alexametrics

Manusia Ngepet

2 Mei 2021, 14:00:23 WIB

Menepuk air cuci muka babi ngepet di dulang, tepercik air muka sendiri.

SAMBIL menunggu kepulangan Tingting Bocah, Pendekar Sastrajendra yang sudah mundur dari dunia persilatan bekerja serabutan lumrahnya manusia-manusia non persilatan zaman itu. Dia gemburkan tanah ladang. Diairinya sawah-sawah. Terlibat pula ia berbincang-bincang ngalor-ngidul di gardu ronda, satu hal yang jadi pantangan semasa kependekarannya dahulu.

Kenapa pantang? Pendekar harus fokus! Ngobrol ngalor-ngidul, misal dari soal perahu yang tenggelam sampai babi ngepet? Pamali, kata orang Sunda. Ndak ilok, kalau dalam bahasa Jawa. Apalagi kalau sambil menyandar tiang gardu, di antara rembulan dan suara derik tonggeret, di sana sini masih ditambahi bumbu: perahu tenggelam, rakyat saweran untuk beli penggantinya, kok, tak ada satu pun petinggi mundur; kok, orang lebih sibuk dengan babi ngepet ketimbang manusia ngepet?

Wah, itu semakin Ndak Ilok bin Pamali. Eh, Ndak Ilok binti Pamali, ding, sebab Ilok mendekati Elok, nama perempuan yang semusim dengan Sri, Atun, Dumilah, dan lain-lain sebelum gadis-gadis dusun tertimbun trending nama-nama perempuan manca seperti Bella, Cassandra, Esmeralda, dan sebagainya.

Lantas, soal manusia ngepet, itu apa?

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads