alexametrics

Toa dan Budaya (Massa)

Oleh: MAHFUD IKHWAN
12 Maret 2022, 13:57:50 WIB

Bayangkan Anda tumbuh di pertengahan ’80-an, sangat menggilai musik, namun keluarga Anda tak punya tape kaset, apa yang akan Anda lakukan?

PERTANYAAN itu pasti terdengar aneh di kuping para milenial. Namun, bagi mereka yang lahir di puncak kejayaan Orde Baru, yang dengar tentang bom minyak dan swasembada beras tapi tetap ceking kurang gizi, ini adalah pengalaman generik. Dan sebagai bagian dari mereka, biarkan saya sendiri yang menjawabnya.

Kami sangat tergantung pada radio. Itulah kenapa korporasi farmasi menimbuni kami dengan serial sandiwara radio. Ini juga masa ketika tangga lagu, pop maupun dangdut, lokal maupun manca, menjadi sangat penting. Kirim-kiriman kartu atensi ke radio menjadi kultur yang menonjol saat itu. Frasa ”Salam kompak!” menjadi penandanya.

Televisi masih jadi barang mewah, biasanya cuma ada di empat–lima rumah dalam satu desa. Dan hanya TVRI. Tapi, TVRI tahu cara menenangkan rakyat yang gelisah oleh ketaksejahteraan. Mereka menyajikan Aneka Ria Safari, Selekta Pop, Album Minggu Kita, hingga Kamera Ria. Di antara program-program penuh propaganda negara yang membosankan, acara-acara musik di atas tidaklah terlalu buruk.

Menjadi tren saat itu, para remaja miskin sekuat tenaga menabung untuk membeli kaset yang disukai untuk nanti diputar di rumah teman yang punya tape. (Jelang hingga awal ’90-an, musik Indonesia, juga industri musik secara umum, memang mengalami kegairahan hebat: grup-grup musik yang kelak melegenda seperti KLa Project, Slank, Dewa-19 muncul di masa-masa ini, memungkasi era pop cengeng; mulainya demam Isabella, yang menandai invasi rock mendayu dari Malaysia; di belantika musik dunia, ini juga masa peralihan dari rock stadion ke grunge.) Namun, saya pribadi, yang tak pernah punya cukup sisa uang untuk beli kaset, tak mengecap tren ini. Dan untuk mengisi ruang kosong yang masih ditinggalkan musik radio dan televisi, saya, juga teman-teman senasib, mendapatkannya dari toa-toa hajatan.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini: