alexametrics

Cahaya Akan Mengambang di Hunza

18 Juli 2021, 06:42:51 WIB

Dengan keelokan pekerti, kekayaan melimpah, kegemaran berbuat baik, dan cekatan membereskan potensi kekacauan, sungguh Dammahum adalah mercusuar yang sempurna. Ya, mercusuar, begitu negeri itu menyebut pemimpin.

BELAKANGAN, beredar kabar kalau pada dua pekan sebelum Idul Adha cahaya mahaindah jatuh di atas istananya. Beberapa imam masjid yang tinggal di sekitar istana mengatakan cahaya itu pecah menjadi kembang api tepat di atap kamar laki-laki paro baya itu.

Dammahum menyangkalnya. Kepada para penghuni istana, ia meminta mereka mengabaikan kabar-kabari itu. Kepada para imam dan orang-orang bijaksana, ia meminta mereka tidak perlu membesar-besarkannya. ”Saya ini,” katanya seraya mengelus rambutnya yang disisir klimis ke belakang, ”sebagaimana yang kalian tahu, hanya mantan koruptor yang tobat setelah nyantri beberapa tahun,” tempo kata-katanya begitu tertata, ”dan menjadi mercusuar karena kehendak Allah,” lanjutnya dengan wajah yang tegang. ”Jadi, kalaupun karamah turun ke negeri ini, rasanya Ia tidak akan memilih manusia dengan masa lalu yang kelam ini.”

Para imam dan orang-orang bijaksana menyimak. Mereka tahu kalau ayah tiga putra –yang menjadi wali kota di kota-kota di negeri itu– belum selesai.

”Menjadi mercusuar itu tidak mudah. Rawan tergelincir. Atau jangan-jangan saya sudah berkubang lumpur tanpa sadar. Lagi pula, kalaupun saya memang baik, saya kaya dan punya jabatan. Kalian tahu, bukan, beratnya pertanggungjawaban di akhirat nanti untuk orang yang hidupnya berlimpah? Kalian tahu, bukan, kalau masih banyak orang miskin atau tanpa kedudukan yang lebih baik dari saya, tak terkecuali kalian?”

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads