JawaPos.com - Jalur bus Transjakarta koridor 13 (Ciledug-Tendean) terlihat rusak parah, tepatnya di Halte Puri Beta 2, Tangerang Selatan. Jalur rusak tersebut merupakan tempat pengendapan armada bus.
Kepala Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Wibowo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan kepada Pemerintah Kota Tangerang terhadap jalan yang juga becek karena tanah merah itu.
“Kalau jalan itu adalah di luar wewenang Transjakarta. Sudah disampaikan, wilayah Tangerang. Jadi yang wewenang adalah pemerintah kota Tangerang,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (18/3).
Menurutnya, meski tak dilewati penumpang, jalan itu mengganggu kenyamanan dan operasional. “Memang rusak itu jalannya. Mengurangi kenyamanan, untuk parkir maupun pengendapan. Penumpang tidak lewat,” kata Bowo, sapaan akrabnya.
Sebagai Informasi, koridor 13 ini sendiri diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada Agustus 2017 lalu. Hingga kini koridor yang melewati jalur layang atau elevated itu sudah mengangkut penumpang sebanyak 15-16 ribu setiap harinya.
Namun, dari 14 halte yang disediakan, baru 12 yang beroperasi. Sementara dua sisanya, yakni Halte CSW dan Halte Velbak masih menunggu penyelesaian fasilitas sarana dan prasarana. Selain itu, kedua halte itu juga belum memenuhi standar.
“Seperti kaca halte yang harus sesuai standar. Jadi dipenuhi dulu untuk keamanan, kenyamanan,” pungkasnya.