alexametrics

Menjadi Muslim Sejati Menurut Kitab Suci

Oleh Oleh AHMAD SAHIDAH*
3 Juli 2022, 11:09:30 WIB

Kemurnian itu bukan anti-orang lain. Uraian yang paling mendesak untuk dibaca adalah uraian Aksin Wijaya tentang makna kafir yang selama ini dipahami secara sepotong-potong.

DARI buku yang ditulis Aksin Wijaya ini, ada dua kata kunci yang penting, yakni genealogi dan orientasi. Dengan melihat asal usul, pembaca akan melihat uraian Alquran di dalamnya tentang alur dan latar belakang menjadi muslim yang murni dan dengan pengarahan diandaikan bahwa pemahaman terhadap kitab suci bisa jadi menyimpang dari maksud (penutur) teks sehingga pembacaan ulang perlu dilakukan untuk menangkap makna otentik dari ayat.

Orientasi jelas mengandaikan sebuah sikap dari penulis untuk menghadirkan cara pembacaan yang mesti diarahkan pada penerapan dari pesan utama kitab suci. Secara hermeneutik, pemahaman tidak bisa dilihat secara atomistik, tetapi bergerak dari bagian pada keseluruhan dan sebaliknya. Demikian juga, dalam sejarah efektif, situasi dari teks mesti ditimbang secara saksama sehingga kondisi sosial bisa diungkap untuk mengetahui latar belakang dari teks. Dalam bahasa tafsir maqashidi, maksud-maksud itu bisa ditelusuri melalui maqashid ayat, surah, dan Alquran secara umum.

Dalam bagian pertama dari tulisannya, Aksin menyimpulkan bahwa tafsir maqashidi sudah muncul pada era klasik. Namun, secara teoretis, ia muncul belakangan dalam menjadi proses teori studi Alquran.

Sebagai teori baru, ia memiliki kelebihan dan kekurangan yang terkait dengan sumber pengetahuan dari tradisi Islam yang menjadi tafsir alternatif-moderat di antara dua kubu, ekstrem tekstual dan liberal substansialis. Sementara kekurangannya adalah ia masih dalam proses menjadi sehingga tidak kukuh secara teologis, epistemologis, dan hermeneutis, terutama kemungkinan menemukan maksud Tuhan secara objektif.

Bagaimanapun, tafsir maqashidi memadukan tiga pendekatan untuk menemukan maksud Tuhan, yakni bersifat tekstual, ideal moral, dan spirit kontekstual secara serentak. Ketiganya bisa diurai dalam dalam tafsir tahlili, tafsir nuzuli, dan teori hermeneutika objektif serta teori hermeneutika filosofis.

Dengan menggabungkan ketiganya, dimensi teks, ideal moral, dan makna spirit relevan dengan realitas kekinian. Dari sini, menjadi muslim murni adalah memahami dan menghayati iman, Islam, dan ihsan yang diwujudkan dalam keyakinan (akidah), ibadah, dan akhlak/tasawuf.

Ketiganya dijalankan serentak sehingga keteguhan kepercayaan berbuah amal baik dan pada waktu yang sama etika adalah perwujudan batiniah-lahiriah dalam hubungan sosial politik, baik dengan muslim maupun bukan muslim. Dengan demikian, kemurnian itu bukan anti-orang lain.

Secara teologis, tafsir maqashidi dikatakan terkait dengan satu dari tiga aliran besar dalam Islam, yakni Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah. Peresensi mengutamakan yang pertama karena pandangannya sejalan dengan ciri-ciri dari moderatisme dari corak tafsir tersebut, sebagaimana ditegaskan Shahbir Akhtar dalam The Qur’an and The Secular Mind: ”A philosophy of Islam (2008: 101) only the earlier (rationalist) school of Mu’tazilites upheld the view, more compatible with our modern moral sentiments, that all human beings are capable of discrimanating between good and evil, prior to and independently of revelation, and solely in virtue of their humanity.”

Tentu, uraian yang paling mendesak untuk dibaca adalah uraian Aksin tentang makna kafir yang selama ini dipahami secara sepotong-potong. Dengan kajian tafsir yang menyeluruh, betapapun kata ini terdapat dalam kitab suci, secara etis tidak bisa serampangan disematkan pada orang lain. Di sinilah kontribusi penting dari karya ini. (*)


  • Judul: Fenomena Berislam: Genealogi dan Orientasi Berislam Menurut Al-Qur’an
  • Penulis: Prof Dr Aksin Wijaya
  • Penerbit: Ircisod
  • Cetakan: I, 2022
  • Tebal: 228 halaman
  • ISBN: 976-623-5348-02-5

*) AHMAD SAHIDAH, Dosen semantik dan ma’anil Quran Universitas Nurul Jadid, Probolinggo

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini: