JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif Djarot Saiful Hidayat angkat suara tentang peristiwa penodongan terhadap seorang ibu dan anak di dalam angkot pada Minggu (9/4) kemarin. Menurut Djarot, untuk mencegah kejadian serupa terulang, ke depannya Pemerintah Provinsi DKI akan menerapkan pengelolaan tunggal untuk semua jenis transportasi umum.
"Semua di bawah manajemen satu yang terkoordinasi dengan berbagai macam pelayanan termasuk di angkot," kata Djarot di kawasan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (10/4).
Jika semua jenis transportasi umum bergabung dengan pemerintah di bawah pengelolaan PT Transjakarta, sambungnya, maka keamanan akan lebih terjamin. Sebab, semuanya akan dipasang kamera pengawas alias cctv.
"Makanya faktor keamanan menjadi sangat penting. Bukan kita ingin monopoli transportasi tapi tujuan kita memberikan pelayanan yang nyaman, aman, cepat, tepat bagi pengguna," urainya.
Senada dengan Djarot, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama menerangkan bahwa satu-satunya solusi meningkatkan keamanan transportasi umum adalah bergabung di bawah naungan pemerintah. "Gabung sama PT Transjakarta. Jadi keamanan bisa kita atur," tuturnya.
Diketahui, Hermawan menodong Risma Oktaviani (25) yang tengah membawa anaknya DI (1) di dalam angkot jurusan Rawamangun-Pulogadung Minggu (9/4), sekitar pukul 19.00 WIB. (uya/JPG)