alexametrics

Tali Darah Nenek dan Komodo

21 Maret 2021, 16:35:57 WIB

Konon katanya, Ata Modo adalah para keturunan Gerong, saudara kembar kadal raksasa yang lebih dikenal dengan sebutan Ora. Walau berbeda rupa, keduanya dilahirkan dari rahim yang sama, dari perut Putri Naga.

SEORANG putri dari bangsa jin yang menikah dengan manusia. Meski begitu, Ora tetap dirawat layaknya manusia, sampai suatu ketika selera makannya lama-lama berubah. Daging mentah beraroma darah terasa lebih menggugah lidah bercabangnya daripada mbutak yang melimpah ruah. Ia pun diasingkan dan hidup di dalam hutan.

Orang-orang tua yang tersebar di kawasan Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Pulau Komodo sangat percaya bahwa hewan-hewan buas tersebut adalah saudara sedarah mereka. Itu sebabnya Ata Modo dan komodo bisa hidup berdampingan tanpa pernah jatuh korban jiwa. Namun, kepercayaan orang-orang kampung terhadap kebenaran legenda tersebut perlahan runtuh sejak ibuku diberitakan telah menjadi santapan makan siang hewan berdarah dingin itu.

*

Ibuku memang orang luar pulau, tak ada hubungan darah dengan kadal-kadal raksasa itu. Mungkin itu sebabnya Ora mengenalinya sebagai ”mangsa”, bukannya saudara. Salah satu komodo buruk rupa itu telah mencabik-cabik daging ibu dan mencakar kedua bola mata nenek yang sedang berladang menanam bibit pohon gebang. Ia ditemukan telentang dengan mata terpejam di atas kasur darah, di antara pohon-pohon ubi. Sementara hanya potongan kain merah muda motif bunga-bunga yang tersisa untuk dibawa sebagai kenang-kenangan terakhir dari ibu. Ompu Dato yang mengatakan itu padaku. Lima tahun yang lalu. Jika ia tak patroli memantau penebangan pohon gebang dan melewati daerah kebun di kaki Gunung Ara, mungkin Nek Toma pun sudah ikut dicerna perut komodo.

Editor : Ilham Safutra




Close Ads