alexametrics

Maaf, Mau ke Belakang

14 Maret 2021, 17:04:19 WIB

Paling menyebalkan memang kalau sedang santai bersepeda di sore hari, melalui jalanan sepi, tiba-tiba disalip anak muda yang mempergunakan sepeda motor. Tak hanya kencang, tapi suara knalpotnya melebihi kebisingan deru balap MotoGP di televisi.

KENAPA ia mengubah knalpotnya? Apakah itu membuat sepeda motornya berlari lebih kencang? Buat apa, toh jalanan juga sempit dan kerap macet. Toh, ia juga tak mempergunakannya untuk balapan. Atau, sesederhana ingin menimbulkan suara gaduh sebagai penanda keberadaan diri dan sepeda motornya?

Ketika anak saya masih sangat kecil, belum bisa bicara, ia juga kerap menangis tiba-tiba tanpa pasal apa pun. Tangisannya kencang dan sering kali sulit dihentikan. Saya sering lelah, dan kalau terjadi di malam hari, besoknya mesti minta maaf ke tetangga sekiranya itu mengganggu.

Apakah ada sesuatu yang mengganggunya, dan ia mencoba menarik perhatian orang dewasa agar membantunya? Mungkin. Kita tak pernah bisa bertanya kepada seorang bayi, kita hanya bisa menebak-nebaknya. Kadang berhenti setelah diganti popok, dipangku, atau diajak ngobrol.

Dulu, saya pernah membaca bahwa iklan di televisi sengaja memiliki volume suara yang lebih kencang dari program tempatnya mendompleng. Tampaknya memang untuk menarik perhatian penonton. Bahkan, penonton yang memalingkan mukanya ketika iklan tayang jadi terpaksa menoleh, atau setidaknya terpaksa mendengar lebih kencang.

Editor : Ilham Safutra




Close Ads