alexametrics

Ribuan Orang Jawa nun di Pasifik Selatan Sana

Oleh Pramudito
2 Mei 2021, 13:53:36 WIB

Dalam buku ini, dengan gamblang Widyarka melukiskan kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas keturunan etnis Jawa tersebut. Berbagai tradisi Jawa dilukiskan masih terpelihara dengan baik. Masyarakat Indonesia di Kaledonia Baru bergabung dalam suatu organisasi bernama Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya di Kaledonia Baru (PMIK) yang berdiri sejak 1980-an. Ketika itu yang menjabat konsul Indonesia adalah Soetarmo Atmoprawiro. Yang beragama Islam banyak juga yang bergabung ke dalam Persatuan Umat Islam Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PUIMIK). Ada juga organisasi Persatuan Pemuda Indonesia.

Dalam buku ini, secara umum Widyarka menggambarkan betapa eratnya hubungan masyarakat Indonesia dengan perwakilan RI di Noumea. Sejak awal 1950-an, pemerintah RI membuka kantor konsulat di Noumea. Namun, seiring dengan tuntutan kebutuhan dan kepentingan RI di daerah akreditasi tersebut, dilakukan peningkatan status dari konsulat menjadi konsulat jenderal sejak awal 1990-an.

Jabatan Konjen dihormati karena masyarakat Indonesia setempat. Sebab, mereka membutuhkan pengayom yang melindungi kepentingan mereka di ranah rantau negeri asing tersebut.

Dalam buku ini juga dipaparkan tentang beberapa orang atau tokoh masyarakat Indonesia yang berhasil dalam kariernya, termasuk karier di bidang politik atau berbagai profesi. Ada di antara mereka yang menjadi wali kota atau anggota DPR lokal dan ada pula yang berprestasi di bidang olahraga.

Ada beberapa catatan atau kritik terhadap buku Jejak Orang Jawa di New Caledonia ini. Disayangkan dalam buku ini tidak terdapat satu peta pun tentang Kaledonia Baru, termasuk posisinya di Pasifik Selatan. Jadi, agar pembaca buku ini tidak hanya mengira-ngira di mana letak Kaledonia Baru sesungguhnya. Juga beberapa kesalahan letak halaman di bagian belakang buku yang cukup mengganggu.

Mudah-mudahan kekurangan-kekurangan itu dapat diperbaiki jika kelak buku ini dapat dicetak ulang. Buku ini layak dicetak ulang karena menjadi dokumen berharga tentang sejarah dan kiprah orang-orang Indonesia yang terpisah ribuan kilometer dari kampung halaman, tapi tetap kukuh mempertahankan tradisi. Termasuk mempertahankan jajanan-jajanan yang bahkan di sini saja sulit didapat. (*)

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads