alexametrics

Langkah Terpenggal

S. PRASETYO UTOMO
4 April 2021, 15:25:37 WIB

Di bawah langit-langit bar yang digetarkan suara musik, di antara aroma anggur, minuman keras, dan asap rokok, Thongsuk menanti gilirannya naik panggung.

TERLIHAT Winai, pejabat setengah umur itu, tertegun di sisi Thongsuk. Sesekali menenggak anggur merah. Mengisap rokok. Ia tak lagi peduli pandangan orang, kenapa berada di sebuah bar kawasan Khao San Road. Malam merasuk ke pusat ingar bingar turis-turis bule penuh degup dada yang menggugupkan. Tapi sungguh, daya tarik Thongsuk tak bisa dihindarinya. Ia tak bisa membebaskan diri dari pesona gadis belia yang sesekali liar dan sesekali sentimental.

Giliran Thongsuk menyanyi ke panggung, pengunjung bar bertepuk tangan. Thongsuk menyanyi dengan kegairahan yang lekat, yang menggelisahkan jiwa lelaki, dan turis-turis merasa gemas padanya. Hanya Winai yang tenang. Ia tak mau menampakkan kegairahan jiwanya di hadapan banyak orang. Barulah saat gadis itu bergelayut di lengannya dalam keletihan yang merajuk tengah malam, Winai merengkuhnya dengan lengan yang kukuh. Ingin memberi kehangatan. Ingin memberi perlindungan.

”Aku tak percaya akan bisa terus melindungimu macam ini,” kata Winai dalam suara yang tetap tenang.

”Mengapa begitu?” tukas Thongsuk, mengibaskan rambut setengkuk. Punggungnya terbuka. Lengan singsat. Rok ketat.

Editor : Ilham Safutra




Close Ads