alexametrics

Rumah Kita di Antara Miliaran Bintang

OLEH MONIQUE CLARIZA
4 April 2021, 18:28:34 WIB

Sudah tuntas membaca Kosmos yang ditulis Carl Sagan? Tak lengkap rasanya bila tak melirik buku ini yang di dalamnya mengajak para pembaca menjelajahi antariksa dengan wahana berawak maupun nirawak serta menembus ruang waktu.

PADA lima bab awal, Sagan menyadarkan keberadaan manusia di bumi menggunakan paham chauvinisme dengan alur yang mengalir. Manusia terlalu angkuh menganggap dirinya sebagai peran utama di mahaluasnya Kosmos, bahwa ia adalah pusat dari segalanya.

Hal ini terus berlangsung sampai teori geosentris tergantikan oleh teori heliosentris. Bumi bukanlah satu-satunya planet, matahari bukanlah satu-satunya bintang, dan Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi. Mereka hanya segelintir kisah yang sedang menjalani hukum-hukum fisika sesuai dengan ritmenya. Perspektif soal dunia kemudian berubah. Dengan penemuan tersebut serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia ingin menjangkau bagian dunia luar lain yang sebelumnya tak pernah terjamah.

Buku ini mengupas tuntas berbagai wahana antariksa milik Amerika dan Uni Soviet beserta misi yang dibawanya seperti Sputnik 1, Vostok 1, Voyager 1 dan 2, Galileo, Venera, Mariner 1 dan 2, Magellan, Pioneer 12, Apollo, Cassini-Huygens, dan sebagainya. Penulis mengungkap cara kerja wahana tersebut, kendala-kendala yang dihadapi, penyebab kegagalan, anggaran dana, dan rekaman data yang didapatkan. Siapa sangka proyek Apollo dulu merupakan indikasi Perang Dingin Amerika dengan Uni Soviet? Kompetisi kedigdayaan yang meluaskan cakrawala.

Tiga bab terakhir menyinggung soal teraformasi yang mungkin bisa dilakukan di Mars, Venus, dan Titas dalam upaya menyeimbangkan kondisi atmosfer, suhu, serta kondisi geologi supaya layak huni. Program pencarian kehidupan cerdas seperti Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI), Million-channel Extra-Terrestrial Assay (META), dan Billion-channel Extra-Terrestrial Assay (BETA) juga tak luput dibahas. Ditutup dengan probabilitas kehidupan manusia yang nanti tersebar di Bimasakti.

Pale Blue Dot memberikan segenap informasi baru kepada saya, sekaligus menyampaikan pesan spiritual dari sudut pandang sains. Imajinasi melayang ke antariksa; dunia yang jauh, tapi selalu mengundang ketertarikan itu.

Editor : Ilham Safutra




Close Ads