alexametrics

Dia Ingin Membunuh Seseorang

Oleh YETTI A.KA
21 November 2021, 09:46:44 WIB

Dia datang kepadaku dan menceritakan rencananya untuk membunuh seseorang. Aku tidak tahu siapa sebenarnya yang ingin dia bunuh.

KAMI pernah besar bersama di kota ini, sampai dia pindah entah ke kota mana, dan tahu-tahu muncul lagi hari ini dengan cerita mengejutkan itu. Dia sama sekali bukan sejenis anak nakal –setidaknya itulah yang sedikit kuingat tentangnya di masa kecil. Dia nyaris tidak pernah mencari masalah dengan orang lain. Kerjaannya tiap hari adalah belajar. Dia memang cukup pintar di sekolah dan sering juara kelas. Namun, ternyata ada satu rahasia tentangnya yang tidak satu pun orang tahu. Dia membenci kota ini.

Sudah sejak lama, di kota ini, kami terbiasa mendengar berita tentang pembunuhan. Setiap saat mayat tak dikenal bisa saja ditemukan di depan toko roti, tergantung di pohon, tergeletak di selokan, kamar hotel melati, tempat sampah. Aku punya kliping khusus berita semacam itu. Dan menurutnya, karena alasan itu pula dia mencariku. Aku tidak tahu dia dapat cerita dari mana soal kebiasaanku mengkliping berita kejahatan itu. Waktu kecil, kami tidak terlalu saling mengenal. Atau katakanlah hanya aku yang banyak tahu tentangnya, sedangkan dia mungkin tidak tahu namaku kalau bukan karena seseorang menuliskannya di selembar kertas dan memberikan kepadanya dan dia lalu menghubungiku dengan berkata, ”Apa kita bisa bertemu hari ini?”

Aku sedang berada di kantor pada hari itu. Aku tidak bisa seenaknya keluar hanya untuk menemui seseorang yang tidak jelas, maka aku berkata, ”Maaf, aku sibuk.” Aku sudah biasa membuat alasan begitu untuk orang-orang yang merasa mereka begitu penting hingga menganggap mudah saja meminta sesuatu dariku.

Dia tidak menelepon lagi hingga beberapa hari. Kupikir urusanku dengannya sudah selesai. Aku hampir-hampir tidak memikirkannya lagi. Juga tidak bertanya-tanya siapa dia sebenarnya dan apa tujuannya ingin bertemu denganku. Aku menganggapnya tidak lebih dari pelaku telepon penipuan yang belakangan marak terjadi atau manusia tidak punya kerjaan yang sengaja mengganggu orang-orang untuk bermain-main.

Editor : Ilham Safutra




Close Ads