata buaya, ”Aku ini, boyo, cikal bakal dari nama kota Jawa Timur. Di kota ini dulu aku meraja. Tugas utama pemimpin saat itu ndak ndakik-ndakik. Mengentaskan kemiskinan…. Menyiapkan wahana digital buat generasi saat ini… Aaah, preeeettt…. itu terlalu ndakik-ndakik. Tugas pemimpin kala itu cuma satu: menyelamatkan manusia yang nyuci, mandi, dan duduk-duduk di pinggir kali dari ditelan kaumku.”

Sastro menimpali buaya monolog tersebut, ”Bu, Bu, Jawa Timur ialah provinsi. Sejak kapan Jawa Timur menjadi nama kota, Bu.”

Buaya yang disapa ”Bu” itu tersenyum. Matanya merem melek. Ia berenang gaya kupu-kupu ke semak-semak. Eh, gaya buaya, ding.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads